Kepala Balai Taman Nasional Komodo: Tidak Ada Pembangunan 'Jurassic Park'

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadal raksasa komodo di Taman Nasional Komodo. Dok. Kemenparekraf

    Kadal raksasa komodo di Taman Nasional Komodo. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara mengatakan tidak ada pembangunan 'Jurassic Park' di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur atau NTT.

    "Kalau ada pembangunan 'Jurassic Park', saya orang pertama yang akan menentang," kata Lukita Awang Nistyantara di Labuan Bajo, Senin 16 November 2020. Pernyataan Lukita ini mengklarifikasi informasi pembangunan di Loh Buaya, Pulau Rinca, terutama setelah foto seekor komodo 'menghadang' truk viral di media sosial.

    Lukita menjelaskan, saat ini memang sedang berlangsung pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Loh Buaya. Pemerintah tengah menata sarana dan prasarana wisata alam di Pulau Rinca itu.

    Kegiatan penataan sarana dan prasarana wisata alam ini hanya di lembah Loh Buaya. Luas pembangunannya 1,3 hektare dari total 20 ribu hektare luas area Pulau Rinca. Kawasan yang dibangun ini, menurut Lukita, masih dalam lingkup Taman Nasional Komodo.

    Beberapa ekor Komodo (Varanus komodoensis) menyantap mangsa di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT, 24 Mei 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    "Bangunan lama dibongkar kemudian dibangun sarana yang lebih aman, lebih baik untuk wisatawan maupun petugas di sana," kata Lukita. "Jadi tidak benar, seolah-olah Pulau Rinca itu akan diubah total sehingga mengganggu biawak komodo."

    Lukita melanjutkan, tiada satu pun pohon yang ditebang dalam proses pembangunan sarana dan prasarana wisata alam di Loh Buaya, Pulau Rinca. Fasilitas bangunan milik Taman Nasional Komodo yang ada di kawasan itu, kata Lukita, selama ini justru mengganggu biawak raksasa komodo karena terjadi kontak langsung dengan petugas maupun wisatawan.

    "Pembangunan sarana dan prasarana terintegrasi ini nantinya tak akan mengganggu komodo karena tidak ada kontak langsung antara komodo dengan petugas maupun wisatawan," katanya. Petugas juga bakal jauh lebih aman dari serangan biawak komodo. Di Lembah Loh Buaya, Pulau Rinca, seluas 500 hektare dihuni 66 ekor komodo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.