Keunikan Batu Basiha, Geosite Sisa Letusan Gunung Toba

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Geosite Batu Basiha di Desa Aek Bolon, Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. (ANTARA/Donny Aditra)

    Geosite Batu Basiha di Desa Aek Bolon, Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. (ANTARA/Donny Aditra)

    TEMPO.CO, Jakarta - Letusan dahsyat dari Gunung Toba di Sumatera Utara menyisakan peninggalan yang unik. Bukan cuma Danau Toba, tapi sebuah situs batu yang dikenal dengan batu Basiha.

    Saat ini, batu Basiha yang berada di Desa Aek Bolon, Balige, Kabupaten Toba telah ditetapkan sebagai satu di antara 16 geosite yang telah diakui Dewan Eksekutif UNESCO dan menjadi anggota anggota UNESCO Global Geopark.

    Tokoh Adat Desa Aek Bolon Timbul Napitupulu mengatakan nama Batu Basiha diambil dari bahasa Batak, yaitu Batu Sian Hau yang artinya batu dari kayu.

    Berdasarkan mitologi masyarakat, Batu Basiha terbentuk dari tumpukan kayu yang rencananya untuk membangun sebuah rumah adat batak oleh nenek moyangnya yaitu oppung Manggak Napitupulu. Namun setelah tersambar petir tumpukan kayu tersebut berubah menjadi batu.

    Sebelum disambar petir, sosok seekor harimau juga sempat mengingatkan agar nenek moyang tidak membuat rumah adat di tempat tersebut sehingga mengurungkan niat untuk membangunnya. Bentuk batu Basiha memang mirip dengan bongkahan kayu besar.

    Kepala Desa Aek Bolon Dapot Simanjuntak menyebutkan sebagian banyak masyarakat memang masih meyakini mitos tersebut sebagai sebuah peringatan untuk menjaga alam dan tidak merusak lingkungan. Warisan geologi itu pun kini bisa dilihat oleh wisatawan.

    "Dulu ceritanya ini memang dari mitos tapi sesuai dengan penelitian ini letusan dari Gunung Toba karena itu ke depannya ini mau dikembangkan jadi daerah wisata Aek Bolon ini," kata Dapot.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Jhon Piter Silalahi mengatakan pihaknya akan mengembangkan Geosite Batu Basiha dan kawasan sekitarnya menjadi lokasi ekowisata dan agrowisata dalam upaya menarik lebih banyak wisatawan. “Di sana ada sawah, ada juga kehidupan sehari-hari masyarakat. Jadi, ini akan digabungkan dengan agrowisata maupun ekowisata yang ada di sana," kata dia.

    Baca juga: 5 Titik Penunjang Pariwisata Danau Toba di Kabupaten Simalungun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.