Wabah Virus Corona, Bali Dikabarkan Jadi Kota Hantu, Benarkah?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menari bersama penari Joged saat masa liburan Natal dan Tahun Baru 2020 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, 28 Desember 2019. Johannes P. Christo

    Wisatawan menari bersama penari Joged saat masa liburan Natal dan Tahun Baru 2020 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, 28 Desember 2019. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Badung - Wabah virus corona yang terjadi di Wuhan, Hubei, Cina, memukul aktivitas wisata di sejumlah negara. Pemerintah memberlakukan seleksi ketat dan deteksi terhadap setiap orang yang masuk ke negara mereka, baik melalui jalur udara, darat, maupun laut.

    Bali yang menjadi destinasi wisata populer di Indonesia sampai dikabarkan seperti kota hantu gara-gara wabah virus corona. Atas informasi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengklarifikasi kabar tersebut tidak benar.

    "Jangan percaya pada pemberitaan di beberapa media yang menyatakan Bali sebagai kota hantu. Itu tidak benar karena pariwisata Bali masih hidup," kata Wayan Koster saat peluncuran Calendar of Event Tahun 2020 Kota Banjarmasin di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu malam, 22 Februari 2020.

    Gubernur Bali I Wayan Koster.

    Dia menjelaskan, puluhan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara masih berdatangan ke Pulau Dewata. "Ini menunjukkan bahwa Bali masih menjadi destinasi wisata terbaik dunia. Bali masih nyaman, dan menarik dikunjungi," ucapnya.

    Wayan Koster menambahkan, wisatawan tak perlu khawatir datang ke Bali karena masih aman dari virus corona. Sektor pariwisata, menurut dia, menjadi bidang unggulan yang paling cepat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi.

    Pariwisata, kata dia, menempati peringkat kedua setelah minyak dan gas sebagai penghasil devisa negara. "Pariwisata yang dikelola dan dipelihara dengan baik tidak akan pernah habis, tidak seperti sumber daya alam yang lain," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.