Minggu, 22 September 2019

17 Agustus Tarik Tambang Biasa, di Jogja Tarik Lokomotif

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan PT KAI di Yogyakarta menggelar lomba tarik lokomotif, yang diikuti para karyawan dan penggemar kereta api, Rail Fans. TEMPO/Muh Syaifullah

    Karyawan PT KAI di Yogyakarta menggelar lomba tarik lokomotif, yang diikuti para karyawan dan penggemar kereta api, Rail Fans. TEMPO/Muh Syaifullah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Biasanya,  tarik tambang menjadi olahraga untuk memeriahkan tarik tambang. Tapi, lain dengan  Depo Lokomotif Yogyakarta. Ini, setiap tim yang terdiri dari 10 orang berlomba menarik lokomotif.

    Padahal berat lokomotif itu mulai 85 hingga 90 ton. Jarak tariknya memang tidak jauh hanya 10 meter saja. Namun dengan berat lokomotif itu, jelas para peserta harus mengeluarkan tenaga ekstra.

    “Lomba ini untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan 17 Agustus. Hanya ada di Yogyakarta," kata Budi Basuki, Kepala Unit Pelaksana Teknis Depo Lokomotif Yogyakarta.

    Para peserta merupakan para pegawai PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 dari berbagai unit kerja. Selain itu juga para penggemar kereta api (Rail Fans) ikut serta.

    Lomba tarik lokomotif digelar di Depo Lokomotif yang berada di sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu pagi, 21 Agustus 2019. Suasana meriah terlihat di lokasi lomba. “Lomba ini juga untuk mempererat hubungan kerja. Faktor keselamatan juga kami utamakan. Untuk meriahkan dan jiwa korsa.  Safety tetap diutamakan,” kata dia. 

    Menurut Eko Budiyanto, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6,  lomba tarik lokomotif ini sangat meriah. Selain menjalin keakraban,  lomba ini juga untuk mengkampanyekan keselamatan kerja. Juga kampanye kepada masyarakat supaya tidak swafoto di lintasan kereta api. Karena sangat membahayakan keselamatan. 

    “Kami minta supaya masyarakat tidak ber-selfie di lintas kereta api. Karena sangat berbahaya. Sekarang handphone sudah dilengkapi dengan kamera dan sering digunakan untuk selfie. Tapi jangan di lintasan kereta api,” kata Eko.

    Yoga Cokro, dari  Rail Fans Yogyakarta menyatakan keikutsertaan para penggemar kereta api dalam lomba ini, sebagai wujud mendukung kampanye keselamatan kereta api. Sedikitnya 20 orang dari Rail Fans ikut memeriahkan lomba tarik lokomotif ini, “Kami senang bisa ikut memeriahkan,” kata dia.

    MUH SYAIFULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe