Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pariwisata Batam - Kepulauan Riau Tak Lagi Kompetitif, Ini Dua Masalahnya

Editor

Mila Novita

image-gnews
Kawasan destinasi wisata Costarina yang teradapat di pesisir Pulau Batam. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Kawasan destinasi wisata Costarina yang teradapat di pesisir Pulau Batam. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Iklan

TEMPO.CO, Batam - Sektor pariwisata Kepulauan Riau beberapa waktu belakangan semakin terpuruk bahkan tak lagi kompetitif dengan pariwisata tetangga. Apalagi jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak April 2024 kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri turun bahkan sampai 30 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Guntur Sakti mengatakan, saat ini sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau mempunyai satu masalah yaitu aksesibilitas. Dalam aksesbliritas ada dua faktor, yaitu masalah harga dan keimigrasian. Kedua masalah itu sampai sekarang belum terselesaikan sehingga berdampak buruk kepada sektor pariwisata.

Harga Tiket Kapal Feri Mahal

Persoalan harga yang dimaksud Guntur adalah, masih mahalnya harga tiket kapal feri Batam-Singapura. Ini membuat turis enggan datang ke Provinsi Kepri. Masalah ini sudah menjadi perhatian Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). KPPU menilai ada dugaan kartel. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Guntur Sakti. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

Soal keimigrasian, kata Guntur, yaitu sudah adanya skema visa singkat tujuh hari ke Kepri, tetapi tarif tak kunjung ditetapkan pemerintah pusat. Terakhir diusulkan visa on arrival atau VoA tujuh hari itu dengan tarif $10 atau sekitar Rp165 ribu.

"Dua persolaan itu menjadikan ekosistem pariwisata kita kurang kompetitif," kata Guntur.

Dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia jauh lebih kompetitif mencari cuan dari turis atau wisman.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi, setelah kita perjuangkan, harga tiket (Batam-Singapura) turun, VoA singkat tersedia dengan harga murah," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Guntur menjelaskan, sebelumnya memang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan kunjungan wisman ke Kepri sebanyak 3 juta kunjungan. Namun kalau dua masalah itu tidak kunjung selesai semester kedua tahun 2024, target kunjungan wisman akan direvisi. "Kalau seandainya semester kedua ini hilal tarif belum nampak kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri (Sandiaga Uno) melakukan revisi atas target," katanya. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk mengatakan, pariwisata di Batam memang sedang tidak baik-baik saja, semua pihak harus menjaga ekosistem ini. "Karena sektor ini menyakut dari hulu ke hilir," kata Jadi.

Kunjungan Wisman Turun 24 Persen

Dalam berita Tempo sebelumnya, kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri memang mengalami penurunan sekitar 24 persen pada April 2024 dibandingkan satu bulan sebelumnya. 

Dalam catatan Badan Pusat Statistik atau BPS Kepulauan Riau, jumlah kunjungan wisman ke Kepri pada April 2024 berjumlah 102.894 kunjungan. "Angka itu menunjukan penurunan 24,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Maret 2024)," kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus, Senin, 3 Juni 2024. 

Darwis melanjutkan, jika dibandingkan dengan April tahun 2023 lalu juga sama, terjadi penurunan sebesar 12,40 persen. Turunnya kunjungan wisman ke Kepri itu berpengaruh kepada tingkat penghunian kamar atau TPK hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau.

YOGI EKA SAHPUTRA

Pilihan Editor: Wisman Singapura dan Malaysia Serbu Batam selama Libur Lebaran

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Venesia Berencana Menaikkan Pajak Turis Harian Tahun 2025

10 jam lalu

Gondola di Kanal Venesia (Pixabay)
Venesia Berencana Menaikkan Pajak Turis Harian Tahun 2025

Venesia baru saja memberlakukan pajak wisatawan harian selama April-Juli 2024, dan berencana menaikkan besarannya tahun depan


Tiket Pesawat Domestik Mahal, Anak Buah Sandiaga Uno Sebut Dampaknya Hampir 40 Persen bagi Kegiatan Pariwisata

23 jam lalu

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya (kanan) dan Direktur Manajemen Investasi Kemenparekraf Zulkifli Harahap (kiri) dalam
Tiket Pesawat Domestik Mahal, Anak Buah Sandiaga Uno Sebut Dampaknya Hampir 40 Persen bagi Kegiatan Pariwisata

Kemenparekraf mencatat tiket penerbangan pesawat jadi komponen yang berkontribusi hampir 40 persen bagi kegiatan pariwisata. Mahalnya tiket pesawat diangap akan berdampak besar.


Medical and Wellness World Tourism Expo 2024: Merajut Sinergi Medis dan Pariwisata di Jakarta

2 hari lalu

Konferensi pers Medical and Wellness World Tourism Expo 2024
Medical and Wellness World Tourism Expo 2024: Merajut Sinergi Medis dan Pariwisata di Jakarta

Acara ini akan dihadiri oleh berbagai kalangan profesional dan masyarakat yang memiliki minat dalam bidang medis dan kebugaran.


Polisi Grebek Rumah Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Batam

2 hari lalu

Jajaran Polda Kepri grebek rumah penampungan yang berada di kawasan Nongsa Kota Batam, Provinsi Kepri. Foto Polda Kepri
Polisi Grebek Rumah Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Batam

Sebanyak 8 Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural yang hendak bekerja ke Malaysia diamankan dari rumah penampungan di Sambau, Kecamatan Nongsa.


Sandiaga Uno Beberkan Tiga Modal Penting Pengembangan Wisata yang Perlu Digenjot Daerah

3 hari lalu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah Jumat (12/7). Dok.istimewa
Sandiaga Uno Beberkan Tiga Modal Penting Pengembangan Wisata yang Perlu Digenjot Daerah

Menparekraf Sandiaga Uno menuturkan setidaknya ada tiga modal dasar yang diperlukan untuk pengembangan sektor wisata suatu daerah.


AirAsia Travel Fair 2024 di Medan, Tebar Promo Diskon Tiket 20 Persen hingga Casback Rp 2 Juta

4 hari lalu

Pesawat A330-900 AirAsia X
AirAsia Travel Fair 2024 di Medan, Tebar Promo Diskon Tiket 20 Persen hingga Casback Rp 2 Juta

Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia menggelar AirAsia Travel Fair (AATF) 2024 Medan pada 12-14 Juli 2024 di Centre Point Medan, Sumatera Utara.


Jadi Wajah Baru Pariwisata Korea 2024, NewJeans: Kami Akan Memimpin dengan Gembira

4 hari lalu

NewJeans memenangkan Song of the Year Daesang dalam Golden Disc Awards ke-38 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 6 Januari 2024. Foto: X/@GoldenDisc_en
Jadi Wajah Baru Pariwisata Korea 2024, NewJeans: Kami Akan Memimpin dengan Gembira

NewJeans terpilih karena popularitas serta pengaruh masif di pasar nasional maupun internasional


Scoot Buka Rute Penerbangan ke Sibu Sarawak dengan Armada Baru

4 hari lalu

Pesawat Scoot dan Singapore Airlines terlihat di landasan Bandara Changi Singapura, 30 Maret 2020. (Reuters)
Scoot Buka Rute Penerbangan ke Sibu Sarawak dengan Armada Baru

Dengan armada jet E190-E2 Embraer, maskapai bertarif rendah asal Singapura, Scoot, buka rute baru jelajahi langit Sibu, Sarawak.


Pungut Sampah di Kopenhagen, Wisatawan Bisa Dapat Makanan dan Minuman Gratis

5 hari lalu

Tempat parkir sepeda di Kopenhagen, Denmark (Pixabay)
Pungut Sampah di Kopenhagen, Wisatawan Bisa Dapat Makanan dan Minuman Gratis

Disebut CopenPay, program ini akan memberikan penghargaan bagi wisatawan atas aksi berkelanjutan, seperti memungut sampah dan bersepeda di Kopenhagen.


AirAsia Buka Penerbangan Internasional Langsung Kuala Lumpur - Labuan Bajo, Terbang Perdana 3 September

10 hari lalu

Pesawat A330-900 AirAsia X
AirAsia Buka Penerbangan Internasional Langsung Kuala Lumpur - Labuan Bajo, Terbang Perdana 3 September

Maskapai penerbangan AirAsia membuka rute internasional baru yang menghubungkan Kuala Lumpur, Malaysia dan Labuan Bajo, Indonesia.