Sandiaga Dorong Hotel dan Destinasi Wisata Jadi Lokasi Vaksinasi Massal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti vaksinasi COVID-19 produksi Sinovac Astra Zeneca di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021. Kemenparekraf bekerjasama dengan Alodokter membuka program vaksinasi COVID-19 bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di area Jakarta yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Peserta mengikuti vaksinasi COVID-19 produksi Sinovac Astra Zeneca di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021. Kemenparekraf bekerjasama dengan Alodokter membuka program vaksinasi COVID-19 bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di area Jakarta yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan vaksinasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu, ia mengajak berbagai pihak untuk turut membantu percepatan target vaksinasi.

    Misalnya, Sandiaga mengajak para pelaku usaha akomodasi seperti hotel untuk menjadi sentra vaksinasi. "Diharapkan dapat langkah ini dapat mencapai target 2 juta vaksin per hari,"  ujarnya, Senin, 2 Agustus 2021.

    Sandiaga juga mendorong destinasi wisata menjadi lokasi vaksinasi. Sejumlah daerah ia sebut telah melakukannya seperti di Yogyakarta dan Gunung Kidul.

    Program vaksinasi di tempat wisata juga sudah berjalan di Cicalengka Dreamland Kabupaten Bandung, Petak Enam Jakarta Barat dan Holywings Jakarta Selatan.

    Ke depan, lima destinasi super prioritas juga akan dijadikan Sandiaga sebagai lokasi vaksinasi massal. “Rencananya tanggal 6 Agustus kita akan lakukan di Danau Toba dan di destinasi-destinasi lainnya, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan juga Kupang,” ujarnya.

    Menurut Sandiaga, vaksinasi di tempat wisata bisa lebih menarik minat masyarakat, sehingga akan lebih banyak orang yang ikut divaksin. “Seperti yang kita ketahui, vaksinasi ini 25 kali lebih baik daripada tidak divaksin berdasarkan data-data dari otoritas kesehatan yang kami gunakan sebagai referensi,” kata dia.

    LAURENSIA FAYOLA

    Baca juga: Soal Aturan Makan 20 Menit, Sandiaga Uno Bagikan Strategi untuk Pelaku Kuliner


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.