Promosi Kabupaten Bantul Yogyakarta di Time Square New York, Ini Potensinya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desa Giriloyo merupakan sentra batik tulis di Imogiri. Pengrajinnya adalah para ibu di desa tersebut. Foto: @syammr

    Desa Giriloyo merupakan sentra batik tulis di Imogiri. Pengrajinnya adalah para ibu di desa tersebut. Foto: @syammr

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, mengatakan bahwa pihaknya telah mempromosikan diri melalui media elektronik di Times Square New York, Amerika Serikat. Promosi ini menjadi perwakilan pertama daerah di Indonesia yang mejeng di billboard ikonik negara Paman Sam. Salah satu yang sudah ditayangkan adalah potensi Desa Sabdodadi sebagai Desa Mandiri Budaya di Bantul

    Muslih mengatakan, promosi ini diinisiasi oleh Viral Blas Global, sebuah perusahaan edukasi money management di Indonesia. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantul kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Viral Blast Global atas kepedulian dan bantuan yang akan diberikan untuk Kabupaten Bantul khususnya kepada Desa Wisata Sabdodadi." kata Muslih seperti dikutip oleh Tempo dari laman bantulkab.go.id, Minggu 12 September 2021.

    Kabupaten Bantul sendiri produk domestik regional brutonya didominasi oleh sektor industri, termasuk industri kreatif. Di urutan kedua, ada pertanian dan di urutan ketiga adalah pariwisata.

    Dilansir dari laman bantulkab.go.id, pada tahun 2017, Kabupaten Bantul ditetapkan sebagai Kabupaten dengan kreatif kriya terkuat di Indonesia oleh Badan Ekonomi Kreatif Nasional karena berbagai produk ekonomi kreatif dapat ditemukan di tiap Kapanewon di Kabupaten Bantul.

    Produk ekonomi kreatif ini misalnya kerajinan gerabah di Kasongan, kerajinan kulit di Manding, dan batik di Giriloyo Imogiri. “Ini juga dibuktikan 70 persen ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta berasal dari Bantul,” kata Muslih.

    Selain industri kreatif, Bantul juga memiliki 257 destinasi wisata berbasis budaya, alam, dan buatan, 43 desa wisata, 10 desa budaya, 9 rintisan desa budaya, 16 museum, 1200 kelompok seni budaya, 75 sentra UKM dan sekitar 49.700 UMKM serta beragam potensi lain yang menjadi produk andalan lokal yang tersebar di 17 Kapanewon.

    Beragam potensi ini kemudian membuat Pemerintah Kabupaten Bantul mencoba untuk terus memperkuat jargonnya, keserasian dan keharmonisan antara alam dan budayanya. Agar tidak menjadi sekadar jargon kosong dan dapat bangkit dari pandemi, Pemkab Bantul saat ini terus melakukan akselerasi pelaksanaan vaksinasi bagi para pelaku yang mencakup lingkup kegiatan tersebut.

    NAUFAL RIDHWAN ALY 

    Baca: Jemput Bola Warganya, Bantul Bikin Angkringan Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.