Di NTB, Wisatawan Lebih Banyak Menginap di Hotel Melati

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berada di Kuta Beach Park The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya,  Lombok Tengah, NTB, 24 Juni 2018. Delapan investor tertarik membangun hotel atau resort di KEK Mandalika pada tahap awal dengan total nilai investasi mencapai Rp 13 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Pengunjung berada di Kuta Beach Park The Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, 24 Juni 2018. Delapan investor tertarik membangun hotel atau resort di KEK Mandalika pada tahap awal dengan total nilai investasi mencapai Rp 13 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang Januari - November 2019, wisatawan yang menginap di hotel se-Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 1.850.301 orang. Mereka berasal dari dalam negeri 1.531.010 orang dan wisatawan mancanegara 319.291 orang.

    Data dari Badan Pusat Statistik NTB belum terhitung wisatawan yang menggunakan kapal pesiar, yang datang dan meninggalkan NTB pada malam harinya.

    Sementara untuk pilihan menginap, wisatawan yang menginap di NTB lebih banyak di hotel non bintang atau hotel melati. Jumlah wisatawan yang menginap di hotel melati 1.213.652 orang atau 65,59 persen. Sedangkan yang menginap di hotel bintang sebanyak 636.649 orang atau 34,41 persen.

    Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Suntono, wisatawan nusantara yang menginap di hotel bintang mencapai 467.613 orang dan wisatawan mancanegara 169.036 orang. Sedangkan wisatawan nusantara yang menginap di hotel non bintang 1.063.397 orang dan wisatawan mancanegara 150.255 orang. ''Angka menginap terbanyak mereka di hotel bintang maupun non bintang adalah berasal dari dalam negeri,'' katanya.  

    Santorini Beach Resort - Gili Trawangan. Foto: @santoriniresort

    BPS NTB memaparkan data hunian kamar hotel sebulan terakhir, November 2019 yang belum memasuki musim libur, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan November 2019 mengalami penurunan dibandingkan bulan Oktober 2019 sebesar 4,98 poin. TPK bulan November 2019  hanya sebesar 45,31 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan Oktober 2019 sebesar 50,29 persen.

    Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang bulan November 2018 mengalami kenaikan  sebesar 7,07 poin.

    Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan November 2019 tercatat 1,93 hari. Ini mengalami penurunan  sebesar 0,11 hari dibandingkan dengan RLM bulan Oktober 2019 sebesar 2,13 hari.

    Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan November 2019 tercatat 68.871 orang yang terdiri dari 55.743 orang tamu dalam negeri atau 80,94 persen dan 13.128  orang tamu luar negeri  atau 19,06 persen.

    Sedangkan TPK Hotel Non Bintang bulan November 2019 mengalami penurunan sebesar 1,13 poin dibanding bulan Oktober 2019 dengan TPK sebesar 29,76 persen. Jika dibandingkan dengan bulan November 2018 mengalami kenaikan sebesar 5,22 poin dari 23,41 persen.

    Gili Trawangan. TEMPO/Supriyantho Khafid

    Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan November 2019 sebesar 1,60 hari, mengalami penurunan 0,12 hari dibandingkan dengan RLM bulan Oktober 2019 sebesar 1,72 hari.

    BPS NTB juga mencatat jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan November 2019 sebanyak 136.802 orang atau turun sebesar 1,21 persen dibanding bulan Oktober 2019. Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional turun 3,42 persen menjadi sebanyak 10.327 orang.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.