Menginap 4 Hari 3 Malam di Kepulauan Derawan Bisa Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maratua Paradise Resort di desa Tanjung Harapan, Pulau Maratua, Kep. Derawan, Kab. Berau, Kalimantan Timur, 30 September 2016. TEMPO/ Nita Dian

    Maratua Paradise Resort di desa Tanjung Harapan, Pulau Maratua, Kep. Derawan, Kab. Berau, Kalimantan Timur, 30 September 2016. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepulauan Derawan berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tapi ia bisa dilalui dari dua gerbang utama: melalui Berau atau Tarakan. Nah, terserah ingin yang berlama-lama di pesawat atau speedboat. Keduanya menjanjikan kemudahan dan efisiensi baik dari sisi waktu dan biaya.

    Bila memilih rute Berau, Dari Bandara Sepinggan, Balikpapan, masih dilanjutkan lagi dengan pesawat ke Berau. Lalu dari Bandara Kalimarau dilanjutkan dengan mobil ke Tanjung Redeb, ibu kota Berau, sekitar 2 jam. Lantas dari situ, dilanjutkan dengan speedboat selama 30 menit.

    Bila memilih jalan dari Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai titik keberangkatan. Begitu mendarat di bandara, langsung menuju pelabuhan. Dilanjutkan dengan speedboat selama 3 jam. Mereka yang tak suka berlama-lama di speedboat lebih memilih lewat Berau. Namun rute yang simple melalui Tarakan, bisa menjadi alternatif dan tentu lebih hemat.

    Kepulauan Derawan terdiri dari beberapa pulau yang bisa dijelajahi dalam beberapa hari. Di hari pertama, mungkin tak banyak yang bisa dilakukan. Istirahat yang cukup sangat penting setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam.

    Tapi, Derawan adalah pulau wisata. Anda bisa beristirahat dalam buaian atmosfer indah wisata bahari. Saat terbangun bisa menikmati keindahan Derawan dengan berenang ataupun menikmati senja.

    Penginapan di Pulau Derawan berupa rumah panggung yang menjorok ke laut. Kaki-kaki pondasinya terbenam di dalam pasir putih dengan air sebening kaca. Suara laut yang lamat-lamat dan angin semilir membuat tidur kian pulas.

    Di hari kedua, penjelajahan dimulai dari Pulau Maratua dengan tujuan awal Goa Haji Mangku. Air laut berwarna hijau toska segera menyambut Anda. Goa Haji Mangku dari Pulau Maratua, dapat ditempuh sekitar tujuh jam berjalan kaki atau naik speedboat selama 15 menit. Goa Haji Mangku hanya bisa dijangkau saat air surut.

    Goa Haji Mangku menyediakan atraksi utama danau biru dengan air sebening kaca yang terjebak dalam gua ketika air pasang dan surut. Menuju gua ini memang membutuhkan energi yang lumayan, namun keindahannya sepadan dengan lelah. Rasa penat itu menguap begitu menikmati kesegaran dan suasana gua yang alami.

    Seorang pengunjung bermain bersama ubur-ubur totol (mastigias cf papua) di Danau Kakaban, Pulau Kakaban, Kepualauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, 30 September 2016. TEMPO/Nita Dian

    Dari Pulau Maratua, kunjungilah destinasi ikonik lainnya: Pulau Kakaban. Di pulau tersebut terdapat danau air tawar. Dulunya, Pulau Kakaban merupakan pulau pasang surut, air laut yang terjebak di tengahnya berproses menjadi danau tawar, termasuk berbagai flora fauna di dalamnya. Di danau Pulau Kakaban terdapat ribuan ubur-ubur yang kehilangan racunnya, seturut proses air laut yang menjadi danau air tawar.

    Kakaban seperti magnet yang sulit ditinggalkan hanya dalam sehari. Dari danau air tawar, geserlah perjalanan ke Kehe Daing, sebuah laguna tenang dengan air jernih membiru. Sebagai pecinta wisata bahari tulen, jangan meninggalkan satu destinasi ini, bila ke Pulau Kakaban: Blue Light Cave.

    Gua air laut ini, merupakan rongga karang yang menghubungkan daratan dengan laut. Air laut itu memancarkan bias sinar matahari yang membuatnya seperti mengeluarkan cahaya kebiruan. Penyelam bisa menyusuri gua laut ini, untuk menikmati terumbu karang dan berpetualang menyusuri gua air laut.

    Balik ke Pulau Derawan, saatnya menikmati senja dengan seafood. Bangun di pagi hari – pada hari ketiga – bersiaplah ke Pulau Sangalaki. Sejatinya, tak spot yang mengecewakan di Kepulauan Derawan. Langitnya yang biru dengan gradasi warna laut dari hijau toska ke biru muda dan tua merupakan pemandangan yang unik.

    Wisatawan lokal menyaksikan proses seekor penyu bertelur di pantai Pulau Derawan, Kalimantan Timur (15/6). TEMPO/ Nita Dian

    Di Sangalaki, kegiatan utama wisatawan adalah melihat konservasi penyu. Pulau ini merupakan tempat penyu bermigrasi dan bertelur. Berbagai spesies penyu bertelur di pulau ini, namun yang terbanyak adalah penyu hijau dan sisik. Seperti wilayah Kepulauan Derawan lainnya, laut Sangalaki mempesona, jernih dengan pasir putih yang lebut.

    Tak jauh dari pulau penyu itu, terdapat spot snorkeling untuk berenang bersama ikan pari manta: manta Point. Ikan-ikan pari besar berenang di wilayah ini. Pemandangan bawah lautnya juga spektakuler, cukup dinikmati dengan snorkeling. Di lokasi ini, ikan pari manta berkumpul pada siang hingga sore berburu makanan. Saat sore menjelang, bersiaplah berkemas menuju Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau.

    Di hari keempat, danau bening laksana kaca yang dikenal sebagai Danau Labuan Cermin menjadi destinasi terakhir. Danau bening yang ukurannya seperti setu alias danau mini itu, memang benar-benar sebening kaca. Dasar danau terlihat dengan mudah seperti memandang kaca. Inilah spot yang instagenik. Sebelum kembali ke Tanjung Redeb, berendamlah di sumber air panas asin Pemapak.

    Danau Labuan Cermin merupakan sumber mata air penduduk Berau sekaligus destinasi wisata yang menjanjikan. Foto: @maliqkakaban

    Sembari berendam, patrilah kenangan keindahan selama di Kepulauan Derawan. Sebab, keesokannya keindahan Derawan bisa menguap oleh rutinitas kantor dan kehidupan metropolitan, yang kerap tergesa-gesa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?