Warga AS Peringati Hari Pahlawan, Para Pejabat Tegur Keras

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pengunjung menikmati matahari saat berjemur setelah pelonggaran lockdown ketika pandemi COVID-19 di pantai St. Pete, Florida, 4 Mei 2020.  Protes luas terjadi di Amerika Serikat  yang menganggap penguncian wilayah melanggar hukum. REUTERS/Steve Nesius

    Puluhan pengunjung menikmati matahari saat berjemur setelah pelonggaran lockdown ketika pandemi COVID-19 di pantai St. Pete, Florida, 4 Mei 2020. Protes luas terjadi di Amerika Serikat yang menganggap penguncian wilayah melanggar hukum. REUTERS/Steve Nesius

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus infeksi virus corona merangkak naik di Amerika Serikat, setelah warga di berbagai negara bagian merayakan Memorial Day atau Hari Pahlawan pada akhir pekan. 

    "Dengan negara ini mulai membuka akhir pekan untuk liburan, saya kembali mengingatkan semua orang bahwa virus corona belum tertanggulangi," kata Dr. Stephen M. Hahn, komisaris Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS.

    "Terserah setiap individu untuk melindungi diri mereka sendiri dan komunitas mereka. Jarak sosial, mencuci tangan, dan memakai topeng melindungi kita semua," imbuh Hahn.

    Waga Amerika berbondong-bondong ke taman, restoran, dan pantai untuk merayakan akhir pekan Memorial Day.

    Di Gulf Shores Alabama, ada ribuan orang di pantai, "Saya sangat senang melihat bahwa banyak dari orang-orang ini, hampir semuanya, melakukan pekerjaan yang bagus terkait jarak sosial," kata Steve Ricks, pengunjung pantai kepada WPMI afiliasi CNN.

    Namun tak semua warga di seluruh AS patuh pembatasan jarak, saat peringatan Memorial Day. Beberapa peringatan kesehatan diabaikan, meskipun ada informasi baru bahwa sekitar 40 persen penularan virus corona terjadi sebelum gejala apa pun.

    Video dari pesta biliar di Danau Ozarks, Missouri, menunjukkan kerumunan besar orang berdesakan di dalam dan di luar kolam. Rekaman hari Sabtu, 23 Mei 2020, datang pada hari yang sama, saat Gubernur Arkansas Asa Hutchinson mengatakan beberapa orang yang menghadiri pesta renang diduga terinfeksi Covid-19.

    Seorang ajudan Gubernur New York Andrew Cuomo, Melissa DeRosa, mengecam keras sebuah restoran di Patchogue yang mengurangi pembatasan pemakaian masker dan jarak sosial. Restoran itu mengizinkan pelanggan masuk ke dalam, untuk mengambil makanan pada Jumat malam yang hujan.

    "Itu bodoh-bodoh untukmu, itu bodoh untuk pelanggan di sekitarmu, itu bodoh untuk bar," katanya pada suatu konferensi pers. Teguran itu akhirnya direspon Dublin De ck Tiki Bar and Grill. Mereka mengunggah permintaan maaf di Instagram, mengatakan, "Tidak ada alasan untuk keselamatan publik. Kami seharusnya tidak mengizinkan siapa pun di dalam apa pun."

    Sementara itu, jarak sosial juga dilupakan di Pantai Daytona, Florida, pada hari Sabtu, ketika seorang pria tampak membuat video rap melemparkan uang dari atas mobil ke kerumunan di jalan utama, kata pihak berwenang.

    Sheriff County Volusia Mike Chitwood mengatakan para petugas sedang mencari melalui rekaman CCTV, untuk mengidentifikasi dan menangkap pria itu.

    Para ahli memperingatkan AS belum aman dari virus corona. Lebih dari 1,6 juta orang Amerika telah terinfeksi dan lebih dari 97.000 orang telah meninggal, menurut Universitas Johns Hopkins.

    Mahasiswa memadati pantai Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat. Foto/Saul Martinez/The New York Times

    "Lihatlah angkanya. Anda akan melihat bahwa pada hari Kamis, lebih dari 20.000 orang Amerika terinfeksi," kata Dr. Seema Yasmin, mantan detektif penyakit di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

    Pada hari Jumat, "jumlah itu naik, dan ada lebih dari 24.000 orang Amerika yang baru didiagnosis dengan Covid-19."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.