Minggu, 22 September 2019

Jadi Destinasi Super Prioritas, Rp2 T Disiapkan untuk Joglosemar

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang wisatawan duduk di depan bangunan Lawang Sewu, di Semarang, Jawa Tengah, 24 september 2018. Dahulu gedung ini  merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Tempo/Rully Kesuma

    Dua orang wisatawan duduk di depan bangunan Lawang Sewu, di Semarang, Jawa Tengah, 24 september 2018. Dahulu gedung ini merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS yang dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar baik untuk pariwisata Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Presiden Joko Widodo telah menetapkan jika kawasan segitiga Jogja, Solo, dan Semarang alias Joglosemar menjadi destinasi super prioritas dengan ikon utama Candi Borobudur guna mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.

    Penetapan sebagai destinasi super prioritas Joglosemar itu pun diikuti dengan pengucuran anggaran khusus bagi pengembangan wilayah tersebut. Besarnya anggaran untuk pembenahan infrastruktur dan utilitas dasar Jogjlosemar itu Rp 2,1 triliun atau dinaikkan sebesar tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 300 miliar.

    Tujuannya semua infrastruktur dan utilitas dasar, seperti jalan, bandara, dermaga air, dan listrik di Joglosemar harus tuntas selambat-lambatnya 2020, "Jadi tahun depan infrastruktur dan utilitas dasar Joglosemar harus selesai," ujar Arief.

    Arief menuturkan dengan target itu, pihaknya meminta para kepala daerah di kawasan Joglosemar segera berkoordinasi, untuk memetakan dan membenahi infrastruktur dan utilitas dasar pendukung pariwisata daerahnya masing masing, "Nanti walikota, bupati (kawasan Joglosemar) bisa berkoordinasi soal infrastruktur apa yang dibutuhankan dengan Badan Otorita Borobudur," ujar Arief.

    Menurut Arief setelah Jogja memiliki bandara baru Yogyakarta International Airport atau YIA di Kabupaten Kulon Progo, maka diharapkan bisa benar-benar memicu kunjungan wisatawan mancanegara. Ia berharap rute-rute penerbangan internasional diperbanyak.

    Kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang hadir dalam kesempatan itu, Arief mengatakan Kementerian Pariwisata sudah bersepakat jika ada rute penerbangan internasional baru akan didukung penuh, agar segera terealisasi.

    "Kemenpar akan support 100 persen jika ada penerbangan baru dari luar karena enam bulan penerbangan pertama, misalnya dari China, Malaysia, Singapura, Kamboja, itu memang harus disubsidi," ujarnya.

    Stupa atau puncak Candi Borobudur dapat dilihat dari area persawahan di desa di luar candi peninggalan Sidharta Gautama itu, Kamis, 11 Juli 2019. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    Dengan daya dukung bandara dan pembenahan infrastruktur serta utilitas dasar, Arief optimis lima tahun mendatang kunjungan wisatawan yang mengunjungi kawasan Joglosemar akan melonjak menjadi 2 juta wisatawan mancanegara.

    Jika angka kunjungan wisatawan manca itu tercapai, maka diperkirakan akan menghasilkan devisa sekitar US$2 miliar.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe