Taman Sri Baduga Purwakarta Cocok Jadi Tempat Ajang Internasional

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Sri Baduga Maharaja ini terletak di Kompleks Situ Buleud, Jalan Siliwangi Purwakarta Kota. (dok Pemda Purwakarta)

    Taman Sri Baduga Maharaja ini terletak di Kompleks Situ Buleud, Jalan Siliwangi Purwakarta Kota. (dok Pemda Purwakarta)

    TEMPO.CO, Purwakarta - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Heri Anwar menyatakan Taman Sri Baduga atau Situ Buleud cocok digunakan tempat pelaksanaan kegiatan besar yang berskala Internasional. "Taman Sri Baduga ini layak dijadikan venue event, baik nasional maupun internasional," kata Heri Anwar di Purwakarta, Jawa Barat.

    Baca: Purwakarta akan Bangun Gedung Bioskop Terapung

    Dari sisi kapasitas, dia menjelaskan, Taman Sri Baduga mampu menampung 12 ribu penonton. Besaran kapasitas itu, menurut Heri Anwar, sudah terbukti saat acara peluncuran salah satu merek ponsel pintar di sana yang menyedot perhatian banyak publik.

    Suasana Air Mancur Sri Baduga di kawasan Taman Sri Baduga Maharaja, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat, 1 April 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Tak hanya perihal kapasitas, Heri Anwar mengingatkan tentang keindahan air mancur berjoget di Taman Sri Baduga. "Taman besar ini multifungsi. Jadi kawasan terbuka hijau, sarana olah raga, area konservasi tanaman langka, konservasi ikan khas Sungai Citarum, hingga sebagai pengendali banjir," kata Heri.

    Artikel lainnya:
    Gerhana Bulan, Ada 2 Teropong di Taman Surawisesa Purwakarta

    Sebelum diresmikan menjadi Taman Sri Baduga, lokasi Situ Beleud adalah kawasan konservasi serta kawasan hijau terbesar di Purwakarta dengan luas sekitar 4 hektare. Tempat ini juga berada di titik strategis karena berdekatan dengan Alun-alun Purwakarta, Diorama Purwakarta dan Diorama Nusantara, serta perpustakaan digital.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.