Seduhan Kopi Nusantara Membikin Publik Vietnam Ketagihan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Seorang barista sedang menyeduh kopi di Seniman Coffee, Ubud, Minggu, 11 Februari 2018. Tempo/FRancisca Christy Rosana

    Seorang barista sedang menyeduh kopi di Seniman Coffee, Ubud, Minggu, 11 Februari 2018. Tempo/FRancisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Hanoi - Kopi asli Nusantara kembali mencuri perhatian penikmat kopi di luar negeri. Kali ini, warga Vietnam yang kepincut saat seduhan kopi Nusantara unjuk gigi dalam Vietnam International Travel Mart (VITM) 2018 di Hanoi International Center for Exhibition, Vietnam.

    Hingga hari ke empat VITM, Paviliun Indonesia mampu menjadi magnet pengunjung. Selain mencari informasi mengenai tujuan wisata di Tanah Air, mereka juga banyak yang ingin merasakan cita rasa dan aroma khas kopi Nusantara.

    Baca juga: 7 Kedai Kopi yang Populer di Indonesia Versi Instagram

    Dilayani barista Grammy Marella Averil dari Home Coffe Roastery, Solo, tak kurang sekitar 300 orang selalu tampak antre di stan Indonesia. Tak sedikit yang kemudian kembali lagi pada esok harinya untuk menunjukkan kepuasan.

    "Kopi yang saya minum kemarin (kopi Toraja) sangat enak, ada rasa cokelatnya. Di sini (Hanoi), banyak cafe yang menyediakan kopi khas Vietnam, tapi ini beda," kata Giang Nguyen, 30 tahun, seorang pekerja lepas di Hanoi, Minggu, 1 April 2018.

    Sambil meracik kopi, Grammy sekali-kali melayani perbincangan dengan pengunjung seputar kopi Nusantara. "Ya, obrolannya pastinya nyambung, apalagi kalau ketemu dengan orang yang doyan kopi," ujar Grammy. Dalam VITM ini, Grammy menyuguhkan empat varian kopi, yaitu kopi Aceh Gayo, Toraja, Mandailing, dan Sidikalang.

    Kepala Bidang Pemasaran Area IV wilayah Indocina Kementerian Pariwisata Heri Hermawan mengatakan kopi Indonesia belakangan ini memang selalu dijadikan pendukung dalam setiap mengikuti pasar pariwisata.

    "Stan kopi menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung, selain juga disain replika kapal pinisi Nusantara yang ditempatkan di bagian depan Paviliun Indonesia," ucapnya.

    ANTARA

    Artikel lain: Rayakan Paskah, Kota Ambon Dimeriahkan Pawai Obro Dini Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.