Candi Prambanan Dibuka 1 Juli, Berikut Aturan yang Harus Dipatuhi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Seorang petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Candi Prambanan di Jawa Tengah, 17 Maret 2020. Sebanyak 55kasus terkonfirmasi baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia, sehingga jumlah totalnya menjadi 227. (Xinhua/Mardi)

    Seorang petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Candi Prambanan di Jawa Tengah, 17 Maret 2020. Sebanyak 55kasus terkonfirmasi baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia, sehingga jumlah totalnya menjadi 227. (Xinhua/Mardi)

    TEMPO.CO, YogyakartaCandi Prambanan dan Candi Ratu Boko mulai dibuka untuk kunjungan pada Rabu, 1 Juli 2020. Namun jumlah pengunjung dibatasi dan harus mengikuti protokol kesehatan.

    Aturan lainnya, para pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan. Kecuali makanan dan minuman untuk bayi. Wisatawan dipersilakan menikmati kuliner yang sudah tersedia di lokasi wisata.

    Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edi Setijono, mengatakan pembatasan jumlah pengunjung Candi Prambanan hanya 20 persen dari biasanya, atau 1.500 pengunjung  per hari. Waktu kunjung yang biasanya dimulai pukul 06.00 WIB, kini dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB.

    Baca: Candi Prambanan Akan Dibuka untuk Simulasi, Turis Dibatasi

    "Tiket yang disediakan secara daring sebanyak 500 tiket. Sedangkan tiket yang disediakan secara langsung di lokasi sebanyak 1.000 tiket," kata Edi

    Protokol kesehatan pun harus dipatuhi oleh para pengunjung. Untuk menunjang protokol kesehatan itu, pihak pengelola sudah menyediakan tempat cuci tangan hingga klinik serta ambulans jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Dia menjelaskan, uji coba operasional secara terbatas dilakukan selama dua minggu. Selain pengunjung dewasa, anak-anak dan ibu hamil diperbolehkan memasuki area Candi Prambanan dan Ratu Boko, dengan syarat memenuhi protokol kesehatan. Selama di lokasi wisata, pengujung wajib menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

    Ia menyinggung soal kesadaran masyarakat yang masih kurang memperhatikan protokol kesehatan dan kebersihan. Sebenarnya syarat itu mudah, namun seringkali pengunjung abai saat tiba di lokasi wisata. 

    Pada minggu pertama selama operasional dilakukan monitoring baik dari pemerintah, Satgas Covid-19, dan satuan internal TWC. Setelah itu  dilakukan evaluasi kunjungan wisatawan ini.

    Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo mengatakan selain Candi Prambanan dan Ratu Boko, uji coba akan dilakukan pada objek wisata lain, agar ekonomi masyarakat juga bisa bergerak. 

    "Kami dalam waktu dekat menyiapkan uji coba terbatas untuk destinasi wisata Tebing Breksi. Destinasi wisata lainnya juga akan melakukan tahapan-tahapan uji operasional secara terbatas," kata dia. 

    Warga menuruni tangga ketika berada di Istana Ratu Boko, Yogyakarta, 11 November 2015. Istana Ratu Boko merupakan sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra pada abad 8 dimana istana itu awalnya bernama Abhayagiri Vihara (biara di bukit yang penuh kedamaian). ANTARA FOTO

    terkait uji coba itu, Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY yang juga Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan perpanjangan status tanggap darurat non bencana alam hingga akhir Juli, tidak melarang rencana uji coba operasional destinasi wisata. 

    "Tanggap darurat periode ketiga ini untuk memastikan penanganan aspek kesehatan di lokasi wisata bisa berjalan optimal. Artinya baik status tanggap darurat dan uji coba operasional ini bukan kontradiktif tetapi memastikan uji coba berjalan sisi kesehatan juga dilakukan," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.