Wishnutama: Belum Ada Larangan Wisatawan Asal Cina, kecuali Wuhan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama NET TV Wishnutama melambaikan tangan saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Kedatangan Wishnutama tampaknya mengejutkan khalayak publik karena dirinya akan segera diangkat sebegai pembantu Presiden Jokowi. Sebelumnya, ia tidak pernah berkecimpung pada dunia politik ataupun pemerintahan. TEMPO/Subekti

    Komisaris Utama NET TV Wishnutama melambaikan tangan saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Kedatangan Wishnutama tampaknya mengejutkan khalayak publik karena dirinya akan segera diangkat sebegai pembantu Presiden Jokowi. Sebelumnya, ia tidak pernah berkecimpung pada dunia politik ataupun pemerintahan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan belum ada pelarangan terhadap kedatangan wisatawan asal Cina yang masuk ke Indonesia, kecuali dari Wuhan.

    Seperti diketahui, Kota Wuhan di Provinsi Hubei, Cina adalah tempat awal ditemukannya virus corona. Informasi dari National Health Commission RRT pada Senin, 27 Januari 2020, menyatakan jumlah individu yang terinfeksi virus corona di Cina sebanyak 2.823 orang, dengan jumlah pasien meninggal 81 orang.

    "Kementerian Luar Negeri secara umum mengeluarkan status kuning atau travel advice di Cina untuk memperingatkan warga Indonesia yang akan pergi ke Cina. Tapi untuk Wuhan statusnya merah atau dilarang," kata Wishnutama saat rapat koordinasi pencegahan virus corona di Indonesia di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

    Di Indonesia, ada tujuh kota yang terhubung dengan rute penerbangan ke kota-kota di Cina. Tujuh kota itu adalah Jakarta, Denpasar, Manado, Batam, Semarang, Solo, dan Surabaya. Adapun penerbangan dari Indonesia ke Wuhan adalah dari Denpasar dengan frekuensi empat kali seminggu. Pada triwulan keempat 2019, tercatat sebanyak 1.720 penumpang bolak-balik Denpasar - Wuhan setiap minggunya.

    Penumpang memakai topeng saat mereka berjalan melewati mesin pemindai yang memantau suhu orang-orang setelah menyebarnya virus Corona di Cina, di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, 24 Januari 2020. Dikabarkan terdapat seorang wisatawan asal Cina yang berkunjung ke Sri Lanka, yang terinfeksi virus Corona. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah telah menutup penerbangan dari dan ke Wuhan. "Sementara dari kota di Cina lainnya belum dilarang karena belum ada pernyataan kebahayaan dari WHO," katanya. Meski begitu, petugas di sejumlah bandara, pelabuhan, dan perbatasan menerapkan prosedur tertentu kepada penumpang dan kru pesawat dari penerbangan internasional, termasuk dari Cina yang datang ke Indonesia.

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berharap masyarakat tenang. "Saya mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat agar imunitasnya terjaga dengan baik," kata Terawan. Dia menjelaskan, pemerintah bertanggung jawab penuh untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Tanah Air. Begitu juga dengan pemerintah Cina yang bertanggung jawab memastikan orang yang keluar dan masuk ke negaranya dalam kondisi sehat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.