Nikmatnya Berwisata Saat Nyepi di Pulau Bali

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 di kawasan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali, Kamis, 7 Maret 2019. Pengamanan oleh Pecalang tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu yang menjalani

    Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 di kawasan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali, Kamis, 7 Maret 2019. Pengamanan oleh Pecalang tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu yang menjalani "catur brata" penyepian. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari raya Nyepi bagi umat Hindu baru saja usai pada Jumat pagi, 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita. Selama Nyepi, umat Hindu harus menjalani catur brata penyepian yang terdiri dari empat pantangan.

    Baca: Umat Hindu Bali Jalani Catur Brata Penyepian, Ini 4 Pantangannya

    Keempat pantangan itu adalah amati karya atau tidak bekerja, amati geni atau tidak menyalakan api, amati lelungan yang artinya tidak keluar rumah, dan amati lelanguan yang artinya tidak bersenang-senang. Nyepi seperti pada kata intinya adalah sepi. Bagi kamu yang menginginkan ketenangan saat berwisata ke Bali, maka momentum Nyepi membuat peluang itu terbuka.

    1. Suasana sunyi dan tenang selama 24 jam
    Ketenangan tentu akan didapat karena seluruh aktivitas terhenti. Bali terasa sepi dan sunyi, cocok untuk wisatawan yang ingin menghabiskan waktu dengan tenang dan jauh dari hiruk pikuk kegiatan sehari-hari.

    2. Tanpa gadget dan internet
    Penggunaan gadget dan internet masuk ketegori kegiatan hiburan atau bersenang-senang. Bahhkan pemerintah mengimbau perusahaan operator seluler untuk menghentikan sementara layanan jaringan internet dan telekomunikasi di daerah-daerah yang melaksanakan Nyepi. Jaringan komunikasi hanya dapat diaktifkan pada tempat-tempat vital, seperti rumah sakit atau objek wisata yang membutuhkan sarana internet dan alat elektronik.

    Baca juga: Hari Raya Nyepi, Okupansi Hotel di Lombok 80 Persen

    Semua jenis siaran televisi dan radio juga berhenti sementara. Kondisi ini tentu diharapkan oleh wisatawan yang memang ingin ‘berpuasa’ menggunakan media sosial atau menjauh dari arus informasi sehari-hari. Cocok untuk refleksi diri atau menghabiskan waktu untuk diri sendiri maupun bersama keluarga.

    3. Minim polusi
    Lantaran tak ada moda transportasi dan kegiatan industri yang beroperasi, Bali terasa lebih sejuk dan udaranya bersih.

    4. Bintang lebih jelas terlihat
    Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, yakni polusi berkurang, maka bintang-bintang akan terlihat lebih jelas di langit. Ini menjadi kesempatan untuk memandang langit malam di Pulau Dewata dengan jernih.

    Artikel terkait: Libur Nyepi, Wisatawan Bali Kunjungi Yogyakarta

    5. Pengalaman dan pelajaran
    Bukan hanya bagi umat Hindu, Nyepi dapat diartikan sebagai kesempatan setiap orang untuk berefleksi dan memberi waktu kepada diri sendiri. Bejarak dari hal-hal yang bersifat materi akan memberi kesempatan bagi jiwa dan raga agar merasa lebih damai.

    HALIDA BUNGA FISANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.