Masih Ada Api di Lereng Semeru

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Padang savana yang terbakar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Gunung Semeru. TEMPO/Eko Widianto

    Padang savana yang terbakar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Gunung Semeru. TEMPO/Eko Widianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Api masih membakar hutan dan padang sabana di lereng Gunung Semeru. Titik kebakaran hutan dan lahan terpantau di Landengan Dowo dan pos 1. Petugas gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBNTBTS) belum bisa menjinakkan api.

    Sedangkan sejumlah titik api berhasil dipadamkan meliputi kawasan Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo, Watu Tulis, Gunung Lanang, Cengkleng dan Bantengan. Luas lahan yang terbakar mencapai 102 hektare.

    "Bantuan personil pemadaman kebakaran datang dari berbagai pihak. Total 660 personil," kata Kepala sub bagian data evaluasi dan pelaporan BBTNBTS, Sarif Hidayat,

    Petugas juga menggelar salat istisqo’ di halaman Posko Ranupani, Lumajang. Memanjat doa agar turun hujan memudahkan proses pemadaman. Selama proses pemadaman, mereka terus berkoordinasi dengan tim teknis untuk menangani kebakaran hutan.

    Para relawan menggunakan aneka peralatan antara lain jetshooter, garu, sabit, parang, flame freeze, dan truk. Kebakaran di permukaan sulit dipadamkan karena dedaunan tebal dan rumput mengering, yang  menjadi media yang efektif untuk api membakar hutan.

    Relawan, aparat, dan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBNTBTS) menggelar salat Istisqa atau salat memohon hujan. Foto: BBNTBTS

    Fokus pemadaman dengan mendekati titik api yang terjangkau. Lantas api dipadamkan dengan jetshooter, gepyok dan ranting. Serta membuat sekat bakar di daerah yang memiliki medan datar agar api tak meluas.

    "Prinsip pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan mengutamakan keselamatan jiwa," katanya. Dilakukan pememadaman area yang terjangkau serta memperhatikan arah dan kecepatan angin. EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.