Hermawan Kartajaya: Pariwisata Setop Ekonomi Setop, Artinya...

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hermawan Kartajaya. Dok. TEMPO/Seto Wardhana

    Hermawan Kartajaya. Dok. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli pemasaran Hermawan Kartajaya menyampaikan prediksi tentang industri pariwisata seusai wabah corona. Founder and Chairman MarkPlus Inc., Hermawan Kartajaya mengatakan saat ini sektor pariwisata yang paling terdampak pandemi dan berimbas ke sektor lain.

    "Sekarang semua sadar, ketika pariwisata setop, ekonomi juga setop," kata Hermawan Kartajaya dalam diskusi daring bertema Industry Roundtable Tourism and Hospitality Industry Perspective, Jumat 24 April 2020. "Semua baru sadar bahwa pariwisata adalah tulang punggung ekonomi."

    Setelah wabah corona berlalu, menurut Hermawan Kartajaya, kondisi pariwisata tak akan sama lagi seperti dulu. Terutama perilaku wisatawan akan semakin selektif dalam memilih destinasi wisata yang memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan keberlangsungan terhadap lingkungan. "Bukan harga saja yang dipertimbangkan," kata dia.

    Petugas membersihkan area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang sepi pengunjung di Badung, Bali, Sabtu, 21 Maret 2020. Pemprov Bali mengeluarkan seruan untuk menutup sementara kegiatan kunjungan di obyek wisata di seluruh Bali sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 atau Virus Corona. ANTARA

    Wisatawan, Hermawan melanjutkan, menginginkan destinasi wisata yang bersahabat dengan alam, menerapkan protokol keamanan dan kebersihan dengan baik, serta memiliko sistem mitigasi yang tepat. Dia mengapresiasi Bali yang dianggap mampu menjadi contoh dalam mengkombinasikan nilai-nilai ketuhanan, hubungan antar-individu, dan kebudayaan dalam sektor pariwisata.

    "Sekarang tinggal bicara persiapan apa yang perlu dilakukan untuk menyambut kembali wisatawan setelah wabah corona," kata Hermawan Karyajaya. Selain Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menurut dia, juga mulai menerapkan pariwisata berkelanjutan. "Karena mereka menyadari bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi."

    Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan pemerintah mempersiapkan perubahan tren berwisata seusai wabah corona. "Kami akan menyiapkan destinasi wisata yang mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan, termasuk di dalamnya mematuhi protokol kesehatan dan keamanan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.