Rabu, 26 September 2018

Pengelola Klaim Kawasan Perairan Komodo Terjaga dengan Baik

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan bermain olah raga air

    Wisatawan bermain olah raga air "banana boat" di kawasan perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT, 24 Mei 2016. Kawasan Taman Nasional Komodo merupakan salah satu dari sepuluh kawasan wisata utama yang dikembangkan pemerintah pada 2016. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Kupang - Kepala Taman Nasional (TN) Komodo Budi Kurniawan memastikan ekosistem bawah laut di perairan kawasan wisata Komodo saat ini masih terjaga dengan baik. "Kami selalu menjaganya," kata Budi Kurniawan saat dihubungi Antara dari Kupang, Senin, 24/4.

    Ia menanggapi pemberitaan media asal Inggris, The Guardian, yang menyebutkan ekosistem bawah laut di kawasan wisata Komodo mulai perlahan rusak. Budi menyayangkan media tersebut tidak disebutkan secara jelas di mana lokasi ekosistem yang rusak.

    "Kalau ada kami pastikan akan diperiksa," kata dia.

    Baca juga: Belum Tertangani, Sampah di Pulau Komodo Jadi Perhatian UNESCO

    Ia menjelaskan, terdapat sekitar 40 lebih titik selam di sekitar kawasan wisata Komodo yang selama ini terus dipantau dalam patroli laut. Menurut dia, kondisi kerusakan yang disebutkan mungkin saja yang tampak sekitar 10 tahun lalu, ketika masyarakat setempat belum memahami konservasi.

    Belum lama ini Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengemukakan sampah di kawasan Taman Nasional Komodo sudah disoroti Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

    "Selama ini, wisatawan asing memang mengeluh soal sampah di Komodo. Masalahnya, sampai sekarang belum teratasi juga sehingga UNESCO pun mulai menyoroti," kata Abed di Kupang, Senin, 23 April 2018.

    Ia menjelaskan, para wisatawan yang menyelam di perairan Taman Nasional Komodo banyak menemukan sampah. Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih bersih. "Kasihan wisatawan yang spesialis menyelam dan berselancar. Bukannya pemandangan bawah laut indah yang mereka dapati, tapi sampah dan kerusakan ekosistem," kata Abed.

    Budi menegaskan saat ini kondisi perairan dan pulau-pulau dalam kawasan terjaga baik. Ia mengklaim Taman Komodo terus menyosialisasikan berbagai aturan zonasi berkaitan dengan titik-titik selam baik kepada nelayan maupun wisatawan.

    Budi menambahkan saat ini terus dilakukan pembenahan instrumen regulasi.Salah satunya, kata dia, sedang disusun daya dukung kawasan (carring capacity) dan persiapan penerapan sistem online untuk mengantisipasi kelebihan jumlah pengunjung.

    ANTARA

    Artikel lain: Singkawang Siap Sambut Ramadan dengan Pasar Juadah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.