Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu-satunya di Kepri, Desa Wisata Pulau Penyengat Masuk 75 Besar ADWI 2023

image-gnews
Wisata sejarah sekaligus wisata religi ke Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau. Di sana terdapat makan Raja Ali Haji, seorang pahlawan nasional pencetus Bahasa Indonesia. TEMPO | Yogi Eka Sahputra
Wisata sejarah sekaligus wisata religi ke Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau. Di sana terdapat makan Raja Ali Haji, seorang pahlawan nasional pencetus Bahasa Indonesia. TEMPO | Yogi Eka Sahputra
Iklan

TEMPO.CO, Batam - Desa Wisata Pulau Penyengat Tanjungpinang masuk sebagai 75 besar Desa Wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi, Kreatif (Kemenparekraf). Pemerintah setempat menargetkan Pulau Penyengat bisa terpilih menjadi yang terbaik. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Muhammas Nazri akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi tahapan penilaian ADWI selanjutnya. "Mudah-mudahan sukses, semoga Pulau Penyengat menjadi yang terbaik," kata dia, Jumat, 31 Maret 2023.  

Jika, Pulau Penyengat terpilih menjadi salah satu desa wisata terbaik, maka akan dapat bantuan dari Kemenparekraf untuk mengembangkan destinasi wisata kedepannya. "Kalau ini sukses kita bisa mengembangkan lagi destinasi pariwisata di Tanjungpinang," kata Nazri yang juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat Tanjungpinang

Menurut siaran pers Pemerintah Kora Tanjungpinang, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan melakukan kunjungan ke 75 desa wisata terpilih ADWI. Namun, belum dipastikan apakah Pulau Penyengat termasuk dalam kunjungan itu atau tidak.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat mengapresiasi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata bersama Pokdarwis dan masyarakat pelaku wisata yang telah mengantarkan Pulau Penyengat menjadi 75 besar desa wisata terbaik di Indonesia. Ia berharap dengan terpilihnya Pulau Penyengat dalam ajang ADWI dapat memacu kebangkitan pariwisata menjadi lokomotif penggerak ekonomi daerah dan masyarakat di kota Tanjungpinang.

"Mudah-mudahan nanti akan bermunculan destinasi-destinasi wisata di Tanjungpinang yang berkualitas, mandiri dan memiliki daya saing, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan," kata Zulhidayat.

Tentang Pulau Penyengat

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pulau Penyengat merupakan destinasi yang bernilai sejarah, terutama berkaitan dengan Kerajaan Riau. Menurut sejarahnya, Pulau Penyengat dikenal sebagai pulau hadiah perkawinan yang diberikan oleh Sultan Mahmud Syah kepada istrinya, yaitu Engku Puteri Raja Hamidah pada 1803.

Pada tahun yang sama, saat pusat pemerintahan Kerajaan Riau bertempat di pulau itu, Pulau Penyengat berganti nama menjadi Pulau Penyengat Indrasakti. Kemudian dibangun juga sebuah pusat pertahanan menjadi negeri dan kemudian berkedudukan yang di pertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga

Selain itu, Pulau Penyengat merupakan pulau bersejarah dan memiliki kedudukan penting dalam peristiwa jatuh bangunnya Imperium Melayu, sebelum terdiri dari wilayah Kesultanan Johor, Pahang, Siak dan Lingga, khususnya di bagian selatan dari Semenanjung Melayu.

Di pulau itu juga terdapat masjid raya Pulau Penyengat yang dibangun oleh Sultan Riau. Konon, masjid itu dibangun dengan campuran bahan putih telur. Hingga saat ini, pulau itu masih ramai didatangi wisatawan.

Pilihan Editor: Hikayat Pulau Penyengat dan Saksi Perang Saudara

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Racikan Rempah Tanah Melayu yang Menggoyang Lidah

4 jam lalu

Nasi minyak dan lauknya di makan berhidang Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. TEMPO/Dian Yuliastuti
Racikan Rempah Tanah Melayu yang Menggoyang Lidah

Banyak masakan yang diracik dengan bumbu atau rempah yang hampir sama, tetapi hasil masakannya memiliki cita rasa yang berbeda.


Desa Krebet Bantul Menjadi Nominator Lomba Desa Wisata, Ini Daya Tariknya

1 hari lalu

Desa Wisata Krebet di Kabupaten Bantul Yogyakarta dan kerajinan kayunya. (Dok. Istimewa)
Desa Krebet Bantul Menjadi Nominator Lomba Desa Wisata, Ini Daya Tariknya

Desa Wisata Krebet yang terletak di Dusun Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul Yogyakarta masuk lima puluh besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.


Desa Wisata Berburu Penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

7 hari lalu

Desa wisata di berbagai daerah makin serius melebarkan bisnis pariwisata lokal. Keindahan alam masih menjadi kekuatan utama.
Desa Wisata Berburu Penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sejumlah desa wisata serius melebarkan bisnis wisata lokal. Penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi pelecut semangat.


KRI Dewaruci Bawa Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Berlayar ke Lampung

13 hari lalu

Laskar Rempah Batch II Muhibah Budaya Jalur Rempah menghadiri Festival Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Jumat, 5 Juli 2024. TEMPO/Dian Yuliastuti
KRI Dewaruci Bawa Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Berlayar ke Lampung

Perjalanan Laskar Rempah Batch II Muhibah Budaya Jalur Rempah berakhir di Tanjung Uban, mengeksplorasi budaya di Pulau Penyengat dan Tanjung Pinang.


Upaya Melestarikan Sejarah Desa di Malang Lewat Buku

14 hari lalu

Wisata Desa Pujon Kidul Malang mampu memadukan sanitasi dan pariwisata. TEMPO/Eko Widianto
Upaya Melestarikan Sejarah Desa di Malang Lewat Buku

Tak banyak desa di Malang yang memiliki catatan sejarah yang didokumentasikan dalam bentuk buku


Melihat Sekeping Cerita Desa Wisata Jatiluwih Bali di Pameran Lukisan Yogyakarta

18 hari lalu

Pameran lukisan Tutur Jatiluwih di Kedai Kebun Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Melihat Sekeping Cerita Desa Wisata Jatiluwih Bali di Pameran Lukisan Yogyakarta

Musim libur sekolah ini pameran seni di sejumlah galeri di Yogyakarta tetap menggeliat dan bisa menjadi jujugan wisatawan yang sedang berlibur.


Keunikan Desa Wisata Balleangin di Pangkep Sulawesi Selatan yang Dikunjungi Sandiaga Uno

19 hari lalu

Air Terjun Cambang Cui di Desa Wisata Balleangin, Pangkep, Sulawesi Selatan (jadesta.kemenparekraf.go.id)
Keunikan Desa Wisata Balleangin di Pangkep Sulawesi Selatan yang Dikunjungi Sandiaga Uno

Desa wisata ini berada dalam gugusan karst yang tercatat terbesar kedua di dunia setelah Cina.


Bali Dorong Desain Bangunan Impas Energi di Seluruh Wilayahnya

26 hari lalu

Desa Penglipuran, Bali (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Bali Dorong Desain Bangunan Impas Energi di Seluruh Wilayahnya

Untuk lebih meningkatkan kesadaran dan penerapan bangunan impas energi di Bali, sebuah pameran telah digelar dan katalog diluncurkan.


Cara Menuju Perkampungan Betawi Setu Babakan dengan KRL dan TransJakarta

32 hari lalu

Sejumlah wisatawan berkunjung di kawasan Museum Betawi, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. Penglola juga membatasi san jam kunjung pada pukul 9.00-15.00 WIB dan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 persen guna meminimalisir penyebaran COVID-19. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Cara Menuju Perkampungan Betawi Setu Babakan dengan KRL dan TransJakarta

Lokasinya yang strategis membuat Setu Babakan terhitung mudah dijangkau dengan beragam moda transportasi.


Teks Lengkap Gurindam 12 Karya Sastra Raja Ali Haji, Ini Maknanya

33 hari lalu

Gurindam Dua Belas. skyscrapercity.com
Teks Lengkap Gurindam 12 Karya Sastra Raja Ali Haji, Ini Maknanya

Raja Ali Haji sastrawan asal melayu menulis karya sastra yang diberi nama Gurindam 12. Apakah isi karya sastra itu? Berikut teks lengkapnya.