Wisata Susur Sungai dari Pedalaman hingga Jantung Kota

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kali Gajah Wong menjadi destinasi wisata susur sungai dengan perahu. Foto: @kaligajahwongku

    Kali Gajah Wong menjadi destinasi wisata susur sungai dengan perahu. Foto: @kaligajahwongku

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia memiliki ribuan sungai, baik besar maupun kecil. Potensi alam ini telah dimanfaatkan untuk wisata susur sungai. Bentuknya juga beragam, mulai wisata arung jeram di pedalaman hingga menikmati pemandangan sungai di perkotaan.

    Wisata susur sungai juga menguntungkan bagi konservasi. Hal tersebut salah satunya dilakukan oleh warga Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Mereka mengembangkan paket wisata body rafting Green Canyon di Sungai Cijulang, Pangandaran. Keberadaan wisata susur sungai itu, terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus kesadaran untuk memelihara sungai dan bantarannya.

    Nilai plus menjaga alam itu akhirnya juga dinikmati warga, dengan merasakan lingkungan yang sehat sekaligus peningkatan pendapatan. Berikut wisata susur sunga dari pedalaman hingga perkotaan, yang dirangkum TEMPO.

    Jembatan Repo-repo yang melintas di atas Sungai Mahakam membuat wisatawan mudah berkunjung ke Pulau Kumala. Foto: Danispro

    Sungai Mahakam, Samarinda

    Menyusuri Sungai Mahakam sepanjang 920 kilometer di Kalimantan Timur, pelancong dapat menyerap tiga budaya sekaligus. Budaya pesisir, budaya pedalaman, serta budaya keraton. Tentu saja masih ditambah keindahan panorama di sepanjang tepi sungai.

    Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menggagas pengembangan wisata sungai dengan kapal pesiar. Salah satu kapal yang melayani pesiar di Sungai Mahakam adalah Kapal Pesut Betong, yang menyusuri Sungai Mahakam sekaligus singgah ke destinasi-destinasi bersejarah.

    Sungai Kalimas, Surabaya

    Sungai Kalimas di Surabaya kian cantik. Selain aliran sungainya kian bersih, bila malam hari, wisatawan dimanja dengan cahaya lampion di atas Sungai Kalimas dengan warna-warni yang semarak.

    Wisata susur Sungai Kalimas kini menjadi destinasi baru bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Warga bisa menyusuri sungai dengan perahu yang melaju pelan di bawah cahaya lampion. Wisata susur sungai dimulai di Dermaga Taman Prestasi Jalan Ketabang Kali.

    Pengunjung bisa memilih jalur, pendek atau panjang. Jalur pendek dimulai dari Taman Prestasi-Taman Ekspresi-Taman Prestasi atau bisa juga dari Taman Prestasi-Monkasel-Taman Prestasi. Durasinya sekitar 15 menit. Sedangkan untuk jalur panjang berawal dari Taman Prestasi-Monkasel-Siola-Taman Prestasi, dengan durasi 30 menit.

    Suasana Kalimas yang di penuhi permainan cahaya dan lampion saat Kalimas Night Festival, di Taman Prestasi, Surabaya, Sabtu (30/3). Kalimas Night Festival ini digagas untuk menguatkan Kalimas sebagai ikon kota Surabaya untuk kegiatan seni dan budaya. TEMPO/Fully Syafi

    Wisata ini buka setiap hari, namun jamnya operasionalnya bervariasi. Khusus Hari Senin-Jumat, jam operasionalnya dari pukul 08.00-15.00 WIB, lalu buka lagi pukul 18.00-21.00 WIB. Sedangkan Hari Sabtu, jam operasionalnya dari pukul 08.00-13.00 WIB, lalu buka lagi pukul 18.00-21.00 WIB. Lalu khusus Hari Minggu, jam operasional dari pukul 07.00-12.00 WIB, lalu buka lagi pukul 18.00-21.00 WIB.

    Sungai Sekanak, Palembang

    Pemerintah Kota Palembang mengembangkan aktivitas wisata menyusuri Sungai Musi ke anak sungai di sekitarnya. Para wisatawan bisa menyusuri Sungai Musi dan anak sungainya – termasuk Sungai Sekanak -- dengan perahu hias.

    Pemerintah menyediakan beberapa unit perahu hias baru untuk digunakan mengarungi sungai. Satu perahu hias berkapasitas maksimal 20 orang. Selain untuk wisata, perahu hias ini juga bisa digunakan masyarakat sekitar sebagai sarana transportasi sehari-hari.

    Salah satu daya pikat wisata susur sungai di Palembang adalah keberadaan Pulau Kemaro. Waktu tempuh menuju Pulau Kemaro kira-kira 20 menit. Selama perjalanan, wisatawan akan merasakan sensasi menyusuri Sungai Musi dan melintasi Jembatan Ampera (jembatan yang membelah wilayah Ulu dan Ilir Kota Palembang).

    Ratusan pengunjung berada disekitar Pagoda di Pulau Kemaro, di tengah Sungai Musi untuk merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 tahun baru Imlek dan berwisata religus, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2). Sekitar 20 ribu warga keturunan Tionghoa yang tidak hanya berasal dari Palembang tetapi sejumlah negara, seperti Sngapura dan Malaysia beribadah dan berwisata religi di pulau yang dikenal dengan legenda percintaan abdi Tan Bun An, saudagar dari China dan Siti Fatimah perempuan asli Palembang yang berakhir dengan kematian bersama. ANTARA/Nila Fu'adi

    Tak cuma itu, bangunan-bangunan tradisional Cina berupa rumah-rumah panggung pun akan menyapa pandangan di sepanjang perjalanan. Harga sewa per perahu berkisar Rp 110 ribu pergi-pulang. Sedangkan untuk masuk ke pulau, pengunjung cukup memberi uang donasi seikhlasnya.

    Fasilitas di pulau ini cukup lengkap. Ada tempat berteduh, warung-warung makanan, dan toilet. Namun tak terdapat penginapan.

    Arung Jeram, Sungai Cimanuk

    Sejumlah desa di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah membangun fasilitas untuk menunjang objek wisata arung jeram Sungai Cimanuk. Meskipun dikelola warga desa, arung jeram di Sungai Cimanuk ditangani para profesional sejak pendiriannya.

    Pemerintah setempat melakukan kajian bersama tim profesional di bidang olah raga arung jeram dan arsitek. Hasil kajian mereka menyatakan Sungai Cimanuk yang melintas di Kecamatan Cibatu memiliki jalur yang menarik dan ada empat tingkatan untuk lintasan arung jeram.

    Objek wisata arung jeram di Kecamatan Cibatu ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes bersama masyarakat setempat. Pengelola wisata arung jeram ini juga akan melibatkan para ahli sampai mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjajaran (Unpad) untuk mengawal dan memandu kegiatan arung jeram.

    Sungai Loksando, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

    Mengarungi sungai berjeram dengan bambu tentu menciptakan keriangan sekaligus ketegangan. Bamboo rafting alias arung jeram dengan rakit bambu menjadi pemikat wisatawan untuk datang ke Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Lokasi objek wisata Loksado sudah populer di kalangan para pelancong. Mereka berdatangan dari sejumlah daerah di Indonesia, bahkan turis mancanegara juga kerap datang. Tapi, banyak juga wisatawan dari Kalimantan Selatan yang ingin merasakan sensasi menaiki rakit bambu sembari berarung jeram.

    Festival Loksado 2019 dengan acara atraksi utama lanting paring atau rakit bambu melintasi jeram. Dok. Kemenparekraf

    Pada libur sekolah yang bertetapatan dengan libur akhir tahun, kunjungan wisatawan sangat ramai. Bahkan, stok perahu bambu yang tersedia tidak mencukupi. Tak sedikit pula pengunjung yang menyiapkan perahu karet sendiri untuk tetap bisa merasakan arung jeram.

    Ada sekitar 80 perahu bambu milik masyarakat yang tersedia untuk bamboo rafting, setiap harinya selalu habis disewa dengan tarif Rp330.000 untuk tiga sampai empat orang dengan durasi perjalanan 2 hingga 3 jam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.