Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Daftar Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang Menyimpan Sejarah Indonesia

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Seorang pria sedang membaca tulisan aksara sunda kuno, di depan Prasasti Batutulis yang berdiri setinggi 151 cm, dengan lebar dasar 145 cm dan ketebalan antara 12-14 cm, Bogor, 24 Februari 2015. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat
Seorang pria sedang membaca tulisan aksara sunda kuno, di depan Prasasti Batutulis yang berdiri setinggi 151 cm, dengan lebar dasar 145 cm dan ketebalan antara 12-14 cm, Bogor, 24 Februari 2015. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan kuno yang paling terkenal di  Nusantara. Barang peninggalannya dapat dilihat melalui berbagai prasasti yang mengandung informasi berharga tentang sejarah dan warisan budaya Indonesia pada masa lalu. 

Kejayaan Tarumanegara mencapai puncaknya saat masa pimpinan Purnawarman (395-434 Masehi). Purnawarman saat itu berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke daerah Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung, Bengkulu, bahkan Sumatera Selatan.

Berbagai barang peninggalan Kerajaan Tarumanegara tersebar di sekitar Jawa Barat dan Banten. Berikut ini adalah daftar prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang perlu diketahui.

1. Prasasti Tugu

Prasasti ini merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang paling terkenal, ditemukan di daerah Bekasi, Jawa Barat. Terbuat dari batu andesit, prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa dalam bentuk sloka dengan metrum anustubh.

Dilansir dari website Kemdikbud, prasasti ini ditemukan terkubur di bawah tanah, tetapi hanya bagian puncak yang terlihat di permukaan tanah. Seiring berjalannya waktu, batu ini perlahan muncul ke permukaan, dan masyarakat menganggapnya sebagai "batu tumbuh".

Prasasti Tugu membahas tentang penggalian dua sungai, yaitu Gomati dan Candrabaga oleh Purnawarman. Dibahas pula tentang pemberian tanah dan penghapusan pajak bagi para pendeta Buddha. 

2. Prasasti Ciaruteun

Inilah prasasti tertua dalam peninggalan sejarah Kerajaan Tarumanegara yang berasal dari abad ke-5 Masehi. Prasasti ditemukan di daerah Ciaruteun, Bogor, Jawa Barat.

Dibuat menggunakan batuan andesit yang diukir dengan aksara Pallawa, prasasti ini ditulis dalam bentuk puisi India yang terdiri dari 4 baris diiringi irama anustubh.

Menurut website Museum Nasional, pada Prasasti Ciaruteun terdapat telapak kaki Raja Purnawarman karena dianggap sebagai perwujudan Dewa Wisnu. Selain itu, prasasti ini berisi juga puji-pujian kepada raja.

3. Prasasti Kebon Kopi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ditemukan di daerah Kebon Kopi, Ciamis, Jawa Barat. Ditemukan oleh Jonathan Rig, seorang tuan tanah pemilik perkebunan kopi, pada tahun 1863, ketika sedang ada penebangan hutan untuk perkebunan kopi.

Prasasti Kebon Kopi disebut juga sebagai Prasasti Tapak Gajah. Hal ini dikarenakan ada pahatan yang menyerupai telapak kaki gajah. Ukiran telapak kaki gajah menggambarkan tunggangan raja Purnawarman, yang dikaitkan dengan kendaraan Dewa Indra, yaitu gajah Airawata.

Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta dan berhuruf Pallawa. Selain berisikan telapak kaki gajah, disebutkan juga tentang sumbangan tanah untuk persembahan kepada para pendeta Buddha.

4. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi ditemukan di Pasir Awi, Sumedang, Jawa Barat, tepatnya di kawasan hutan, perbukitan Cipamingkis, Kabupaten Bogor. Prasasti ini berada dalam cagar budaya, tetapi karena minimnya perawatan, maka jarang didatangi oleh pengunjung.

Dilansir dari website Kemdikbud, tidak ada aksara yang dapat dibaca pada prasasti ini. Berbentuk seperti batu alam dan bergambar ranting, dahan, daun-daun, juga buah-buahan. Selain itu, tergambar juga sepasang telapak kaki yang mengarah ke arah timur dan utara.

5. Prasasti Batutulis

Ditemukan di Desa Batutulis, Bogor, Jawa Barat sekitar abad ke-5 Masehi. Prasasti ini dipahat pada lempengan batu pipih yang berbentuk meruncing, dan terbuat dari batu andesit dan memiliki aksara Pallawa.

Dilansir dari buku The Inscription of Batutulis, Bogor, prasasti ini menyebutkan nama raja-raja Tarumanegara, termasuk raja yang terkenal, Purnawarman. Selain itu, prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara berisikan juga puji-pujian terhadap para raja, dan terdapat kisah pemberian tanah kepada pendeta Buddha yang menggambarkan tentang adanya dukungan terhadap agama Buddha pada masa itu.

MAGDALENA NATASYA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cerita Kembalinya Sejarah Kerajaan Hindu Tertua Nusantara di IKN

5 hari lalu

Potret lapangan upacara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara pada Senin sore, 6 Mei 2024. Pemerintah berencana menggelar upacara HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia di sini pada 17 Agustus 2024. TEMPO/Riri Rahayu
Cerita Kembalinya Sejarah Kerajaan Hindu Tertua Nusantara di IKN

Sekda Kaltim mengatakan sekarang orang mengatakan belum ke Kaltim kalau belum ke IKN.


Wisata Edu-heritage Ungkap Benang Merah Cirebon - Jakarta di Masa Lalu

16 hari lalu

Bangunan Keraton Kasepuhan yang dibangun oleh Panembahan Pakungwati I tahun 1529 di Cirebon, Jawa Barat, (26/1). Keraton kerajaan Islam ini merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana. TEMPO/Prima Mulia
Wisata Edu-heritage Ungkap Benang Merah Cirebon - Jakarta di Masa Lalu

Sejarah hubungan Cirebon - Jakarta dimulai saat Pelabuhan Sunda Kelapa yang dikuasai oleh Portugis.


692 Tahun Ibnu Khaldun, Sejarawan Muslim Penulis The Muqaddimah Pengantar Sejarah Dunia

20 hari lalu

Ibnu Khaldun
692 Tahun Ibnu Khaldun, Sejarawan Muslim Penulis The Muqaddimah Pengantar Sejarah Dunia

Ibnu Khaldun seorang tokoh muslim yang berpengaruh terhadap ilmu sosial, politik, dan ekonomi dunia. Ini peringatan 692 tahun kelahirannya.


Gelar Budaya Bakal Semarakkan Perayaan Bulan Suro di Petilasan Keraton Pajang Solo

21 hari lalu

Warga Paguyuban Sutrisno Tirakat Keraton Pajang bersama politikus Partai Golkar, Sekar Tandjung (enam dari kiri), mempersiapkan penyambutan bulan Suro dengan kerja bakti membersihkan kawasan situs Petilasan Keraton, Pajang, Solo, Jawa Tengah, Ahad, 26 Mei 2024. Foto: Istimewa
Gelar Budaya Bakal Semarakkan Perayaan Bulan Suro di Petilasan Keraton Pajang Solo

Petilasan Keraton Pajang di Solo menyimpan jejak sejarah kerajaan Islam yang berdiri pertama kali di tengah-tengah Pulau Jawa.


Aktor Kawakan Joo Ji Hoon Genap 42 Tahun, Berikut Daftar Drakor dan Filmnya

32 hari lalu

Joo Ji Hoon (dok. tenasia)
Aktor Kawakan Joo Ji Hoon Genap 42 Tahun, Berikut Daftar Drakor dan Filmnya

Bintang drakor atau drama Korea hit Kingdom, Joo Ji Hoon telah malang melintang di serial televisi hingga di layar lebar Negeri Ginseng.


AS Kembalikan Barang Antik dan Artefak ke Indonesia, Berikut Pengertian Artefak

47 hari lalu

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan pemulangan barang antik yang dicuri ke Kamboja pada tahun 2022. New York adalah pusat perdagangan manusia yang utama, dan beberapa karya telah disita dalam beberapa tahun terakhir dari museum, termasuk Museum Seni Metropolitan yang bergengsi, dan kolektor [File: Andrew Kelly/Reuters]
AS Kembalikan Barang Antik dan Artefak ke Indonesia, Berikut Pengertian Artefak

Artefak dan barang antik yang dicuri oleh beberapa orang dan dibawa ke Amerika Serikat telah dikembalikan ke Indonesia. Apa itu artefak?


Tutup Sampai Juni 2024, Benteng Vredeburg Yogya Direvitalisasi dan Bakal Ada Wisata Malam

50 hari lalu

Salah satu sudut Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang tengah direvitalisasi hingga Juni 2024. Tempo/Pribadi Wicaksono
Tutup Sampai Juni 2024, Benteng Vredeburg Yogya Direvitalisasi dan Bakal Ada Wisata Malam

Museum Benteng Vredeburg tak hanya dikenal sebagai pusat kajian sejarah perjuangan Indonesia tetapi juga destinasi ikonik di kota Yogyakarta.


Bak Cinderella, Deretan Wanita ini Bisa Menikahi Pangeran Meski Bukan dari Keluarga Kerajaan

10 April 2024

Pernikahan Putra Mahkota Yordania Pangeran Hussein dan Rajwa Al Saif di Amman, Yordania, 1 Juni 2023. Royal Hashemite Court (RHC)/Handout via REUTERS
Bak Cinderella, Deretan Wanita ini Bisa Menikahi Pangeran Meski Bukan dari Keluarga Kerajaan

Bak kisah Cinderella, para wanita yang bukan dari keluarga kerajaan ini menikahi pangeran.


Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Hadapi Dakwaan Penghinaan Kerajaan

20 Februari 2024

Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra meninggalkan rumah sakit polisi setelah diberikan pembebasan bersyarat, di Bangkok, Thailand, 18 Februari 2024. Thai News Pix/Tananchai Kaewsowattana via REUTERS
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Hadapi Dakwaan Penghinaan Kerajaan

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra hadapi kasus lese majeste atau penghinaan terhadap kerajaan terkait dengan komentarnya di Seoul pada Mei 2015.


Situs Sejarah Hingga Museum Jadi Favorit Wisatawan di Festival Musim Semi Cina

18 Februari 2024

Festival Musim Semi di Cina. Xinhua
Situs Sejarah Hingga Museum Jadi Favorit Wisatawan di Festival Musim Semi Cina

Liburan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek berlangsung meriah di Cina. Wisatawan penuhi libur 8 hari itu ke berbagai destinasi wisata menarik.