Sealand Negara Kecil di Wilayah Inggris, yang Mencoba Merdeka

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas Benteng HM Fort Roughs di perairan Suffolk ini dideklarasikan sebagai sebuah negara kerajaan bernama Sealand oleh Roy Bates dan istrinya Joan pada 2 September 1967. Dailymail.co.uk

    Bekas Benteng HM Fort Roughs di perairan Suffolk ini dideklarasikan sebagai sebuah negara kerajaan bernama Sealand oleh Roy Bates dan istrinya Joan pada 2 September 1967. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Terletak 12 km di timur Suffolk di Laut Utara, Principality of Sealand adalah negara mikro yang mengklaim sebagai negara terkecil di dunia.

    Inggris pemenang Perang Dunia II, rupanya ikhlas saja ketika sebuah negara mengklaim sebagai negeri meredeka di depan hidungnya: hanya 12 km dari pantai Suffolk, kota kecil di Laut Utara Inggris.

    Penguasanya seorang pangeran, Prince Michael of Sealand. Ia mengklaim merupakan kepala negara dan pemerintahan sebuah mikronasi bernama Principality of Sealand. Sebenarnya seberapa luas Sealand dan seberapa digdaya hingga mengklaim sebagai negara bebas dari Inggris?

    Mikronasi atau negeri mikro ini, sejatinya sebuah platform anti-pesawat Perang Dunia II – kira-kira bentuknya mirip bagan raksasa atau anjungan minyak lepas pantai. Pertama kali didirikan pada tahun 1942 sebagai HM Fort Roughs, sebuah benteng laut bersenjata di luar batas teritorial Britania di Laut Utara.

    Pernah dihuni hingga 300 personel Angkatan Laut Kerajaan pada puncak perang hingga evakuasi terakhir pada tahun 1956. Lalu stasiun senjata itu, segera ditinggalkan dan dibiarkan rusak. 10 tahun terbengkalai, sampai 1966, ketika seorang mantan jenderal Angkatan Darat Inggris mendudukinya, dan memproklamirkan mikronasi kecil baru.

    Perangko yang dikeluarkan negara Sealand. Negara ini juga memiliki paspor sendiri. Hanya saja negara ini masih sering membeli keperluan sehari-hari dari Inggris. Dailymail.co.uk

    Hari ini, ia tetap 12 km di lepas pantai, hanya dapat dilihat atau dikunjungi dengan kapal. Untuk melihat, itu tidak ada yang istimewa: sebuah platform yang tampak berantakan dengan segelintir bangunan seperti kontainer di atasnya. Untuk naik atau turun dari benteng laut itu, Anda harus merasakan terpaan angin keras dan juga ombak.

    Pada 1966, Micahel masih berusia 14 tahun. Ayahnya, Roy Bates, seorang pensiunan Angkatan Darat Inggris mengajaknya ke Sealand. Saat itu Micahel berpikir hanya sebuah liburan musim panas. Namun mereka tak kembali hingga berbulan-bulan.

    "Saya baru berusia 14 ketika, ketika itu saya pikir hanya akan menjadi petualangan enam minggu," katanya kepada BBC. Michael tak menyangka “liburan musim panas” 1966, menjadi drama selama 50 tahun lebih. Menurutnya, ia di bawah pengasuhan yang aneh selama berbulan-bulan di Sealand. Ayahnya kerap menunggu kapal pemasok makanan dari daratan, “Saya melihat cakrawala dan yang bisa saya lihat dari pagi sampai malam adalah Laut Utara," ujarnya.

    Meskipun berada di Luat Utara yang tenang, Sealand tengah diperebutkan. Tidak ada negara yang secara resmi mengakui Sealand, bahkan jika Pangeran Michael mengatakan mikronasi tidak pernah meminta pengakuan.

    "Kami juga tidak mengharapkan apa pun," tambahnya, terus terang. “Ingat, platform itu dibangun secara ilegal di luar perairan teritorial Inggris selama masa perang - tetapi semua orang terlalu sibuk untuk peduli. Inggris seharusnya menghancurkannya ketika mereka memiliki kesempatan, tetapi mereka tidak pernah berhasil mendapatkannya. Sekarang, beberapa dekade kemudian, Sealand masih di sini,” ujar Michael.

    Sealand memiliki mata uangnya sendiri, Sealand dolalr dengan koin bergambar Putri Joan, istri dari pendiri negara ini. Dailymail.co.uk

    Ukuran Sealand hanya hanya 550 m2. Ukuran tersebut menjadi pertanyaan seberapa besar sebuah negara mini seharusnya? Penulis buku ‘Micronations: The Lonely Planet Guide to Home-Made Nations’, George Dunford mengatakan, penyebab utama berdirinya mikronasi karena adanya ketidakpuasan terhadap pemerinta. Dan pendirinya ingin melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri.

    "Sealand adalah kasus khusus karena sudah lolos begitu lama dan menghindar dari hukum," kata Dunford. "Di Amerika Serikat, keluarga itu akan dipandang sebagai pembangkang, tetapi Inggris adalah tempat yang lebih toleran pada 1960-an. Para birokrat Inggris menyelesaikan masalah Sealand bakal menimbulkan masalah,” ujarnya. Pemerintah Inggris pernah berusaha mengambil alih naun gagal.

    Kebanyakan mikronasi melacak pengakuan de facto mereka kembali ke tahun 1933 ketika Konvensi Montevideo tentang Hak dan Kewajiban Negara ditandatangani oleh para pemimpin internasional, termasuk Presiden AS saat itu Franklin D Roosevelt. Di dalamnya, undang-undang menetapkan empat kriteria utama untuk kenegaraan.

    "Konvensi Montevideo umumnya digunakan untuk mendefinisikan mikronasi, yang menyerukan populasi, wilayah, pemerintah dan hubungan dengan negara-negara lain," Dunford menjelaskan. Kabarnya, Sealand telah mengeluarkan 500 paspor dan memiliki mata uang dolar Sealand bergambar Princess Joan, ibu dari Prince Michael.

    Sejak saat itu, negara jahat telah memeluk kebangsaan. Itu memperkenalkan lambang dan konstitusi sendiri. Ada bendera, tim sepak bola, dan lagu kebangsaan, sementara mata uang itu memuat potret "Putri Joan" dan sekitar 500 paspor telah dikeluarkan. Semboyan mikronasi, di mana Pangeran Michael dan ketiga anaknya (James, Liam dan Charlotte) dan istri kedua (Mei Shi, mantan mayor di Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok) melanjutkan dinasti Sealand, mencerminkan cinta kemerdekaan yang tak terbelenggu. "E Mare, Libertas" bunyinya. Atau, "Dari laut, kebebasan".

    Sealand pernah pula menghadapi invasi pada tahun 1978. Sekelompok tentara bayaran Jerman dan Belanda menyerbu Sealand pada suatu malam Agustus. Namun usaha itu gagal, karena keluarga Bates berhasil menangkap mereka. Untuk mengambil para tawanan, Kedutaan Besar Jerman dan Belanda melakukan negosiasi, “Dengan negosiasi sudah cukup bagi kami, mereka mengakui secara de facto,” ujarnya.

    Kanan: Ray Bates dan istrinya Joan saat mendeklarasikan Sealand dengan mereka sebagai kepala negara bergelar Pangeran Michael dan Putri Joan dari Sealand. Kiri: Foto Ray dan Joan di 2012. Dailymail.co.uk

    Tapi kemerdekaan tidak murah. Untuk mendanai biaya operasional Sealand - termasuk dua personel keamanan yang bekerja sepanjang tahun, Sealand menjual suvenir berupa kaos, perangko, hingga gelar kerajaan. Dari sir, lady, baron, hingga baroness, seharga £ 29,99. Uniknya lagi, terdapat 100 email sehari, untuk permintaan menjadi warga negara Sealand. Anda berminat?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.