Minggu, 18 November 2018

Dijuluki Raja Ampat Sulteng, Ini Cara Mencapai Pulau Sombori

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugusan pulau-pulau objek kawasan konservasi di Pulau Sombori, Morowali, 7 November 2015. Keindahan kawasan konservasi yang masih jarang didatangi turis ini diibaratkan surga jatuh di Kabupaten Morowali, Sulteng. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gugusan pulau-pulau objek kawasan konservasi di Pulau Sombori, Morowali, 7 November 2015. Keindahan kawasan konservasi yang masih jarang didatangi turis ini diibaratkan surga jatuh di Kabupaten Morowali, Sulteng. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Morowali - Pemerintah Sulawsi Tengah terus membenahi Pulau Sombori di Kabupaten Morowali agar makin memikat turis domestik maupun manca negara untuk datang. Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pulau yang dijuluki Raja Ampat-nya Sulteng itu.

    "Pulau Sambori adalah daerah yang sangat indah dan menakjubkan sebagai destinasi wisata dengan target wisatawan domestik dan mancanegara," katanya saat bertatap muka dengan masyarakat Pulau Sombori, Jumat, 13/9. Dia minta instansi terkait di tingkat kabupaten dan provinsi bersinergi mengembangkan destinasi ini. “Serta mempromosikan dan menjualnya ke mancanegara.”

    Dalam kunjungan ke Pulau Sombori itu Gubernur didampingi penjabat Bupati Morowali Bartolomeus Tandigala dan Kepala Biro Humas dan Protokol Muh. Haris. Kunjungan gubernur ini disambut meriah warga setempat yang umumnya nelayan.

    Pulau Sombori memang indah. Saat berkunjung ke sana 2015 silam, Tempo sempat berkeliling mengitari pulau-pulau di kawasan Sombori. Perahu menyusuri teluk-teluk kecil berair jernih. Sepotong pantai berpasir putih yang tak bernama--panjangnya 20-50 meter--kerap tersembunyi di balik tebing-tebing batu yang menjorok ke laut.

    Sore itu, Kepala Desa Muhammad Hatta mengajak Tempo ke Pulau Kayangan. “Dinamai begitu karena seperti kayangan,” ujar Hatta. “Pemandangannya gagah,” pemuda Bajo yang ikut bersama kami menambahkan. Orang di kepulauan Sombori lebih suka menyebut “gagah” ketimbang “cantik” untuk menggambarkan panorama yang indah.Goa Berlian di pulau Sombori, Morowali. Dinamakan Gua Berlian karena stalaktit di dalam gua berkilau-kilau bila tersapu cahaya. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Di antara puluhan pulau di kawasan Sombori, pantai di Kayangan terbilang panjang. Pasirnya seperti tepung gandum--putih semu-semu cokelat. Jarak Kayangan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya cukup rapat. Lautnya pun dangkal. Di sebelah barat, lamat-lamat membentang daratan Sulawesi. Orang Bajo di kepulauan lebih sering menyebutnya “daratan besar”.

    Tentu pulau-pulau lain tak kalah indah dengan Pulau Kayangan. Tak heran, Gubernur Longki Djanggola berpesan kepada warga sekitar agar menjaga harta yang tak ternilai itu.

    Dalam kunjungannya, Gubernur memasang tanda-tanda larangan membuang sampah ke laut. Dia juga mengikuti aksi peduli lingkungan dan ekosistem laut bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Sombori Diving Club (SDC) Kabupaten Morowali) berupa aksi bersih pantai dan transplantasi terumbu karang. Gubernur mengunjungi sejumlah pulau menggunakan kapal kayu dan sempat singgah ke rumah Nenek Andong yang berusia satu abad.

    Bagaimana cara menyambangi pulau ini? Pulau Sombori bisa dijangkau dengan menumpang pesawat terbang selama satu jam dari Bandara Mutiara Palu ke Bandara Maleo, Morowali. Dari sana disambung menumpang mobil ke Bungku, Ibu Kota Kabupaten Morowali selama setengah jam. Setelah itu anda bisa menumpang kapal cepat (speedboat) selama sekitar dua jam ke Pulau Sombori.

    ANTARA | ANTON SEPTIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.