Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Merasakan Sensasi Gigitan Ratusan Ikan Liar Fish Spa Sungai Luanti Sabah Malaysia

Reporter

image-gnews
Pintu masuk ke kawasan Fish Spa sungai Luanti, Sabah, Malaysia. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO.
Pintu masuk ke kawasan Fish Spa sungai Luanti, Sabah, Malaysia. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO.
Iklan

TEMPO.CO, Sabah - Tanpa ragu Anggun, 45 tahun bersama empat  anak dan suaminya menjejakan kaki mereka ke dalam Sungai Luanti di kawasan Ranau, Sabah, Malaysia yang dingin dan berair jernih. Di saat yang sama  ratusan ikan  berukuran telapak tangan orang dewasa hingga jari kelingking mengerubuti kaki mereka.  

Ikan-ikan yang terlihat jinak itu mengigit bagian tumit, jari dan telapak kaki mereka. Anak anak Anggun yang masih berusia sekitar  3-10 tahun berteriak kegirangan. "Geli rasanya," teriak Faraaz anak ketiga Anggun.    

Bocah lima tahun ini terlihat gembira bisa bermain di air dengan ratusan ikan berukuran jumbo itu. Tak henti tangan kecilnya bermain air sambil memegangi ikan yang bergerombol menghampirinya. "Anak anak senang di sini, wisata sekaligus merasakan terapi fish spa ," kata Anggun,  pelancong asal Brunei Darussalam kepada Tempo, Jumat 9 Februari 2024. 

Pengalaman Fish Spa di Sabah, Malaysia

Galan, suami Anggun, yang juga ikut terapi  pijat ikan ini mengaku merasakan sensasi geli dan seperti dipijat ketika gerombolan ikan itu mengigit kakinya. "Geli dan lama lama terasa releks, cukup menyenangkan," ujarnya.  

Anggun mengaku ia bersama suami dan kelima anaknya datang ke Sabah memanfaatkan libur Imlek. "Kami mengendarai mobil sekitar 500 kilometer atau 5 jam perjalanan," ucapnya. Rencananya, ia dan keluarga masih akan mengunjungi sejumlah tempat wisata di Sabah dalam beberapa hari kedepan. 

Selain Anggun dan keluarga, puluhan orang secara silih berganti datang ke Fish Spa di Sungai Luanti,  Sabah yang merupakan salah satu tempat wisata unik yang populer di daerah tersebut. "Kalau aku merasa seperti digigit kucing ketika ikan ikan itu mengigit kakiku. Terasa lumayan sakit karena mulut mereka kan lebar lebar," kata Nitis, pelancong lainnya.  

Fish Spa Sungai Luanti merupakan tempat bagi pengunjung untuk bisa merasakan sensasi unik dari ikan yang memakan kulit mati pada kaki mereka. Sungai Luanti dikenal karena populasi garra rufa atau 
ikan dok atau Ikan Klah. Ikan-ikan ini secara alami memakan kulit mati, sehingga memberikan efek eksfoliasi alami pada kaki pengunjung.  

Di tempat wisata ini, tersedia area khusus yang dirancang untuk Fish Spa. Pengunjung dapat duduk di tepi sungai atau berdiri sambil merendam kaki mereka di air yang mengalir, sementara ikan-ikan dok berkeliaran di sekitarnya dan melakukan pekerjaan mereka.  

Selain itu, terdapat juga fasilitas penunjang lainnya seperti tempat duduk, tempat berganti pakaian, dan kios-kios penjualan suvenir atau makanan ringan. 

Harga Tiket  

Harga tiket masuk pengunjung dipatok RM 5 atau sekitar Rp 17 ribu perorang untuk orang dewasa dan RM 2,5 untuk anak anak. Anastasia Majangkik , pengelola tempat wisata ini  mengatakan ikan Klah ini banyak hidup diperairan Luanti dan di sungai  Sulawesi Selatan Indonesia. "Tapi yang ada di tempat kami ini adalah ikan Klah jenis Buntel," ujarnya. 

Ikan ini, dia menambahkan, hidup liar di sepanjang sungai Luanti. Namun, untuk ikan yang ada di tempat wisata yang dikelolanya  sudah dijinakkan. "Karena sidah jinak ikan ikan ini tidak pergi kemana mana. Mereka selalu berada di sekitar sini dan menghampiri orang yang datang ke sungai ini," kata Anastasia. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Wisata Fish Spa ini telah dibangun keluarganya sejak tahun 1990 ketika kawasan itu masih berbentuk hutan. Kini, telah bertransfornasi menjadi kawasan wisata yang ramai.

Wisatawan sedang msnikmati terapi pijat ikan di Fish Spa kawasan wisata Sungai Luanti, Kinabalu, Sabah, Malaysia. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO.


Dipercaya Bisa Menyembuhkan Penyakit 

Selama ini, kata Anastasia, banyak pelancong yang datang karena percaya jika terapi ikan ini bisa menyembuhlan berbagai penyakit, unruk rileksasi hingga pereda stres. "Meski belum ada penelitiannya. Tapi banyak pengunjung yang percaya jika terapi ikan ini banyak manfaat untuk kesehatan," tuturnya. 

Dia bercerita ada pelancong yang ketika datang berjalan dengan dua tongkat karena kakinya sakit. "Setelah beberapa kali terapi ditempat ini, kedua kakinya bisa berjalan tanpa bantuan tongkat lagi," tutur Anastasia. Begitu juga dengan seorang pelancong wanita berusia 40 tahun yang datang ke tempat itu dengan keluhan tumit kakinya sakit. "Setelah dua kali datang kakinya sembuh." 

Selain itu, ujar Anastasia, Fish Spa ini juga bermanfaat untuk.meredakan stres. "Banyak pengunjung yang datang dengan wajah murung, setelah berendam dengan ikan ikan ini bisa ceria dan tersenyum," ujarnya. 

Bisa Dimakan dengan Harga Mahal 

Menurut Anastasia, Ikan Klah ini bisa dimakan dan rasa dagingnya sangat enak. "Kalau di Malaysia ikan ini dijual dengan harga mahal per kilogramnya sampai RM 3000. Namun, kata dia, itu berlaku bagi ikan Klah liar yang hidup di perairan Sabah. "Kalau ikan Klah ditempat kami ini dilarang ditangkap apalagi dimakan," ucap Anastasia. 

Menurut Anastasia, wisata Fish Spa di Sungai Luanti selalu ramai dikunjungi pelancong dari berbagai negara didunia ketika musim libur tiba." Jumlahnya sangat banyak dan selalu meningkat," ujarnya. 

Menurut dia, selain wisatawan lokal, pelancong yang datang  banyak dari Cina, Korea dan Eropa.  Wisata Fish Spa ini ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan  dari Kota Kinabalu, ibu kota Sabah. 

Pilihan Editor: Serunya Wisata Susur Sungai Klias Malam Hari di Sabah, Melihat Kunang-Kunang Menari

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Aksi Orangutan di Sabah Malaysia Kepanasan, Mampir ke Kafe Cari Minuman Dingin

31 hari lalu

Seekor orangutan masuk ke kafe di Sabah, Malaysia, untuk mencari minuman dingin di tengah cuaca panas. Facebook
Aksi Orangutan di Sabah Malaysia Kepanasan, Mampir ke Kafe Cari Minuman Dingin

Orangutan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Sabah juga pernah datang ke kafe itu untuk menghabiskan makanan sisa pengunjung.


Semburan Erupsi Gunung Ruang sampai Malaysia, Ini Jadwal Penerbangan yang Dibatalkan

57 hari lalu

Personel Basarnas (Badan SAR Nasional) mengamati gunung Ruang dari dermaga pelabuhan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro), Sulawesi Utara, Kamis 18 April 2024. Data dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menyebutkan dalam kurun waktu 24 jam terakhir sudah terjadi lima kali erupsi dengan ketinggian 1.800 meter hingga 3.000 meter dari puncak Gunung Ruang yang menimbulkan suara gemuruh, gempa, dan kilatan petir vulkanik. ANTARA FOTO/HO-Basarnas
Semburan Erupsi Gunung Ruang sampai Malaysia, Ini Jadwal Penerbangan yang Dibatalkan

Semburan abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Sulsel membuat penerbangan ke dan dari Sabah dan Sarawak terpaksa dibatalkan.


Jelajah Wisata Alam di Kota Kinabalu, dari yang Ekstrem, Menegangkan hingga yang Eksotis

11 Februari 2024

Menikmati sunset yang indah dan menakjubkan di pantai Tanjung Aru, Kinabalu, Sabah Malaysia. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO.
Jelajah Wisata Alam di Kota Kinabalu, dari yang Ekstrem, Menegangkan hingga yang Eksotis

Di Kota Kinabalu banyak destinasi wisata alam yang menantang sekaligus menawarkan keindahan alam dan memberikan pengalaman yang menakjubkan.


Serunya Wisata Susur Sungai Klias Malam Hari di Sabah, Melihat Kunang-Kunang Menari

8 Februari 2024

Suasana Klias River, Sabah, Malaysia dan persiapan Wisata susur Sungai Klias untuk melihat aneka satwa dan kunang kunang di malam hari, Rabu 7 Februari 2024. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO.
Serunya Wisata Susur Sungai Klias Malam Hari di Sabah, Melihat Kunang-Kunang Menari

Pendaran bintik bintik cahaya yang berasal dari ratusan kunang-kunang itu menghiasi langit di atas Sungai Klias, menciptakan suasana magis.


Tarik 2,8 Juta Wisatawan, Sabah Siapkan Medical Tourism di Kota Kinabalu

7 Februari 2024

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock
Tarik 2,8 Juta Wisatawan, Sabah Siapkan Medical Tourism di Kota Kinabalu

Sabah menargetkan jumlah wisatawan mencapai 2,8 juta pada 2024 ini, lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 2,5 juta pengunjung.


Rossa Tutup Tur Album Another Journey: The Beginning di Sabah, Malaysia

13 Desember 2023

Rossa saat menggelar konser di Kinabalu, Sabah, Malaysia. Foto: Instagram Rossa.
Rossa Tutup Tur Album Another Journey: The Beginning di Sabah, Malaysia

Konser Rossa di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia sukses jual 4000 tiket yang dihadiri pejabat, keluarga kerajaan, hingga fans internasional.


Sembilan Kawasan di Malaysia Siaga Cuaca Panas

31 Mei 2023

kekeringan di Malaysia.[The Star/Asia News Network/The Strait Times]
Sembilan Kawasan di Malaysia Siaga Cuaca Panas

Departemen Meteorologi Malaysia (MET Malaysia) menempatkan sembilan kawasan di Semenanjung Malaysia dan Sabah di tahap berjaga-jaga cuaca panas


Hikayat Brunei Darussalam, 38 Tahun Resmi Jadi Anggota Ke-6 ASEAN

8 Januari 2023

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah dan Ratu Saleha duduk menyapa warga saat merayakan 50 tahun bertakhta di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 5 Oktober 2017. Dalam 50 tahun bertakhta, atau biasa disebut 'Golden Jubilee', Sultan Bolkiah kenakan pakaian kebesarannya yang berbahan brokat emas, duduk di kereta kencana berlapis emas dengan didampingi istrinya, Ratu Saleha. REUTERS
Hikayat Brunei Darussalam, 38 Tahun Resmi Jadi Anggota Ke-6 ASEAN

Brunei Darussalam resmi menjadi anggota ke-6 ASEAN 38 tahun lalu. Begini sejarah dan profil negara pimpinan Sultan Hassanal Bolkiah.


6,5 Juta Warga Malaysia Sudah Padati TPS Sedari Pagi

19 November 2022

Warga mengantre untuk memberikan suara pada Pemilu Malaysia di Permatang Pauh, Penang, Malaysia, 19 November 2022. REUTERS/Hasnoor Hussain
6,5 Juta Warga Malaysia Sudah Padati TPS Sedari Pagi

Pemilu Malaysia kali ini menjadi yang paling ketat sejak kemerdekaan 1957, dengan jajak pendapat memprediksi tidak ada yang meraih kursi mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan.


Partai Buruh Indonesia Kutuk Keras Tewasnya Ratusan Buruh Migran di Sabah Malaysia

1 Juli 2022

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal berorasi saat aksi peringatan May Day di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu, 1 Mei 2022. Alasan para buruh menggelar aksi di KPU yaitu mereka menuntut KPU agar jujur dan adil serta melaksanakan pemilu tepat waktu yaitu pada 24 Februari 2024. TEMPO/ Cristian Hansen
Partai Buruh Indonesia Kutuk Keras Tewasnya Ratusan Buruh Migran di Sabah Malaysia

Partai Buruh Indonesia akan membawa kasus terkait ratusan buruh migran meninggal di Sabah Malaysia ke Mahkamah Internasional dan Dewan HAM PBB.