Pre-Wedding di Destinsi Wisata Yogyakarta Boleh, tapi Resepsi Nikah Nanti Dulu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pantai Gesing di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, masih lengang dari kunjungan wisatawan di masa pandemi Covid-19. Pantai Gesing termasuk destinasi wisata yang masuk uji coba pembukaan kembali sejak Juli 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Suasana Pantai Gesing di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, masih lengang dari kunjungan wisatawan di masa pandemi Covid-19. Pantai Gesing termasuk destinasi wisata yang masuk uji coba pembukaan kembali sejak Juli 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah pemerintah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan kebijakan agar masyarakat menunda acara hajatan dan pernikahan di masa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa Bali yang berlangsung 11 - 25 Januari 2021. Seruan itu dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.

    Seruan penundaan pernikahan dalam masa PPKM Jawa Bali itu antara lain dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Bupati di masing-masing wilayah menerbitkan surat instruksi yang isinya panduan dan larangan kegiatan selama PPKM Jawa Bali.

    "Hajatan, pernikahan, syukuran, dan kegiatan adat istiadat disarankan ditunda dulu," ujar Juru Bicara Satuan Tugas atau Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi pada Senin, 18 Januari 2021. Kendati pemerintah mengimbau masyarakat menunda acara pernikahan, kegiatan seperti pre-wedding yang selama ini mengambil destinasi wisata untuk dokumentasi para calon pengantin tetap boleh.

    Di Kabupaten Sleman terdapat berbagai destinasi wisata yang menarik sebagai latar fotografi. Sejumlah objek wisata yang kerap menjadi langganan foto pre-wedding antara lain Tebing Breksi, Candi Ratu Boko, Kaliurang, Gunung Merapi, Kali Kuning, Kali Adem, Candi Plaosan, dan Studio Alam Gamplong. "Tapi bisa tidaknya buat foto pre-wedding tergantung kebijakan pengelola destinasi wisata masing-masing," ujar Shavitri.

    ADVERTISEMENT

    Pilihan destinasi wisata untuk pre-wedding di Kabupaten Bantul juga tak kalah populer. Hampir seluruh pantai di pesisir selatan Yogyakarta ini menjadi jujugan pre-wedding karena memiliki ciri khas berbeda. Misalkan di Pantai Goa Cemara, Pantai Parangtritis, Pantai Depok termasuk area Landasan Pacu Aeromodelling Pantai Depok, dan Gumuk Pasir.

    Baca juga: 
    Lebih dari 230 Hotel di Yogyakarta Megap-megap, Ini Permintaan Mereka

    Destinasi wisata non-pantai yang juga sering menjadi tempat pre-wedding antara lain Hutan Pinus Imogiri, Kebun Buah Mangunan, dan Jembatan Pundong. "Untuk kegiatan seperti pre-wedding di destinasi wisata, pengelola tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi pembatasan jam operasional sampai pukul 17.00 WIB," ujar Shavitri.

    Dia melanjutkan, jangan heran jika ada destinasi wisata yang tetap buka dengan pembatasan jam operasional, ada pula yang sama sekali tutup. Destinasi wisata di Kabupaten Sleman yang tutup selama PPKM Jawa Bali antara lain Candi Ijo, Candi Sambisari, dan Taman Pelangi Monumen Jogja Kembali atau Monjali.

    Pemerintah Kabupaten Sleman tak sepenuhnya melarang acara hajatan, pernikahan, syukuran, dan kegiatan adat tradisi selama PPKM Jawa Bali. Yang penting, kegiatan tersebut jangan sampai dihadiri lebih dari 50 orang, hanya boleh melibatkan keluarga inti, dan dilarang makan di tempat. "Kalau ada tamu dari luar Yogyakarta harus menjalani rapid test antigen dengan hasil negatif Covid-19," kata Shavitri.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?