Ada Satwa Langka Si Buruk Rupa di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi babi. freepik.com

    Ilustrasi babi. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi tempat hidup satwa langka bernama Latin Sus verrucosus. Ini adalah nama Latin dari babi kutil. Banyak orang menyebutnya binatang buruk rupa.

    Mengutip laman resmi Taman Nasional Alas Purwo, babi kutil ini memiliki daging keras yang menonjol seperti kutil di bagian muka. Bagi orang awam, babi ini mirip dengan babi hutan atau Sus scrofa. Namun jika dicermati, selain memiliki kutil, babi kutil ini juga punya bulu memanjang atau surai di leher hingga pangkal tulang ekor.

    Babi kutil merupakan satwa endemik Pulau Jawa. Populasinya terus turun hingga lebih dari 50 persen selama sekitar 18 tahun terakir. Itu sebabnya lembaga International Union for Conservation of Nature memasukkan babi kutil dalam kategori satwa yang terancam punah.

    Baca juga: Pantai Plengkung, Ombak Dahsyat di Taman Nasional Alas Purwo

    Ilustrasi satwa babi kutil yang terancam punah di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Dok. Taman Nasional Alas Purwo

    Habitat babi kutil diketahui ada di Madiun, Probolinggo, Bojonegoro, Mojokerto, Gresik, Tuban, Pulau Nusa Barung, dan Taman Nasional Alas Purwo. Lokasi persebarannya di Taman Nasional Alas Purwo belum diketahui secara lengkap. Kebeadaannya baru diketahui berdasarkan foto dan gambar dari kamera tersembunyi di kawasan Rowobendo dan Jatipapak.

    Babi kutil termasuk hewan omnivora yang memakan biji-bijian, akar, kulit kayu, umbi-umbian, dan daun. Babi ini sering muncul di daerah tegakan jati, kawasan hutan tanaman, hutan sekunder, sekitar pantai, dan sekitar lahan garapan masyarakat yang berbatasan dengan kawasan hutan, termasuk di Taman Nasional Alas Purwo.

    TAMAN NASIONAL ALAS PURWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.