Ed Dickens, Pria yang Membangkitkan Lokomotif Monster

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggemar kereta tua menyambut kehadiran Big Boy di Evanston, Wyoming. Mereka antusias melihat Big Boy melaju kembali. Foto: Atlas Obscura/Justin Franz

    Penggemar kereta tua menyambut kehadiran Big Boy di Evanston, Wyoming. Mereka antusias melihat Big Boy melaju kembali. Foto: Atlas Obscura/Justin Franz

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak bisa ditampik, Ed Dickens adalah seorang “rockstar” dalam sejarah perkeretapian Amerika Serikat (AS). Sebagaimana diberitakan Atlas Obscura, Dickens adalah insinyur dan mekanik lokomotif uap yang memelihara armada kereta uap dan diesel bersejarah milik Union Pacific Railroad (UPR).

    Koleksi dari UPR termasuk lokomotif uap terbesar di dunia, Big Boy – julukan dari penggemar lokomotif dunia. Dickens adalah sosok yang membuat Big Boy No. 4014 pada musim semi 2019, berlari untuk pertama kalinya dalam 60 tahun tidurnya. Perbaikan Big Boy memang dicicil beberapa tahun, hingga lokomotif monster itu bisa berlari kembali.

    Sejak bisa berlari kencang lagi, Big Boy telah melakukan perjalanan keliling negara — ke Utah pada bulan Mei untuk peringatan 150 tahun The 1st Transcontinental Railroad. Ia melintasi Midwest selama musim panas. Sekarang Dickens dan timnya sedang mempersiapkan perjalanan Big Boy terbesar: tur dua bulan melalui 12 negara bagian, dari pangkalan lokomotif di Wyoming ke Utah, Nevada, California, Arizona, New Mexico, Texas, Arkansas, Oklahoma, Kansas , Missouri, dan Colorado. Publik bahkan akan diberi kesempatan langka untuk naik di gerbong-gerbong Big Boy di Los Angeles pada 12 dan 13 Oktober 2019.

    Nah, di stasiun manapun Dickens bersama Big Boy berhenti, ia disambut bak rockstar oleh penggemar kereta tua. Mereka minta tanda tangan, swafoto, dan berdiskusi. Dickens tetap rendah hati dalam komunitas pecinta kereta api kuno itu. Menurutnya, ia adalah bagian dari anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta kepada kereta – sebagaimana orang-orang yang mengerumuninya, "Seluruh hidup saya dikelilingi oleh rel kereta api," katanya. 

    Dickens dibesarkan di Colorado. Semasa kecil dengan sepedanya, ia meluncur ke pelintasan rel jalur Denver dan Rio Grande Barat. Hampir setiap hari ia melakukan itu bersama kawan-kawannya hanya menyaksikan kereta lewat. Terkadang mereka menghabiskan waktu berjam-jam menunggu kereta di sebuah stasiun.

    Pada 1980-an, Dickens bertugas di militer, dan kemudian mulai bekerja di beberapa jalur kereta api bersejarah di Colorado, termasuk Kereta Api Durango & Silverton Narrow Gauge yang terkenal -- yang telah beroperasi sejak tahun 1880-an.

    Ed Dickens (kiri) berbicara dengan Merrill Transtrum (kanan), masinis Big Boy pada 1940-1950. Foto: Atlas Obscura/Justin Franz

    Di Durango & Silverton dan Jalur Kereta Api Georgetown Loop itulah, Dickens belajar dari mekanik veteran berbagai keterampilan yang diperlukan untuk memperbaiki lokomotif uap tua. Banyak perusahaan kereta api mengganti uap dengan diesel pada tahun 1940-an dan 1950-an, dan Dickens adalah salah satu dari sedikit orang dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mempertahankan sisa-sisa kereta uap. “Bekerja dengan orang-orang yang lebih tua itu benar-benar memperkuat hasrat saya untuk lokomotif uap,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?