Tur Virtual Bakal Jadi Tren, Atourin Buka Kursus Pramuwisata

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemandu wisata banyak kehilangan pekerjaan karena sepinya turis, akibat merebaknya wabah virus corona. Dok. Kemenparekraf

    Para pemandu wisata banyak kehilangan pekerjaan karena sepinya turis, akibat merebaknya wabah virus corona. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengubah aktivitas sehari-hari, termasuk kebutuhan berwisata. Pariwisata semakin lesu saat pandemi Covid-19, karena aktivitas bepergian semakin terbatas. Pramuwisata juga banyak yang tak bekerja lagi.

    Tur virtual belakangan bermunculan untuk memenuhi kebutuhan orang yang ingin bepergian, namun tetap berada di rumah. Perusahaan teknologi pariwisata, Atourin mengadakan pelatihan daring terkait manajemen tur virtual.

    "Program pelatihan semuanya gratis dari Atourin untuk edukasi alternatif para pemandu wisata, solusi masa pandemi ini," kata Co-Founder Atourin, Benarivo Triadi Putra, kepada TEMPO, Minggu, 10 Mei 2020.

    Pelatihan pertama diadakan pada 25 April 2020. Pelatihan selama 150 menit, peserta terutama pemandu wisata yang tersertifikasi. Pelatihan pertama pendaftar tercatat sebanyak 82 peserta.

    "Sekitar 46 peserta mengikuti training di hari-H," katanya, "Kami mengadakan kembali pelatihan kedua pada Sabtu, 9 Mei 2020 kemarin pagi, peserta 50 orang."

    Benarivo menjelaskan, seluruh peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Cara peserta mendaftar melalui daring, kemudian menunggu pengumuman seleksi dari tim Atourin. "Setelah proses pelatihan, kami memfasilitasi pemandu wisata untuk memandu tur virtual," ujarnya.

    Atourin berencana mengadakan lagi pelatihan tur virtual masih pada Mei. "Ada sekali lagi untuk peserta umum, diusahakan sebelum Lebaran," katanya.

    Atourin telah mengadakan dua kali tur virtual, Natuna dan Sumba. Tur virtual Natuna berlangsung pada 2 Mei. Sedangkan tur virtual Sumba, pada 8 Mei. "Tur virtual langsung dipandu oleh pemandu wisata yang telah mengikuti pelatihan," katanya.

    Benarivo menjelaskan, tur virtual sebagai penerapan proses pelatihan. "Mereka sudah langsung bisa mendapatkan penghasilan melalui kegiatan tur virtual berbayar tersebut," ujarnya.

    Flyer pelatihan pramuwisata untuk tur virtual. Foto: @atourin.official

    Peserta yang ikut tur virtual itu membayar, Rp 50 ribu untuk dua orang. Sedangkan untuk lima orang, Rp 100 ribu. Atourin akan mengadakan lagi tur virtual ke Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta, pada, Sabtu, 16 Mei. "Nanti bersama pemandu yang sudah mengikuti pelatihan kedua," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.