Jalan Pengorbanan Sokushinbutsu, Ritual Memumikan Diri Sendiri

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biksu sekte Shugendo menjadi mumi dengan ritual yang dikenal sebagai sokushinbutsu, yakni memumikan diri sendiri. Foto: Atlas Obscura

    Biksu sekte Shugendo menjadi mumi dengan ritual yang dikenal sebagai sokushinbutsu, yakni memumikan diri sendiri. Foto: Atlas Obscura

    TEMPO.CO, Jakarta - Di kuil-kuil di wilayah Jepang bagian utara, terdapat lebih dari dua lusin mumi biksu Jepang. Mereka menjadi mumi dengan ritual yang dikenal sebagai sokushinbutsu. Mereka adalah para pengikut Shugendo, bentuk kuno agama Buddha. Para biksu meninggal dalam tindakan yang keras dan kejam terhadap dirinya sendiri.

    Sebagaimana dilukiskan Atlas Obscura, untuk memumikan diri sendiri mereka menjalani beberapa tahapan yang keras, penuh kedisiplinan, dan kesabaran serta keteguhan. Ritual dimulai dengan mengudap makanan khusus yang hanya terdiri dari kacang-kacangan dan biji-bijian selama tiga tahun. Selama itupula mereka melakukan aktivitas fisik yang keras, untuk menghilangkan lemak tubuh mereka. 

    Mereka kemudian makan hanya kulit kayu dan akar selama tiga tahun dan mulai minum teh beracun yang terbuat dari getah pohon urushi – yang biasanya digunakan untuk pernis mangkuk. Meminum teh itu menyebabkan muntah dan kehilangan cairan tubuh dengan cepat, dan — yang paling penting — itu membunuh belatung apa pun, yang menyebabkan tubuh membusuk setelah kematian.

    Tahap selanjutnya, seorang biksu yang melakukan mumifikasi diri mengunci dirinya di sebuah makam batu -- yang tidak lebih besar dari tubuhnya. Di dalamnya, sang biksu tidak akan bergerak dari posisi lotus. Satu-satunya koneksi ke dunia luar adalah tabung udara dan bel. Setiap hari, dia membunyikan bel agar orang-orang di luar tahu bahwa dia masih hidup. Ketika bel berhenti berdering, tabung dilepas dan makam disegel.

    Tidak semua biksu yang berusaha melakukan mumifikasi diri berhasil. Ketika makam akhirnya dibuka, beberapa mayat ditemukan telah membusuk. Mereka yang gagal menjalani sokushinbutsu, tubuh mereka disegel kembali di dalam kuburan batu. Mereka tetap dihormati karena ketekunan mereka, tetapi mereka tidak disembah. 

    Sementara para biksu yang berhasil memumikan diri, diangkat ke status Buddha, dipamerkan, dan dimuliakan oleh pengikut mereka. Pemerintah Jepang melarang praktik sokushinbutsu pada akhir abad ke-19, meskipun praktiknya tampaknya berlanjut hingga abad ke-20.

    Para biksu memumikan diri sendiri dalam posisi lotus, bertapa dengan bersila. Foto: Atlas Obscura

    Kira-kira 28 dari sokushinbutsu ada di kuil-kuil di utara Jepang. Namun hanya 16 di antaranya yang dapat dikunjungi. Di antara mumi itu, yang paling terkenal adalah Shinnyokai Shonin dari Kuil Dainichi-Boo di gunung suci Yudono. Mayoritas biksu yang melakukan mumifikasi diri melakukannya di dekat kuil ini.

    Kuil ini menjadi favorit untuk ritual sokushinbutsu karena memiliki mata air berkadar arsenik yang tinggi, dan membantu para biksu dalam proses mumifikasi. Selain di Gunung Yudono, lokasi untuk memumikan diri ini, terdapat di bawah gunung suci itu seperti di Kuil Nangakuji, di pinggiran kota Tsuruoka, dan di Kuil Kaikokuji di kota kecil Sakata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.