Pelaku Wisata Bersiaplah, Ini Keinginan Wisnus Versi Airbnb

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisata alam dan wisata yang tak jauh dari rumah, bakal digemari usai pandemi. Dok. Kemenparekraf

    Wisata alam dan wisata yang tak jauh dari rumah, bakal digemari usai pandemi. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebangkitan pariwisata di Indonesia, usai melemah berbulan-bulan dimulai dengan menggeliatnya wisatawan nusantara (wisnus). Begitu keyakinan Kementerian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

    Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema mengatakan, untuk menggerakkan kembali perekonomian melalui sektor pariwisata, pihaknya memprioritaskan menggarap segmen wisnus terlebih dahulu dalam waktu dekat.
    Ia mengatakan, wisnus akan menjadi harapan bagi percepatan pemulihan sektor pariwisata Indonesia. Kemenparekraf pun membuat kampanye aktivasi #DiIndonesiaAja. Program kampanye tersebut mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri dengan tetap menegakkan protokol Cleanliness, Health, and Safety (CHS).
    Nah, seperti apa keinginan turis domestik? Menurut data pencarian Airbnb, sebagaimana dinukil dari Travel and Leisurewisatawan menginginkan wisata alam pada bulan Juli.
    Para pelancong meninggalkan pantai demi tujuan pegunungan dan pedesaan. Pelancong juga lebih memilih vila, menyewa rumah, atau resor ketimbang hotel. Menurut data Airbnb, usai pandemi, para pelancong memilih akomodasi yang meningkatkan standar kebersihan, privasi, dan kontrol atas perjalanan serta lingkungan mereka.
    Senada dengan temuan Airbnb, Ari Juliano menegaskan CHS merupakan sarana untuk meyakinkan wisatawan. CHS bidang pariwisata dari Kemenparekraf tersebut, telah disahkan Kementerian Kesehatan sebagai protokol kesehatan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).
    Kemenparekraf pun telah menurunkan protokol tersebut dalam bentuk buku panduan digital dan pembuatan konten kreatif bekerja sama dengan hotel, rumah makan, dan sektor ekonomi kreatif lainnya. 

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada pada Mei 2020 mencapai 163.600 orang. Posisi ini meningkat 3,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

    Sementara itu, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan tajam sebesar minus 86,90 persen. Menurut kebangsaan jumlah wisman pada Mei 2020 berasal dari Timor Leste sebesar 49,8 persen. Posisi kedua diikuti oleh Malaysia sebanyak 40,6 persen dan Cina 1,2 persen.

    Dari jumlah kunjungan turis tersebut yang menggunakan transportasi darat tercatat sebanyak 114,7 ribu orang atau 70,1 persen. Sementara untuk sektor laut tercatat 48,4 ribu orang atau sebesar 29,6 persen.

    Kemenparekraf terus berpromosi ke mancanegara, meskipun kedatangan wisatawan mancanegara masih minim. Dok. Kemenparekraf

    Khusus untuk segmen wisatawan mancanegara, kami terus melakukan soft promotion dengan melakukan kampanye #DreamNow #TravelTomorrow. Hal itu lantaran penduduk dunia sangat sensitif saat ini, "Maka promosi luar negeri juga akan lebih menyuarakan tentang DreamNow sambil terus menginspirasi untuk #TravelTomorrow,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.