Upacara Belo Ahik, Tradisi Bangun Rumah Adat di Flores

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upacara Belo Ahik yang merupakan ritual renovasi rumah adat di Ratulodong, Flores. Foto: Florespost

    Upacara Belo Ahik yang merupakan ritual renovasi rumah adat di Ratulodong, Flores. Foto: Florespost

    TEMPO.CO, Larantuka - Masyarakat Flores memiliki salah satu ritual membangun rumah adat. Upacara adat bernama Belo Ahik itu dilaksanakan oleh penduduk Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.

    Seorang tokoh muda Desa Ratulodong, Andi Maran mengatakan ritual Belo Ahik dilaksanakan seusai merenovasi, membangun, atau merombak rumah adat. Menjelang renovasi rumah adat selesai, tetua adat atau orang tua lewo berunding untuk menetapkan waktu pelaksanaan ritual Belo Ahik.

    Setelah ada kepastian waktu, masyarakat Desa Ratulodong bersama-sama menyiapkan sebelas ekor hewan berupa kambing atau babi, yang akan disembelih. "Hewan-hewan ini dibawa oleh suku-suku yang ada di Desa Ratulodong," kata Andi Maran. Setelah disembelih, masyarakat memasak daging hewan tadi dan dibagikan kepada anak yatim, janda, dan orang miskin.

    Upacara adat Belo Alih ini mencerminkan rasa syukur kepada Tuhan Rera Wulan Tana Ekan, leluhur bahwa kegiatan renovasi telah terlaksana dengan lancar. Masyarakat adat juga memberikan perhatian kepada anak yatim, janda, dan orang-orang miskin melalui pemberian makanan dari sumbangan suku-suku tadi.

    TERAS.ID | FLORESPOST.CO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?