Ini Aksi Hijaukan Gili Trawangan dengan Trembesi dan Flamboyan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing duduk di salah satu restoran di Pantai Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 26 November 2018. Kawasan wisata ini sempat sepi wisatawan setelah terdampak gempa Lombok pada bulan Juli lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Sejumlah wisatawan asing duduk di salah satu restoran di Pantai Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 26 November 2018. Kawasan wisata ini sempat sepi wisatawan setelah terdampak gempa Lombok pada bulan Juli lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Selama sepekan hingga Senin 20 Januari 2020, para relawan yang terdiri dari pelaku wisata asal Gili Trawangan dan Bali bergabung melakukan penghijauan.

    Mereka yang bergerak sebagai volunter peduli lingkungan terdiri dari 60 orang asal Gili Trawangan dan 60 orang asal Bali. Mereka menanam 1.000 pohon trembesi dan flamboyan di sepanjang jalan pantai timur dan tengah pulau wisata Gili Trawangan.

    Penanaman pohon flamboyan diutamakan di sepanjang jalan pantai timur dan trembesi di area tengah. Mulai dari Pasar Senin di selatan pantai timur hingga Jambu Luwuk di utara sejauh 2 kilometer.

    Trembesi ditanam mulai dari titik Good Heart hingga ke lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) di tengah pulau, "Kami ingin menjadikan Gili Trawangan tidak hanya hijau sejuk tetapi juga indah dipandang," kata  salah seorang tokoh setempat, Haji Malik kepada Tempo.

    Penanaman 1.000 bibit trembesi dan flamboyan merupakan hasil penyemaian benih yang diperoleh dari volunter di Bali. Dilakukan penyemaian selama 11 bulan di atas areal seluas 15 are di utara bukit. Seterusnya, kegiatan penanaman terus dilakukan setelah periode kedua penyemaian selesai dilakukan.

    Pemilihan trembesi dikarenakan jenis pohon ini rindang. Jika sudah tumbuh besar dapat merindangkan pulau seluas 340 hektar tersebut. Sedangkan pemilihan flamboyan itu diharapkan setiap bulan Desember keluar bunga. Tampak cantik jika dilihat dari arah Gili Meno.

    Jarak tanam trembesi setiap 10 meter yang jika tumbuh besar maka ujung atas pohon akan saling menutupi jalan sehingga rindang. Sedangkan penanaman flamboyan setiap jarak enam meter yang ujung atasnya juga diharapkan saling bertautan.

    Para relawan bersiap menanam pohon trembesi dan flamboyan yang di masa depan membuat Gili Trawangan kian asri, Minggu (20/1). TEMPO/Supriyantho Khafid

    Kepala Dusun Gili Trawangan Husni bersyukur para pelaku usaha wisata bersama warga bergotong royong menghijaukan pulau wisata utama di Nusa Tenggara Barat (NTB). "Mereka ingin sekeliling Gili Trawangan sejauh tiga kilometer menjadi asri," ujarnya.

    Sedangkan di kawasan wisata Senggigi, Lombok, Sheraton Senggigi Beach Resort (SSBR) menggunakan program CSR (Corporate Social Responsibility) mengadakan Senggigi Plogging - kegiatan olahraga sambil mengumpulkan sampah sejauh 3,8 kilometer di area Senggigi, "Kegiatannya terbuka untuk umum," ucap Marketting Communication Manager SSBR Swarti Indah Diningrum kepada TEMPO.

    Senggigi Plogging diadakan Ahad 26 Januari 2020 mulai pukul 08.30. Ini adalah kegiatan partisipasi untuk lingkungan. Masing-masing peserta akan dibagikan kantong sampah nonplastik. "Sambil lari keluar keringat tetapi juga memungut sampah," katanya. Dijadwalkan kegiatan ini akan berlangsung setiap dua bulan sekali.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.