Menghitung Jumlah Pintu di Gedung Lawang Sewu Semarang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melihat Lawang Sewu, Lokasi Wisata Penuh Sejarah. Tempo/Lazyra Hamied

    Melihat Lawang Sewu, Lokasi Wisata Penuh Sejarah. Tempo/Lazyra Hamied

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah anda berkunjung ke Semarang? Kota yang dijuluki Venetië van Java itu menawarkan pesona wisata yang beragam. Selain Candi Gedong Songo, Hutan Wisata Tinjomoyo, dan Kampung Wisata Taman Lele, terdapat satu bangunan megah bernuansa sejarah yang terletak di komplek Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Itulah Lawang Sewu.

    Nama lawang sewu berasal dari bahasa Jawa yang berarti pintu seribu. Anda tertarik ingin menghitung jumlah pintu di gedung ini? Benarkah jumlahnya 1000?

    Barangkali itu tak perlu. Gunakan saja waktu anda untuk menikmati seribu pesona arsitektur dan sejarah yang tersimpan di gedung ini. Jendela-jendelanya yang tinggi dan lebar menjadikan tempat wisata ini salah satu heritage terkenal di Kota Semarang. Siapa sangka bekas gedung kereta api swasta masa Hindia Belanda itu kini menjadi maskot wisata kota Semarang.

    Bangunan yang dirancang oleh arsitek terkenal dari Belanda, Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B. J. Ouendag pada tahun 1904 telah dimanfaatkan sebagai museum. Pengunjung dapat mengetahui sejarah perkeretaapian Indonesia melalui video sejarah yang diputar dan benda-benda peninggalan sejarah yang ada di tempat tersebut.

    Selain itu, Lawang Sewu juga digunakan sebagai lokasi pemotretan, pameran, pentas seni, dan lain-lain.

    Jangan khawatir dengan harga tiket masuk. Cukup membayar Rp 10 ribu untuk orang dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak dan pelajar, pengunjung langsung dapat menikmati suasana bangunan megah sambil belajar sejarah.

    Tertarik berwisata ke Lawang Sewu? Sila lihat video selengkapnya di kanal Tempo Channel.

    INTAN NUKATEMPO CHANNEL                  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.