PT Angkasa Pura Minta Promosi Wisata Borobudur Meniru Angkor Wat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Candi Borobudur dipadati wisatawan dari berbagai daerah pada libur tahun baru di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 31 Desember 2016. TEMPO/Subekti.

    Candi Borobudur dipadati wisatawan dari berbagai daerah pada libur tahun baru di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 31 Desember 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Yogyakarta-Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha  PT  Angkasa Pura 1 Mochammad Asrori mengatakan perlu ada pembaruan manajemen promosi wisata setelah Bandara Kulon Progo dibangun. Menurut Asrori potensi wisata wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah sebenarnya tidak kalah dengan negara Asia lainnya, seperti Kamboja.

    Jika Kamboja memiliki kuil Budha legendaris Angkor Wat, maka di Yogyakarta dan Jawa Tengah juga tersebar puluhan candi dengan Borobudur dan Prambanan yang paling masyhur. "Potensi sama, tapi soal kunjungan turis ke Borobudur dan Angkor Wat jauh berbeda," ujar Asrori di Yogyakarta Sabtu akhir pekan ini.

    Baca: Sendratari Karmawibangga Pentas Tiap Bulan di Borobudur

    Angkor Wat yang dibangun pada abad ke-12 oleh Suryawarman, kata dia, pada 2016 mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara hingga 4,8 juta. Angka ini dinilai fantastis mengingat usia Angkor Wat  lebih muda tiga abad dibanding Borobudur yang dibangun pada masa Adityawarman.

    Sedangkan catatan pengelola Borobudur, jumla total pengunjung ke candi yang pernah masuk dalam salah satu keajaiban dunia itu pada 2016 mencapai 3,7 juta, namun lebih didominasi wisatawan lokal.

    Asrori menduga ada sejumlah penyebab masih minimnya kunjungan wisatawan manca ke Borobudur. Terutama masalah manajemen promosi wisata atau benchmarking pada destinasi unggulan.

    Simak: Keterkaitan Antara Borobudur dengan Lembah Bamiyan

    Misalnya saja minimnya literasi destinasi yang jadi panduan wisatawan. Turis manca ketika mencari referensi Angkor Wat melalui mesin pencari di Internet bisa mendapatkan gambaran lengkap tak hanya pada kuil, namun juga daya tarik lain seperti atraksi gajah, kuliner menarik, transportasi unik, dan perhotelan.

    Sedangkan ketika mencari literasi Borobudur hanya mendapat gambaran soal candi itu sendiri. "Promosi Angkor Wat juga terbantu karena beberapa film Hollywood menggunakannya sebagai latar dan juga ada game dengan suasana kuil itu," ujarnya.

    Asrori berharap berdirinya Bandara Kulon Progo mampu meningkatkan kunjungan turis asing ke Borobudur. Penerbangan langsung (direct flight) Bandara Kulon Progo berpotensi membuka celah pasar wisatawan karena akan bisa dimasuki pesawat jumbo seperti Boeing 777 dan 380.

    Lihat: Turis Membludak, Angkor Wat Terancam Rusak

    Ketua Association Of The Indonesian Tours ans Travel Agencies (ASITA) Yogyakarta Udi Sudiyanto mengatakan daya tarik destinasi bagi turis manca ketika mereka tak menemukan keunikan lokalitas di destinasi lain.

    Misalnya ketika alat transportasi sungai di objek wisata Sri Gethuk Gunungkidul yang semula berbentuk rakit dan didayung manual diganti dengan tenaga mesin saat mulai ramai wisatawan. "Maka saya sayangkan sekali ketika keunikan yang lokal itu diganti dengan sesuatu yang tampak modern," ujar Udi.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.