Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

7 Manfaat Tak Terduga Berlibur Bersama Anak saat Libur Sekolah

image-gnews
Atraksi badut di Stasiun Tugu Yogyakarta saat masa libur sekolah. Dok. Istimewa
Atraksi badut di Stasiun Tugu Yogyakarta saat masa libur sekolah. Dok. Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Libur sekolah menjadi waktu yang baik untuk mengistirahatkan tubuh dan otak anak. Momen ini bisa memperbaiki suasana hati usai berkelut dengan ujian dan setumpuk tugas sekolah. Liburan juga punya manfaat kesehatan baik itu jasmani dan mental anak. Dikutip Allinahealth, inilah 7 manfaat liburan untuk kesehatan:

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Stres dapat memicu masalah jantung dan hipertensi. Bagi pria dan wanita, studi menunjukkan bahwa berlibur setiap dua tahun sekali, dibandingkan dengan setiap enam tahun sekali, bisa mengurangi risiko penyakit jantung koroner atau serangan jantung.

Dikutip Travel Leisure, perempuan yang sangat sedikit berlibur, kurang dari satu kali setiap enam tahun, dua kali lebih mungkin terkena serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung koroner dibandingkan perempuan yang mendapat beberapa istirahat setiap tahun. Penelitian lain yang juga didasarkan pada ribuan subjek menyimpulkan bahwa laki-laki yang lebih sedikit berlibur memiliki kemungkinan lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung koroner dibandingkan pria yang lebih banyak berlibur.

2. Memperbaiki kondisi mental

Dilansir dari Allinahealth, Sebuah riset di Universitas Pittsburgh menemukan bahwa liburan meningkatkan perasaan positif dan mengurangi depresi. Liburan juga memberi kesempatan lebih besar untuk merasakan kekaguman, yang terbukti meningkatkan suasana hati. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa liburan mengurangi stres, yang diketahui berdampak negatif terhadap tekanan darah, kadar kolesterol, dan tindakan kesehatan lainnya. Bahkan mengetahui bahwa liburan akan segera tiba dapat mencegah stres dan membuat Anda stres. 

3. Meningkatkan kualitas tidur

Sebuah studi menemukan bahwa tiga hari setelah berlibur, keluhan fisik, kualitas tidur, dan suasana hati orang membaik dibandingkan sebelum berlibur. Peningkatan ini tetap terlihat lima minggu kemudian, terutama pada mereka yang memiliki lebih banyak waktu pribadi dan kepuasan selama liburan.

4. Meningkatkan motivasi 

Penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat menghambat pencapaian tugas tertentu dan menyebabkan masalah ingatan. Mengambil waktu istirahat bisa seperti menyetel ulang otak, meningkatkan kesehatan mental dan kognisi. Liburan tidak hanya memiliki kekuatan untuk menyemangati seseorang, tetapi seluruh negara. Beberapa tahun yang lalu, para ahli Swedia melakukan penelitian mendalam tentang konsumsi antidepresan . Mereka menemukan bahwa lebih sedikit obat yang dibagikan selama masa liburan. 

5. Mempererat hubungan keluarga

Satu studi menunjukkan bahwa pasangan yang terlibat dalam aktivitas menarik, menantang, dan menyenangkan selama liburan merasakan keintiman dan kepuasan hubungan yang lebih besar bahkan setelah kembali ke rutinitas sehari-hari. Liburan juga bisa menjadi waktu bagi saudara kandung untuk saling terhubung dengan cara yang tidak mungkin dalam kehidupan sehari-hari.

6. Mengurangi kejenuhan

Karyawan yang secara teratur mengambil waktu untuk bersantai cenderung lebih sedikit mengalami kejenuhan, sehingga mereka lebih kreatif dan produktif dibandingkan rekan-rekan mereka yang bekerja berlebihan tetapi kurang istirahat. Hampir di semua bidang, mereka menemukan bukti bahwa liburan dapat berdampak positif pada segala hal mulai dari tekanan darah hingga tingkat energi. Dan itu tidak hanya berlaku untuk liburan kesehatan—Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang di spa atau mandi di hutan yang sedang tren.

7. Meningkatkan kebahagiaan

Penelitian menunjukkan bahwa bahkan proses merencanakan liburan bisa meningkatkan kebahagiaan Anda. Beberapa orang mengalami peningkatan suasana hati hingga delapan minggu sebelum perjalanan.

Pilihan Editor: 5 Rekomendasi Museum di Bandung untuk Dikunjungi Anak saat Libur Sekolah 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


KPAI Minta Polisi yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Kantor Polsek Tanjung Pandan Belitung Ditindak Tegas

13 menit lalu

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak perempuan. Shutterstock
KPAI Minta Polisi yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Kantor Polsek Tanjung Pandan Belitung Ditindak Tegas

Menurut KPAI, pencabulan terhadap anak panti asuhan oleh polisi bukti penegak hukum belum memahami penanganan kekerasan seksual.


Menyelami Tangier, Ketika Tubuh Kekurangan HDL yang Bisa Naikkan Risiko Penyakit Jantung

19 jam lalu

Saat ini, tren penyakit jantung pada anak muda terus meningkat.
Menyelami Tangier, Ketika Tubuh Kekurangan HDL yang Bisa Naikkan Risiko Penyakit Jantung

Hanya ada kurang lebih 100 kasus penyakit Tangier. yang bisa berujung penyakit jantung, teridentifikasi di seluruh dunia sehingga membuatnya langka.


Netanyahu Tolak Rumah Sakit Darurat untuk Anak-anak Gaza di Israel

21 jam lalu

Seorang anak Palestina menangis saat dirawat di koridor rumah sakit Nasser, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, 8 Juli 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Netanyahu Tolak Rumah Sakit Darurat untuk Anak-anak Gaza di Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak kehadiran rumah sakit darurat di Israel untuk merawat anak-anak Palestina yang terluka dari Gaza


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Pakar Ungkap Penyebab Stres Bisa Berujung Kematian, Terutama pada Penderita Penyakit Jantung

1 hari lalu

Ilustrasi Pria Stres (pixabay.com)
Pakar Ungkap Penyebab Stres Bisa Berujung Kematian, Terutama pada Penderita Penyakit Jantung

Pakar asal Swiss menyebut stres bisa membuat pembuluh darah kaku dan darah lebih kental berdasarkan riset yang telah ia lakukan sejak tahun 2000.


Jangan Pakai Perlengkapan Mandi Gratisan dari Hotel

2 hari lalu

Ilustrasi kamar mandi hotel. Freepik.com/Wirestock
Jangan Pakai Perlengkapan Mandi Gratisan dari Hotel

Disarankan membawa perlengkapan mandi mini sendiri, seperti sampo, kondisioner, dan sabun mandi, saat menginap di hotel.


Pakar Ungkap Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

2 hari lalu

Anastasia Solodkova, perawat anestesi melakukan operasi pada bayi yang baru 20 hari dengan penyakit jantung bawaan di Federal Pusat Bedah Kardiovaskular di Siberia Krasnoyarsk, Rusia, 28 September 2016. REUTERS/Ilya Naymushin
Pakar Ungkap Faktor Risiko Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

Sejumlah faktor risiko jadi penyebab bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, termasuk faktor genetik dan penggunaan obat-obatan.


Penyebab Anak Picky Eater Menurut Ahli Gizi

2 hari lalu

Ilustrasi anak makan. Pixabay.com/EdMontez
Penyebab Anak Picky Eater Menurut Ahli Gizi

Penyakit hingga masalah sensorik dapat menyebabkan anak suka pilih-pilih makanan atau picky eater. Ini kata ahli gizi.


Alasan Anak Sebaiknya Tidak Diberikan Makanan Olahan Tinggi

2 hari lalu

Ilustrasi nugget. Pixabay
Alasan Anak Sebaiknya Tidak Diberikan Makanan Olahan Tinggi

Makanan olahan ultra memiliki kandungan yang minim serat namun sangat tinggi kalori dan gula. Makanan olahan tinggi juga bisa bikin adiktif pada anak.


5 Manfaat Memeluk Anak Bagi Fisik dan Psikis

2 hari lalu

Ilustrasi ibu memeluk anak. Foto: Freepik.com/Bristekjegor
5 Manfaat Memeluk Anak Bagi Fisik dan Psikis

Pelukan bermanfaat bagi perkembangan emosional, kognitif, dan fisik anak-anak.