Selasa, 20 November 2018

Karnaval Terbesar dan Pertama di Bontang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dodol yang terbuat dari rumput laut. TEMPO/ Zulkarnain

    Dodol yang terbuat dari rumput laut. TEMPO/ Zulkarnain

    TEMPO.CO, Bontang - Minggu, 14 Oktober 2012 menjadi hari yang membahagiakan bagi warga Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pada hari yang merupakan momen istimewa ulang tahun ke-13 Kota Bontang ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bontang, Kalimantan Timur menggelar Bontang City Carnival (BCC).

    Dengan mengusung tema "Etnis Kontemporer", Bontang Carnival yang baru pertama kali digelar ini mengambil rute start di pelataran rumah dinas Wali Kota di Jalan Awang Long Nomor 1, dilanjutkan ke Jalan Brigjend Katamso, Jalan WR Supratman, Jalan DI Panjaitan, dan Jalan KS Tubun.

    Bontang Carnival dibuka oleh Wali Kota Bontang, Adi Darma, pukul 09.00. Dalam kesempatan itu, hadir Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, beserta seluruh pejabat publik dan kepala dinas di Pemerintah Kota Bontang.

    Bontang Carnival diikuti oleh, di antaranya, perwakilan sekolah, paguyuban, satuan perangkat kerja daerah, dan perusahaan. Mereka melakukan defile atau perwakilan seluruh etnis, dengan diiringi berbagai musik dan kendaraan hias. "Ini boleh dibilang puncak ulang tahun kota tercinta. Digelar dalam bentuk karnaval yang pertama dan terbesar," kata Adi Darma.

    Adi menjelaskan, visi Bontang Carnival adalah mewujudkan Bontang sebagai kota karnaval modern di tingkat regional Kalimantan khususnya dan tingkat nasional pada umumnya. Di masa mendatang, dia berharap Bontang bisa menjadi acuan pariwisata bagi kota-kota lain di Indonesia.

    Adi juga berharap Bontang Carnival akan berdampak positif meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bontang untuk menjadi lebih kreatif dan meningkatkan perekonomian daerah.

    "Kami akan menggelarnya menjadi acara tahunan dengan tema berbeda," ujarnya. Dampak positif ke depan akan bermunculan, seperti perkembangan obyek-obyek wisata lainnya di Bontang. "Kami yakin hal ini akan meningkatkan peluang pengusaha kecil dan menengah, khususnya sektor pariwisata."

    Dia optimistis Bontang Carnival akan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Kegiatan ini pun akan menjadi fokus liputan media yang membawa nama Bontang ke tingkat nasional maupun mancanegara.

    Acara Bontang Carnival juga dimeriahkan Marching Band Pupuk Kaltim dan EDP Marching Band PT Badak NGL. Artis senior Niniek L. Karim menjadi juri Bontang Carnival. Niniek juga meninjau lokasi syuting film layar lebar 12 Menit untuk Selamanya besutan sutradara Hanny R. Saputra.

    HADRIANI P (BONTANG)

    Berita lainnya:
    Jalur Kereta Api Mati, Potensi Wisata Baru

    Lampung Gelar TIME

    Keunikan Perayaan Golden Week di Cina

    Renovasi Jalur Daki Gunung Gede Selesai Desember

    Di Hotel Bintang Tiga Ini Wajib Berbahasa Jawa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.