Magelang Dikepung 3 Kota Wisata, Titip Wisatawan ke 4 Bandara

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stupa atau puncak Candi Borobudur dapat dilihat dari area persawahan di desa di luar candi peninggalan Sidharta Gautama itu, Kamis, 11 Juli 2019. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    Stupa atau puncak Candi Borobudur dapat dilihat dari area persawahan di desa di luar candi peninggalan Sidharta Gautama itu, Kamis, 11 Juli 2019. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    TEMPO.CO, Magelang - Kabupaten Magelang, Jawa Tengah punya target menggaet 7 juta wisatawan pada tahun ini. Pembagiannya, 6,5 juta wisatawan domestik, dan 500 ribu wisatawan asing.

    Baca: Lihat Panorama 5 Gunung Sekaligus dari Atas, Datanglah ke Sini

    Sekilas mungin mudah menarik minat wisatawan untuk singgah di Kabupaten Magelang. Musababnya, daerah ini 'dikepung' tiga tempat yang menjadi destinasi wisata bagi turis lokal maupun mancanegara. Magelang terletak di tengah-tengah, antara Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang.

    Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Setiyarso mengatakan lokasi yang strategis itu diharapkan membawa peluang untuk mengeksplorasi 210 daya tarik wisata di Magelang, baik wisata alam, budaya, maupun buatan manusia.

    "Wisatawan cukup mudah untuk datang ke sini karena tiga daerah tadi punya bandara," kata Iwan Setiyarso saat temu media di MesaStila Resort and Spa, Magelang, Rabu, 10 Juli 2019. "Semua bisa masuk ke Magelang karena kami 'punya' empat bandara. Tapi dititipkan semua."

    Empat bandara yang dimaksud Iwan Setiyarso adalah Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adisumarmo di Surakarta, dan dua bandara di Yogyakarta, yakni Bandara Adisutjipto di Sleman dan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Rata-rata waktu tempuh yang diperlukan dari masing-masing bandara itu ke Magelang sekitar 1,5 jam. Kecuali dari YIA Kulon Progo yang membutuhkan waktu setidaknya 3 jam.

    Untuk memangkas waktu tempuh dari Bandara YIA Kulon Progo ke Magelang dan sebaliknya, pemerintah DI Yogyakarta tengah merampungkan detail desain pembangunan jalan pintas melalui Bukit Menoreh. Bukit tersebut memanjang melewati Purworejo, Jawa Tengah – Kulon Progo, DI Yogyakarta – Magelang. Pembangunan fisik jalan tembus itu akan dimulai pada 2021 hingga 2026. "Juga ada jalan tol. Akses Tol Bawen dari Yogyakarta ke Semarang pasti akan lewat Magelang," kata Iwan.

    Baca juga: Travelling ke Bukit Tidar Magelang Tak Khawatir Toilet dan Akses

    Keberadaan akses tol yang sudah ada meskipun belum selesai dibangun diakui cukup menunjang kunjungan wisatawan ke Magelang. Pada 2018, tercatat 6,3 juta wisatawan yang berkunjung, meliputi wisatawan domestik 5,9 juta dan turis asing sekitar 350 ribu wisatawan domestik. "Dari portofolio bisnis wisata, Magelang bisa jadi episentrum pariwisata Jawa Tengah," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.