Ini Pengaruh OTA Terhadap Gairah Pelesiran Milenial

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Kelud

    Gunung Kelud

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan teknologi agen perjalanan online (OTA) memicu minat untuk melancong. Kemudahan fitur layanan semakin menambah gairah untuk bepergian.

    "Mau pilih penerbangan, hotel, rental mobil, destinasi wisata, akan lebih mudah," kata Pimpinan Eksekutif (CEO) tiket.com, George Hendrata, Kamis, 16 Januari 2020.

    Pelancong milenial, ucap dia, termasuk kalangan yang paling akrab dengan teknologi tersebut. George menambahkan, tren bepergian kalangan milenial pun tak lagi sebuah destinasi wisata yang umum. Tapi destinasi yang tidak populer, termasuk kategori yang diminati.

    "Akhirnya bisa dapat ide mau pergi ke mana. Tren milenial sudah jelas mau pergi ke tempat yang instagramable," ucapnya.

    Menurut dia, tak cuma soal destinasi wisata, tapi juga moda transportasi publik. Ia mencontohkan, ketika ia berkunjung ke Moskow, Rusia. Ia terkesan dengan Metro Moskwa. Penataan interior yang menghiasi memikat pandangan.

    "Ada dari marmer, lampu seperti di ruang ballroom, itu menarik. Sepertinya milenial itu pengen ketemu dan membagikan pengalaman seperti itu," tuturnya.

    Tampilan terbaru mobile web Tiket.com, m.tiket.com. Foto: tiket.com

    Kemudian, kecenderungan kalangan milenial suka menggunakan uang untuk melancong. "Ada kecenderungan mending traveling untuk pengalaman biar eksis, daripada beli barang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.