Jadwal Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Perlu Diatur

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan melewati gerbang masuk menuju kawasan Taman Nasional Komodo dengan dua patung komodo besar di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 13 Oktober 2015. Pulau Rinca merupakan habitat hewan reptil Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Di pulau ini dapat ditemui sejumlah spesies mamalia, reptil dan burung yang berasal dari Asia dan Australia. TEMPO/Frannoto

    Sejumlah wisatawan melewati gerbang masuk menuju kawasan Taman Nasional Komodo dengan dua patung komodo besar di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 13 Oktober 2015. Pulau Rinca merupakan habitat hewan reptil Komodo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Di pulau ini dapat ditemui sejumlah spesies mamalia, reptil dan burung yang berasal dari Asia dan Australia. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Kupang - Pengamat Ekonomi, James Adam, mengatakan jadwal kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, perlu diatur untuk menghindari dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan atau habitat satwa Komodo.

    "Salah satu formulasi yang dapat diterapkan otoritas terkait dengan pembagian waktu atau seperti pola shift sehingga wisatawan tidak membludak masuk serentak ke kawasan wisata Komodo," kata Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Provinsi NTT itu kepada Antara di Kupang, Selasa, 24 April 2018.

    Baca jugaPengunjung Taman Nasional Komodo Dilarang Memberi Makan Satwa

    Dia mengatakan jumlah kunjungan yang semakin membeludak dikhawatirkan akan berdampak pada lingkungan atau habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) itu.

    Menurut James pada prinsipnya jumlah wisatawan ke TN Komodo sebenarnya tidak boleh dibatasi karena pemerintah juga sedang gencar membangun sektor pariwisata. "Namun (yang dilakukan adalah) pembagian jumlah dan waktu ditata secara baik sesuai dengan daya dukung kawasan yang ada."

    Menurut dia, pembagian pola kunjungan juga dapat mempermudah pelayanan dan pengawasan terhadap aktivitas wisatawan. "Untuk menghindari aktivitas yang merugikan," ujarnya.

    Balai Taman Nasional Komodo mencatat arus wisatawan ke kawasan wisata setempat terus melonjak seiring waktu. Dalam tahun 2017, jumlah wisatawan ke TN Komodo tercatat mencapai sekitar 122 ribu orang atau naik dari tahun 2016 sebanyak 82 ribu orang.

    ANTARA

    Artikel LainPengelola Klaim Kawasan Perairan Komodo Terjaga dengan Baik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.