Tampang Boyolali dan 5 Fakta Menarik Mengenai Wilayah Ini

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penari menarikan tarian tema kesuburan pada Tradisi Kenduri Palawija di Dangean, Gedangan, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu 14 Oktober 2018. Tradisi masyarakat lereng Gunung Merapi tersebut juga sebagai wujud syukur atas kelimpahan hasil pertanian palawija. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

    Sejumlah penari menarikan tarian tema kesuburan pada Tradisi Kenduri Palawija di Dangean, Gedangan, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu 14 Oktober 2018. Tradisi masyarakat lereng Gunung Merapi tersebut juga sebagai wujud syukur atas kelimpahan hasil pertanian palawija. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak kasus “tampang Boyolali” meramaikan jagat maya akibat dipicu ucapan calon Presiden Prabowo, nama kabupaten Boyolali kini jadi perbincangan netizen. Baik dalam rangka guyonan atau pun serius.

    Ada juga kalangan yang mulai menengok ke Boyolali untuk mempelajari keunikan dan keistimewaan kawasan di kaki Gunung Merapi dan Merbabu ini. Dari sisi wisata dan perkembangan budaya nyata-nyata Boyolali cukup komplit. Di sini tradisi dan kemoderan seperti berjalan beriringan dengan damai. Destinasi wisata dibangun, tradisi dirawat, dan perhelatan-perhelatan pun tak luput digelar.

    Berikut 5 fakta mengenai Boyolali yang menarik.

    1. Kebun Raya Indrokilo

    Obyek wisata Kebun Raya Indrokilo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kerap dikunjungi warga untuk berpiknik ria atau melakukan aktivitas lain. Pengunjung antara lain dapat menggunakan area jalan untuk bersepeda santai, wisata edukasi, dan menikmati air minum langsung dari keran.

    Saat libur akhir pekan, taman hiburan di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Boyolali itu bisa disambangi sekitar 500 orang.

    Hingga April lalu, pembangunan fasilitas kebun raya yang sudah selesai antara lain gerbang Pasingsingan, gedung pusat informasi turis, dan gedung Ecological House, yang menjadi kantor pengelola. Selain itu, ada taman labirin berbentuk gunung wayang, taman paku, kandang rusa, serta jalan paving.

    Pengunjung bisa menikmati air langsung minum dari keran. “Air minum itu diolah di kompleks Kebun Raya Indrokilo,” kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Perusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali Eko Dodi Aprianto di Boyolali, Senin, 23 April 2018.

    Pemerintah juga membangun akses jalan masuk ke kebun raya. Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan pembangunan jalan itu diperkirakan menghabiskan biaya Rp 7 miliar. Selain itu, akan dibangun jembatan gantung khusus untuk pejalan kaki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.