Candi Prambanan Akan Dibuka untuk Simulasi, Turis Dibatasi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Seorang petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Candi Prambanan di Jawa Tengah, 17 Maret 2020. Sebanyak 55kasus terkonfirmasi baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia, sehingga jumlah totalnya menjadi 227. (Xinhua/Mardi)

    Seorang petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Candi Prambanan di Jawa Tengah, 17 Maret 2020. Sebanyak 55kasus terkonfirmasi baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia, sehingga jumlah totalnya menjadi 227. (Xinhua/Mardi)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kawasan wisata Candi Prambanan akan segera dibuka untuk pengunjung. Turis yang ingin mengunjunginya, harus menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Bahkan, pengunjung sudah diatur sejak berada di drop zone yang disediakan. Pengelola Candi Prambanan juga telah menyediakan tempat mencuci tangan dengan sabun dan disediakan hand sanitizer. Sebelum masuk kawasan, pengunjung juga dicek suhu badannya. Sementara, untuk menjaga physical distancing, terdapat garis-garis yang berjarak lebih dari satu meter untuk antrean masuk. 

    "Protokol kesehatan tetap diberlakukan hingga pintu keluar,"ujar Edy Setijono, Direktur Utama PT TWC (Taman Wisata Candi) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Kamis, 11 Juni 2020.

    Sebelumnya, pengelola Candi Prambanan, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) mempersiapkan berbaga simulasi praoperasional di kawasan Taman Wisata Candi.

    Berbagai persiapan ini dilaksanakan untuk penerapan standar new normal pariwisata, yang digiatkan oleh pemerintah, yang eliputi sisi pelayanan, fasilitas, serta sistem protokol COVID-19 yang mengacu tiga prinsip utama: kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

    “Beberapa waktu lalu kami telah melakukan revitalisasi di beberapa area untuk menunjang protokol kesehatan yang dilakukan dengan ketat. Kini saatnya kami lakukan simulasi untuk penerapan standar new normal, di kawasan Taman Wisata Candi yang kami kelola," kata Tyo, panggilan Edy Setijono.

    Kegiatan simulasi ini dilakukan untuk mempersiapkan penerapan standar protokol kesehatan, saat menerima kunjungan wisatawan nanti. Simulasi ini tentunya telah mendapatkan lampu hijau dari Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID dari masing-masing pemerintah daerah.

    Penerapan standar new normal pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC untuk seluruh wisatawan yang masuk harus mengikuti protokol kesehatan antara lain: menggunakan masker, mencuci tangan, melewati chamber disinfektan,  pengecekan suhu tubuh, visitor management dengan menerapkan physical distancing, meminimalkan pembayaran dengan uang tunai atau cashless, menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik, pemasangan tanda dan papan informasi protokol Covid-19, serta mempersiapkan klinik kesehatan untuk wisatawan yang sakit.

    Setelah simulasi PT TWC mengevaluasi penerapan standar new normal, yang hasilnya dilaporkan kepada Kementerian BUMn, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Pemda, "Hal ini untuk memastikan bahwa destinasi kami sudah siap dalam menerima wisatawan di masa pandemi ini," kata dia.

    Para karyawan PT TWC yang bertugas di lapangan telah dibekali peralatan pengamanan diri sesuai dengan standar protokol kesehatan. Layanan costumer service, juga aktif menyampaikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan selama berada di kawasan TWC.

    Selain itu TWC juga melakukan upaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan di lokasi pedagang, dengan menerapkan protokol kesehatan serta mengadakan sosialisasi kepada para koordiantor pedagang untuk menjalankan protokol COVID-19 di area sekitar kios di kawasan Candi Prambanan.

    Seorang petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Candi Prambanan di Jawa Tengah, 17 Maret 2020. Sebanyak 55 kasus terkonfirmasi baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia, sehingga jumlah totalnya menjadi 2227. Xinhua/Mardi

    Di masa pandemi seperti sekarang ini pihaknya hanya menargetkan wisatawan 50  persen dari kapasitas seharusnya, “Tetapi tidak langsung 50 persen. Akan dilakukan secara bertahap, jumlah pengunjung akan ditingkatkan mulai dari 20 persen kemudian 30 persen, 40 persen, baru 50 persen. Tahapan tersebut diberlakukan sesuai dengan kepatuhan dari para pengunjung terhadap protokol yang telah ditetapkan,” kata dia.

    Demikian juga dengan lamanya waktu pengunjung berada di dalam areal candi. Pengunjung dibatasi 30 menit hingga 1 jam di dalam ring pertama candi.

    MUH SYAIFULLAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.