Rabu, 26 September 2018

Setelah Pepohonan Dicabut, Begini Rasanya Jalan Kaki di Sudirman

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas galian lubang pohon-pohon yang dicabut di sekitar Jalan Sudirman. Foto diambil dari JPO Mayapada, Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu, 10 Maret 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Bekas galian lubang pohon-pohon yang dicabut di sekitar Jalan Sudirman. Foto diambil dari JPO Mayapada, Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu, 10 Maret 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta akan memindahkan 541 pohon yang sebelumnya tumbuh di Jalan M.H. Thamrin hingga Sudirman, ke Taman BMW, Jakarta Selatan. Dalihnya adalah karena kebutuhan untuk penataan torotoar kawasan kota menjelang Asian Games 2018 .

    Higga Jumat, 8/3, sudah sekitar 110 pohon dicabut dan direlokasi. Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu menuai protes masyarakat yang dilayangkan lewat media sosial atau pun saluran lain.

    Protes juga diutarakan Edi, seorang wisatawan asal Garut yang kebetulan sedang berjalan kaki di sepanjang Jalan Sudirman. "Jadi panas," kata Edi yang ditemui di depan Sudirman Plaza, Jakarta, Sabtu, 10/2, siang.

    Kekhawatiran akan tak nyamannya berjalan kaki di trotoar sepanjang area relokasi pohon juga muncul. Tempo menyusuri jalur M.H. Thamrin hingga Sudirman setelah ratusan pohon dipindahkan, Sabtu, 10/2.

    Jalan kaki dimulai dari Halte Dukuh Atas menuju gedung Mayapada sejauh 1,2 kilometer. Kemudian dilanjutkan dari gedung Mayapada menuju Bunderan Patung Selamat Datang dengan jarak 2,2 kilometer.

    Sepanjang jalur pedestrian yang dilalui, tampak galian-galian bekas pepohonan dicabut. Galian ini banyak dijumpai di separator jalan area Halte Dukuh Atas menuju gedung Bumiputera.

    Galian-galian lubang yang belum rapi membuat jalanan terlihat sedikit berantakan. Pemandangan ke arah jalan raya juga cukup silau karena tidak lagi terdapat peneduh.

    Untungnya, pepohonan di area jalur pedestrian atau trotoar belum dicabut. Pepohonan ini menjadi penyelamat pejalan kaki dari terik di siang bolong.

    Di sekitar pepohonan di area itu juga terdapat bangku-bangku taman. Saat lelah menyusuri kawasan kota, duduk-duduk di bangku dan berteduh di bawah pohon sembari menyaksikan lalu-lalang kendaraan sejenak dapat membangkitkan kembali energi yang terkuras.

    Trotoar ternyaman untuk jalan kaki terdapat di area Patung Jenderal Sudirman sampai Bunderan Patung Selamat Datang. Lalu di Halte Dukuh Atas menuju Plaza Sudirman.

    Kemudian juga dari gedung Mayapada menuju Menara Astra. Ketiga titik ini memanjakan pejalan kaki dengan trotoar yang cukup lapang dan pepohonan yang teduh.

    Lanskap jalan raya dengan berbagai jenis tanaman hias yang tumbuh di separator juga menghibur pandangan.

    Selain ketiga titik itu, pejalan kaki kudu bersabar melewati jalur pedestrian yang sempit lantaran termakan proyek pembangunan MRT. Pejalan juga harus menyusuri lorong-lorong dengan benteng papan seng di beberapa lokasi dan berjibaku dengan terik akibat beberapa pohon telah dicabut.

    Tetapi kisah Jalan Sudirman dan M.H Thamrin memang belum selesai. Penataan yang dijanjikan tengah dimulai. Bagaimanakah akhirnya nanti?

    Artikel lain: Dorong Wisata, Kereta Api Yogya Sediakan Tarif Promosi pada Maret-April


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.