Pecinta Wisata Bahari Jakata, Yuk ke Pulau Seribu

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peserta stand up paddle sedang menjelajahi perarian Kepulauan Seribu dari Pulau Pramuka menuju Pulau Semak Daun, Minggu, 14 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    Para peserta stand up paddle sedang menjelajahi perarian Kepulauan Seribu dari Pulau Pramuka menuju Pulau Semak Daun, Minggu, 14 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pulau Seribu begitu lekat dengan wisata bahari Jakarta. Bahkan, mereka yang ingin memulai belajar menyelam, menggunakan perairan Kepulauan Seribu untuk berlatih.  

    Nah, pada 21-22 September 2019 nanti, Kepulauan Seribu mengundang para fotografer, perenang laut bebas, masyarakat nelayan pulau, para pedagang, seniman, musisi lokal sampai musisi dunia, dan para milenial pecinta alam menghadiri perhelatan akbar Festival Bahari Jakarta (FBJ).
     
    Kegiatan wisata bahari itu bakal dipusatkan di Pulau Tidung. Perhelatan Festival Bahari Jakarta (FBJ), mengangkat tema "Love Our Ocean" yang diwujudkan dengan kegiatan konservasi laut, seperti aksi bersih pantai dan aksi bersih dalam laut. 
     
    Rencananya, juga digelar tranplantasi trumbu karang yang diawali dengan peletakan 1.000 bibit karang dan penanaman 3.000 bibit mangrove, yang dilaksanakan oleh volunteer milenial dari komunitas Maritim Muda, anggota Pramuka Pulau Tidung, dan sukarelawan umum dari seluruh Indonesia. 
     
    Tentunya kegiatan ini adalah satu langkah untuk sejuta langkah ke depan. Nah, hasil konservasi laut sebelumnya juga bakal didokumentasikan dalam bentuk kompetisi foto underwater, kompetisi budaya pesisir, menikmati open water swimming (OWS). Rencananya OWS menempuh lintasan sejauh 700 meter.
     
    Masyarakat nelayan juga dilibatkan dalam rupa kompetisi merias kapal kayu alias kompetisi perahu hias. Total hadiah yang dipersembahkan oleh Pemprov DKI Jakarta senilai lebih dari Rp100 juta. FBJ utamanya berlokasi di Pulau Tidung, Pulau Pramuka dan Pulau Pari, akan dihelat pada tanggal 21-22 September 2019. 
     
    FBJ diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Pemprov DKI Jakarta, yang perwujudannya diterjemahkan oleh organizer Jak Convex. Penyelenggara bertekad menjadikan FBJ sebagai Pesta Rakyat Bahari pertama di Jakarta, para wisatawan, dan pecinta alam bukan hanya meramaikan pantai namun mereka juga terlibat dalam wisata bahari dan konservasi.
     
    “Keindahan alam bawah laut dan pesisir Kepulauan Seribu menjadikannya sebagai satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Darjamuni.
     
    Dalam rangka mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) seperti  tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1042 Tahun 2018 Tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yaitu Menjadikan Kepulauan Seribu sebagai Pusat Konservasi. 
     
    Darjamuni menambahkan, konservasi alam laut yang selama ini digiatkan oleh tim Pemprov DKPKP, diharapkan bisa melestarikan ekosistem laut, yang tentunya hasil dari konservasi bisa dinikmati masyarakat luas dan meningkatkan minat wisatawan untuk wisata bahari di Pulau Seribu. 
     
    Pada hakikatnya, sifat dari wisata bahari agak berbeda dengan sifat pariwisata pada umumnya, Sri Wahyuni Kepala Bidang Kelautan menegaskan wisata bahari haruslah lebih berkualitas, "Menikmati wisata bahari harus dengan rasa peduli, hal kecil bisa dilakukan dengan membiasakan diri membawa tumbler minum pribadi guna mengurangi sampah plastik,” imbuhnya. 
     
    Jak Convex sebagai organizer didukung penuh oleh Jakarta Tourism Forum, bakal mengkolaborasikan FBJ dengan kegiatan Sudin Pariwisata Pulau Seribu, Oceanic Folk Festival (OFF). Perhelatan ini mempertemukan kebudayaan bahari masyarakat internasional dari Afrika, Amerika Latin, dan Asia-Pasifik dengan kebudayaan masyarakat bahari Pulau Tidung yang khas. 
     
    OFF bakal menampilkan musisi Andi RIF, Kamelia, Amelia Ong, Ino Ensemble, Hip Hop Kupang, Viva Brazil (Brazil), Supa Kalulu (Zimbabwe), Bennett Brandeis (AS), Han Bapeh (Korea), Sindhu Raj (India) dan kesenian unik dari Betawi sendiri seperti Wayang Kulit Betawi dan Tanjidor Brass Band.
    Festival Bahari Jakarta juga melibatkan para nelayan dalam perahu hias. Foto: Dok. Panitia FBJ
     
    FBJ juga didukung Pasar Jaya, yang pada tanggal 22 September akan meluncurkan Jak Grosir, yaitu gudang pusat perdagangan di Pulau Tidung Kecil, yang ditujukan  untuk menyediakan dan menjaga kestabilan harga bahan pokok, hal yang krusial bagi kebutuhan masyarakat pulau. 
     
    Tidak ketinggalan UKM dari Sudin KPKP Pulau Seribu, turut menggelar bazar pangan khas Pulau Tidung seperti keripik sukun, kerupuk anggur laut, ikan asin belah, tangkwe, kerupuk cumi, manisan ceremai, dan masih banyak lagi panganan yang sangat pas untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.