Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sejarah Istana Niat Lima Laras yang Dibangun setelah Raja Selamat dari Kejaran Belanda

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Istana Niat Lima Laras (Kab. Batubara)
Istana Niat Lima Laras (Kab. Batubara)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Istana Niat Lima Laras peninggalan salah satu kerajaan Melayu di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, akan direvitalisasi. Istana ini mendapatkan status cagar budaya pada Maret lalu. 

Menurut catatan sejarah, istana dibangun oleh Datuk Matyoeda, raja ke-12 Lima Laras, berdasarkan nazar atau niat setelah ada larangan berdagang yang dikeluarkan Pemerintahan Hindia Belanda. Diduga Pemerintahan Hindia Belanda saat itu ingin memonopoli perdagangan hasil bumi. Siapa saja yang melanggar, armada beserta isinya akan ditarik paksa.

Datuk Matyoeda yang berniaga hasil bumi ke Malaka, Malaysia, Singapura, dan Thailand sangat dirugikan dengan aturan tersebut. Dia lalu berniat membangun sebuah istana kalau selamat dari kejaran Belanda. Datuk Matyoeda berhasil berlabuh di Pelabuhan Tanjung Tiram dan meraup untung besar. Maka, dia pun melaksanakan niatnya. 

Detail Bangunan Istana Niat Lima Laras 

Istana Niat Lima Laras memiliki enam anjungan yang masing-masing menghadap ke arah empat mata angin, memiliki 28 pintu dan 66 pasang jendela. Datuk Matyoeda membangun istana dengan modal 150.000 gulden. Dia mendatangkan 80  tenaga ahli dari Cina dan Pulau Penang, Malaysia, serta mempekerjakan sejumlah tukang dari sekitar istana.

Lantai dasar dan balai ruangan berornamen Cina, terbuat dari beton yang digunakan sebagai tempat bermusyawarah. Lantai dua dan tiga untuk tempat tinggal keluarga kerajaan, terbuat dari kayu. Kamar-kamar yang luas dan lebar dihubungkan dengan tangga yang melingkar di tengah-tengah ruangan. 

Revitalisasi 

Pakar situs budaya Hidayati mengatakan, ada beberapa kriteria out standing value yang wajib dipenuhi jika ingin diakui sebagai warisan budaya UNESCO, seperti bukti peninggalan-peninggalan, proteksi fisik dan nonfisik, upaya penyelamatan dan pemeliharaannya, mewakili mahakarya, memiliki nilai arsitektur, keunikan dan dukungan penuh masyarakat.

"Kita sudah sangat peduli dengan heritage ini, baru nanti dilakukan pemugaran. Tidak boleh dilakukan sembarangan. Akan diteliti lagi bagaimana dan apa yang harus dipugar secara fisik. Pengalaman bahwa hal ini harus dilaksanakan dengan serius, bukan hanya soal anggaran," kata Hidayati.

Pelestarian Budaya

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mantan pejabat di Pemprov Sumut ini bilang, stakeholder dan pemerintah berwenang harus merangkul UMKM untuk mendukung kebermanfaatan heritage. Temanya bukan pariwisata tapi pelestarian, namun intinya dapat dimanfaatkan untuk kepariwisataan. Kebersihan harus dijaga, promosi juga harus dilakukan. Selain itu, hospitality menjadi bagian penting, masyarakat harus dilatih melayani tamu yang berkunjung. Termasuk merangkul travel-travel, sesuai kebijakan pemerintah agar bisa membuka jalur kedatangan ke objek wisata.

"Semoga tahapan-tahapan ini terlaksana. Perubahan status menjadi cagar budaya adalah pencapaian positif dari kinerja penjabat bupati," ujarnya.

Perwakilan zuriat Kerajaan Lima Laras Latipa berterima kasih atas penetapan status Istana Niat Lima Laras sebagai situs cagar budaya. Pihaknya dan masyarakat Batubara sangat mendukung dan sudah lama menginginkannya. "Semoga generasi muda menikmati warisan Melayu di Kabupaten Batubara dan menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar," kata Latipa.

MEI LEANDHA 

Pilihan Editor: Perhatikan Jumlah Tanduk Kambing di Atap Rumah Limas Palembang, Ini Filosofinya yang Penuh Makna

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tampil di Batam, Roger Kajol Berharap Lagu Melayu Terus Dilestarikan

4 hari lalu

Penampilan Roger Kajol dalam acara pembukaan Kenduri Seni Melayu di Harbourbay Batam, Jumat, 7 Juni 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Tampil di Batam, Roger Kajol Berharap Lagu Melayu Terus Dilestarikan

Artis kenamaan Malaysia Roger Kajol berhasil menghibur warga Batam dalam acara kenduri seni Melayu di Harbour Bay Batam


Setelah Berstatus Cagar Budaya, Istana Niat Lima Laras di Kabupaten Batubara akan Direvitalisasi

5 hari lalu

Penjabat Bupati Batubara Nizhamul bersama para zuriat usai memasang plang Cagar Budaya di halaman Istana Niat Lima Laras. Foto: Istimewa
Setelah Berstatus Cagar Budaya, Istana Niat Lima Laras di Kabupaten Batubara akan Direvitalisasi

Istana Niat Lima Laras merupakan peninggalan suku Melayu di Sumatra Utara, didirikan pada 1912.


Kenduri Seni Melayu 2024 Dibuka, 250 Pelaku Seni dari Singapura hingga Myanmar Tampil di Batam

5 hari lalu

Penampilan peserta asal Malaysia di acara Kenduri Seni Melayu ke-26 di Lapangan Parkir Harbourbay, Batam, Jumat, 7 Juni 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Kenduri Seni Melayu 2024 Dibuka, 250 Pelaku Seni dari Singapura hingga Myanmar Tampil di Batam

Selama 7-9 Juni 2024, Kenduri Seni Melayu diisi pertunjukan seni, permainan rakyat, seminar budaya, pelatihan tari tradisional, hingga kuliner Melayu.


Melongok Situs Candi Bojongmenje di Bandung yang Mangkrak Puluhan Tahun

13 hari lalu

Temuan batu yang direkonstruksi di situs Candi Bojongmenje, Rancaekek, Kabupaten Bandung, 26 Mei 2024. TEMPO/Anwar Siswadi
Melongok Situs Candi Bojongmenje di Bandung yang Mangkrak Puluhan Tahun

Diperkirakan Candi Bojongmenje di Rancaekek, Bandung, dibangun antara abad 6-8 Masehi.


Gelar Melayu Serumpun di Medan Diikuti Perwakilan dari Malaysia hingga India

13 hari lalu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (depan, kedua dari kanan) bersama Pj Gubernur Sumatera Utara Hassanudin (depan, kanan), Wali Kota Medan Bobby Nasution (depan, kedua dari kiri) dan Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alamsyah (depan, kiri) membuka Gelar Melayu Serumpun Ke-7 di Istana Maimun, Medan, Rabu (29/5/2024). (ANTARA/Michael Siahaan)
Gelar Melayu Serumpun di Medan Diikuti Perwakilan dari Malaysia hingga India

Gelar Melayu Serumpun menjadi salah satu agenda dari 110 acara terbaik nasional yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2024


Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

14 hari lalu

Gua Aul tampak dari luar sebagai lokasi temuan artefak dan fosil manusia purba di daerah Ciamis, Jawa Barat. (Dok. Lutfi Yondri)
Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

Tim peneliti BRIN menelusuri hasil temuan sisa kerangka manusia purba dan artefak lain di Gua Aul, Ciamis, Jawa Barat.


Wah, Istana Buckingham Disebut Jelek dan Membosankan

20 hari lalu

Pengunjung bersantai di taman Istana Buckingham di London, 8 Juli 2021. REUTERS/Henry Nicholls
Wah, Istana Buckingham Disebut Jelek dan Membosankan

Istana Buckingham yang menjadi tempat tinggal para raja dan ratu Inggris terbuka untuk wisatawan, tapi ternyata tak semua orang menyukai istana ini.


5 Fakta Museum Kavaleri yang Selesai Direnovasi Kementerian PUPR

22 hari lalu

Museum Kavaleri. Foto: Kementerian PUPR
5 Fakta Museum Kavaleri yang Selesai Direnovasi Kementerian PUPR

Renovasi Museum Kavaleri Indonesia telah selesai, Kementerian PUPR dedikasikan terhadap sejarah dan jasa-jasa Satuan Kavaleri TNI AD.


Ragam Respons Balasan ke PDIP soal Tak Undang Jokowi ke Rakernas

24 hari lalu

Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat (tengah) memberikan keterangan saat konferensi pers soal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 di DPP PDIP, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2024. Rakernas PDIP yang digelar pada 24-26 Mei ini, Djarot mengatakan tidak mengundang Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin karenanya keduanya sedang sibuk dan menyibukan diri. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Ragam Respons Balasan ke PDIP soal Tak Undang Jokowi ke Rakernas

PDIP tidak mengundang Jokowi ke Rakernas menuai respons dari sejumlah kalangan. Ada respons menohok dan ada pula yang santai.


Pansel KPK Tuai Perhatian dari Sejumlah Kalangan, Istana dan DPR Beri Respons

26 hari lalu

Logo KPK. Dok Tempo
Pansel KPK Tuai Perhatian dari Sejumlah Kalangan, Istana dan DPR Beri Respons

Pembentukan Pansel Capim KPK menuai perhatian dari sejumlah kalangan. Pihak Istana dan DPR beri respons ini.