Lomba Perahu Naga Hiburan Rakyat di Festival Peh Cun Tangerang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perahu Naga yang digunakan untuk lomba di Festival Peh Cun Kota Tangerang, Sabtu, 15 Juni 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    Perahu Naga yang digunakan untuk lomba di Festival Peh Cun Kota Tangerang, Sabtu, 15 Juni 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Tangerang - Perkumpulan Klenteng Boen Tek Bio menggelar Festival Peh Cun di Kota Tangerang pada Sabtu-Minggu, 15-16 Juni 2019. Berbagai kegiatan seru berlangsung di festival tersebut, di antaranya lomba balap perahu papak, perahu naga, serta berbagai stan yang menjual ragam kuliner.

    Baca: Minum Es tapi Kepedesan, Coba Es Pedas Festival Cabai Tangerang

    Ada pula Chili Festival atau Festival Cabai yang menjadi bagian dari Festival Peh Cun. Festival ini menarik perhatian pengunjung karena memamerkan aneka jenis cabai berdasarkan ukuran sampai lomba mengulek cabai. Lelang ayam kate dan pameran bonsai turut memeriahkan acara tersebut.

    Ketua Panitia Festival Peh Cun 2019 Edy Kurniawan, mengatakan acara ini diadakan supaya semua etnis berbaur. "Macam-macam aktivitas di Festival Peh Cun bisa menyatukan masyarakat di sekitar Kota Tangerang, dari kampung ke kampung," ujar Edy, Sabtu 15 Juni 2019.

    Pada lomba perahu dimulai dengan babak penyisihan dan final hari ini. Lomba tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni perahu papak dan perahu naga. Dalam setiap kategori ada sembilan tim yang berlomba. Lomba balap perahu diadakan di Sungai Cisadane yang letaknya tak jauh dari Klenteng Boen Tek Bio. Panjang jarak tempuh untuk lomba sekitar 500 meter dan melawan arus.

    Simak: Ada Festival Cabai di Tangerang, Ayo Siapa Jago Mengulek Cabai

    Edy menjelaskan meski Peh Cun diperingati peranakan Tionghoa, namun acara tersebut terbuka untuk umum. "Peserta lomba yang ikut hampir sebagian besar bukan peranakan Tionghoa," ucapnya.

    Peh Cun adalah perayaan untuk menghormati serta meneladani sikap Chu Yuan atau dikenal juga dengan nama Kut Gwan seorang menteri pada masa lampau. Edy menceritakan Chu Yuan adalah menteri yang jujur dan setia. Namun, para pejabat lain yang iri lantas menghasut raja, sehingga Chu Yuan diasingkan. "Akhirnya Chu Yuan menceburkan diri ke Sungai Miluo," tuturnya.

    Edy menambahkan, Festival Peh Cun biasanya mengambil tema kejujuran dan kesetiaan. "Kami mengambil nilai moral kepribadian Chu Yuan sebagai sebuah makna," katanya.

    Baca juga: 5 Keseruan di Festival Peh Cun Tangerang Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.