Wisata Kuliner ke Maluku Utara, Coba Guraka yang Legit dan Hangat

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Guraka, minuman khas masyarakat Maluku, Halmahera, hingga Sulawesi. TEMPO | Nur Alfiyah

TEMPO.CO, Maluku Utara - Masyarakat Maluku Utara punya minumam tradisional untuk menghangatkan badan. Namanya air guraka. Dalam bahasa Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara, guraka berarti jahe.

Warga Pulau Samo, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rugoyah mengatakan air guraka adalah minuman tradisional yang dikonsumsi turun-temurun. "Para leluhur menghangatkan tubuh pada malam hari dengan minum air guraka," kata Rugoyah, Selasa, 27 Oktober 2020.

Tempo mencoba minum air guraka di Pulau Samo bersama rombongan Ekspedisi Maluku dari Yayasan EcoNusa. EcoNusa datang untuk membantu masyarakat mencegah penularan Covid-19 dengan memberikan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, dan bantuan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan. Ada pula bantuan alat pertanian, seperti cangkul dan bibit.

Guraka, minuman khas masyarakat Maluku, Halmahera, hingga Sulawesi. TEMPO | Nur Alfiyah

Kendati berbahan dasar jahe, air guraka memiliki cita rasa berbeda dengan wedang jahe. Rasa jahenya tidak terlalu menyengat, lebih dominan rasa legit dari aren. Gula aren yang dipakai warga Samo diproduksi oleh penduduk kampung.

Rugoyah berbagi cara membuat air guraka tersebut. Guraka yang telah dihaluskan dengan cara diparut kemudian direbus bersama air, gula aren, dan daun pandan. Warga Samo biasanya menambahkan sedikit kayu manis.

Setelah mendidih, tiriskan, lalu disaring. Tambahkan potongan kacang kenari dalam gelas yang hendak disajikan. Guraka lebih enak dinikmati saat hangat.






Kumpul di Yogyakarta, Pelaku Industri Kuliner dari 22 Provinsi Rumuskan Formula Genjot Wisata

10 menit lalu

Kumpul di Yogyakarta, Pelaku Industri Kuliner dari 22 Provinsi Rumuskan Formula Genjot Wisata

Menurut Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI), di era pasca pandemi ini, pelaku industri kuliner perlu beradaptasi.


Apa itu Alergi Sulfit dan Penyebabnya?

1 hari lalu

Apa itu Alergi Sulfit dan Penyebabnya?

Zat kimia tertentu seperti sulfit rentan menyebabkan alergi


Klangenan Jajanan Lawas Joglosemar di Kelapa Gading

3 hari lalu

Klangenan Jajanan Lawas Joglosemar di Kelapa Gading

Festival jajanan lawas Kampung Tempo Doeloe buka setiap hari hingga 9 Oktober 2022.


Racikan Kopi Ini Jadi Suguhan Para Delegasi G20 di Yogyakarta

6 hari lalu

Racikan Kopi Ini Jadi Suguhan Para Delegasi G20 di Yogyakarta

Selama dua hari perhelatan G20 di Yogyakarta, sebanyak 500 cup racikan kopi spesial yang disediakan ludes.


Pasar Semawis Semarang, Sejak Imlek 2004

6 hari lalu

Pasar Semawis Semarang, Sejak Imlek 2004

Di Pasar Semawis Semarang pengunjung hanya boleh berjalan kaki karena kawasan itu bebas kendaraan bermotor.


Dorong Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Minta Pemerintah Tak Gampang Dilobi Industri

7 hari lalu

Dorong Cukai Minuman Berpemanis, YLKI Minta Pemerintah Tak Gampang Dilobi Industri

Untuk mengendalikan efek buruk dari MBDK, YLKI mengatakan perlu regulasi khusus dari pemerintah.


Masih Manis Hingga Kini, Ini 4 Kedai Es Krim Legendaris di Jakarta

7 hari lalu

Masih Manis Hingga Kini, Ini 4 Kedai Es Krim Legendaris di Jakarta

Banyak juga kedai es krim yang sudah ada sejak dahulu dan masih eksis dan bersaing dengan dengan kedai es krim modern.


Tips Agar Anak Menyukai Air Putih dan Menjauhi Minuman Manis

8 hari lalu

Tips Agar Anak Menyukai Air Putih dan Menjauhi Minuman Manis

Air putih atau air mineral adalah sumber cairan yang terbaik karena tidak mengandung gula dan kalori.


Trik Menghadapi Anak yang Tak Suka Minum Air Putih

8 hari lalu

Trik Menghadapi Anak yang Tak Suka Minum Air Putih

Anak biasanya lebih suka minuman berwarna dan berperasa dibanding air putih. Berikut trik yang bisa dilakukan orang tua agar anak mau minum air putih.


Sleman Disiapkan Jadi Sentra Kopi Yogyakarta, Ini Alasannya

8 hari lalu

Sleman Disiapkan Jadi Sentra Kopi Yogyakarta, Ini Alasannya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DI Yogyakarta menilai tingginya konsumsi masyarakat atas produk kopi saat ini di wilayah itu masih belum diimbangi dengan kecepatan produksinya.