Kunjungan Wisman Melorot, Ini yang Dilakukan ASITA

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah seniman bersama wisatawan asing pemerhati seni budaya mengikuti kirab Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad, 9 Februari 2020. Tradisi Ruwat Rawat Borobudur dilaksanakan oleh masyarakat seniman komunitas Brayat Panangkaran Borobudur.  ANTARA/Anis Efizudin

    Sejumlah seniman bersama wisatawan asing pemerhati seni budaya mengikuti kirab Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad, 9 Februari 2020. Tradisi Ruwat Rawat Borobudur dilaksanakan oleh masyarakat seniman komunitas Brayat Panangkaran Borobudur. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Merebaknya virus corona membuat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) melemah, terutama turis Cina. Untuk meningkatkan kunjungan wisman, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) menggelar ASITA WISE Travel Fair 2020.

    Acara tersebut untuk menggairahkan wisatawan nusantara (Wisnus) untuk pelesiran, untuk memutar bisnis pariwisata yang melemah.

    Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi akan digelarnya 'ASITA WISE Travel Fair 2020' yang menjual paket-paket wisata menarik untuk menggerakkan pariwisata domestik. 

    Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat peluncuran 'ASITA WISE Travel Fair 2020 (AWTF 2020)' di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020 menilai, acara semacam ini sangat penting dalam industri pariwisata Tanah Air. 
     
    “Kita ketahui bersama, saat ini dunia sedang dilanda wabah virus corona sehingga sangat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk traveling ke luar negeri. Dan itu sangat berdampak, tidak hanya di Indonesia tapi secara global," Angela.
     
    Menurutnya, Kemenparekraf mendorong kepada industri pariwisata untuk terus menjual paket-paket perjalanan yang menarik, "Dan ini selaras dengan apa yang ASITA kerjakan di ASITA Wise Travel Fair 2020,” kata Angela Tanoesoedibjo.
     
    ASITA WISE Travel Fair 2020 akan berlangsung pada 3 - 5 April 2020 di Hall 1, Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Mengusung konsep Business to Business (B to B) dan Business to Customer (B to C), tahun ini terdapat 185 perusahaan yang ikut serta sebagai seller dan menargetkan 20.000 pengunjung per-hari. 
     
    Angela Tanoesoedibjo menjelaskan, saat ini Kemenparekraf juga sedang menyiapkan usulan-usulan intensif yang akan diberikan kepada industri pariwisata. Pemerintah juga telah melakukan penjajakan ke berbagai maskapai untuk membuka rute-rute dan hub baru ke Indonesia, sebagai strategi untuk menanggulangi dampak dari virus corona dalam perjalanan wisatawan. 
     
    “Kami akan memastikan Calender of Event akan terus berjalan khususnya yang berskala internasional. Yang bisa mengundang media asing untuk melihat langsung kondisi Indonesia saat ini yang aman dan dapat dikunjungi," kata Angela.
     
    Ketua ASITA Nunung Rusmiati menjelaskan, 'ASITA WISE Travel Fair 2020' akan menjadi pameran pariwisata terbesar Indonesia di awal tahun dengan menghadirkan konten dan promo menarik.
     
    Ketua ASITA Nunung Rusmiati menjelaskan, 'ASITA WISE Travel Fair 2020' akan menjadi pameran pariwisata terbesar Indonesia, untuk menggerakkan wisata dalam negeri. Acara ini digelar pada 3-5 April 2019. Dok. Kemenparekraf
     
    “Ada discount hingga 70 persen. Pesertanya mulai dari hotel, airlines, e-commerce, travel agent, travel online dan diikuti oleh anggota ASITA dari 34 provinsi. Tujuannya untuk memfasilitasi pelaku usaha pariwisata memperkenalkan produk mereka dan para agen perjalanan wisata melalui kegiatan B to C dan B to B," katanya.
     
    ASITA WISE Travel Fair 2020 juga didukung oleh sistem manajemen tiket, tiketapasaja.com. Acara ini diisi dengan berbagai konten menarik setiap harinya, serta menghadirkan suguhan entertainment dari Gold Light Entertainment. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.