Sabtu, 19 Agustus 2017

Kampung Pelangi Kian Mempercantik Jantung Kota Semarang

Jum'at, 19 Mei 2017 | 16:37 WIB
Penampakan kampung Wonosari, Randusari, Semarang, yang dicat warna warni pelangi, 21 April 2017. Pengecatan 300 rumah warga dua RW dengan warna pelangi tersebut  sudah mencapai 30 persen pada tahap pertama. Budi Purwanto

Penampakan kampung Wonosari, Randusari, Semarang, yang dicat warna warni pelangi, 21 April 2017. Pengecatan 300 rumah warga dua RW dengan warna pelangi tersebut sudah mencapai 30 persen pada tahap pertama. Budi Purwanto.

TEMPO.CO, Semarang — Setelah sukses mengubah wajah Kampung Brintik atau yang saat ini mendunia dengan sebutan Kampung Pelangi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali siap dengan gebrakan penataan tahap kedua.

Dia mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp16 miliar untuk penataan tahap kedua kawasan Pasar Kembang. Direncanakan penataan tahap kedua akan segera terealisasi yang meliputi pembangunan kawasan parkir, normalisasi saluran drainase, pembangunan fasilitas pejalan kaki sepanjang saluran hingga pembangunan foodcourt.

Saat ini proses lelang proyek pengerjaannya sedang dilakukan. “Doakan lancar, Insya Allah bulan Desember nanti kawasan Pasar Kembang Randusari ini akan semakin cantik, indah dan nyaman,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Juma, 19/5.

Dia mengakui kecantikan Kampung Brintik yang telah viral di berbagai media baik nasional hingga internasional adalah hasil kerja bersama seluruh warga masyarakat dan stakeholder Kota Semarang. Pemerintah, kata dia mengawali dengan melempar ide pembuatan Kampung Pelangi. Ide ini tercetus seusai penataan kawasan Pasar Kembang tahap I.

“Pasar yang telah tertata apik dan cantik ini, ternyata di belakangnya terlihat pemandangan yang kurang sedap dipandang mata. Kondisi inilah yang kemudian mendorong kami menginisiasi upaya mempercantik Kampung Brintik,” tuturnya.


Untuk menata Kampung Brintik itu dibutuhkan dana sebesar Rp3 miliar. Mengingat besarnya kebutuhan serta kepemilikan rumah yang tak semua dihuni warga kurang mampu, membuat anggaran Pemerintah Kota tak dapat masuk di sana.

Untuk itulah, mereka berinisiatif menjadikan program penataan Kampung Brintik dengan model partisipatif, menggandeng seluruh stakeholder mulai dari pengusaha cat, perbankan, industri, konstruksi, pegolf dan lainnya untuk menyelesaikan program ini.

Hasilnya, kerja keras penataan Kampung Pelangi membuahkan hasil cemerlang. Banyak wisatawan lokal, nasional hingga internasional terpesona dengan keindahan seni kreatif di berbagai sudut Kampung Pelangi.

Meski baru rampung 2 segmen dari total 4 segmen pengerjaan, kecantikan Kampung Pelangi telah mampu mencuri perhatian dunia. Tak kurang 6 situs informasi berkelas internasional mengekpose keindahan Kampung Pelangi seperti dailymail.com, buzzerfeed.com, lonelyplanet.com dan lainnya.

Tak hanya itu, media TV asing pun ramai memberitakan pesona Kampung Pelangi. Salah satunya media Jerman, Ruply TV yang turut melakukan liputan langsung ke Kampung Pelangi.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang mengajak warga dan masyarakat sekitar agar memiliki kesadaran wisata dan pengembangan UKM dalam menghidupkan Kampung Pelangi.

Kesadaran itu berbentuk pelayanan dan sambutan ramah pada wisatawan, menciptakan ide kreatif untuk menghidupkan wilayah, dan menciptakan kreasi ekonomi.

BISNIS.COM