Sering Dijadikan Destinasi Wisata Religi, Berikut Tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia

Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid Cheng Hoo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 Juni 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Ada tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia. Cheng Ho adalah seorang laksamana, penjelajah laut dari Tiongkok yang dikenal di Indonesia. Pria yang juga dikenal dengan nama Zheng He ini dipercaya berkontribusi dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia. 

Beberapa daerah mengabadikan namanya sebagai nama masjid. Biasanya, masjid-masjid tersebut memiliki corak dan arsitektur khas Tiongkok, tetapi memiliki kegunaan sebagai tempat peribadatan umat Muslim. Tapi banyak juga yang memanfaatkannya sekaligus untuk wisata religi. Berikut adalah tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia yang biasanya ramai dikunjungi oleh jemaah dan wisatawan sebagaimana dilansir oleh khazanahmasjid.com.

Masjid Cheng Ho, Surabaya

Masjid ini terletak di Jalan Gading Nomor 2, Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya. Awalnya, masjid ini dibangun 15 Oktober 2001 dan diresmikan pada 13 Oktober 2002. Masjid dengan luas 3.070 meter persegi ini dibangun oleh pengurus Pembina Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Jawa Timur.

Salah satu arsitektur khas di masjid ini adalah perpaduan gaya Arab dan Tiongkok yang terlihat pada pintunya. Pintu masjid ini menyerupai pagoda dengan relief naga dan patung singa dari lilin bertuliskan Allah dalam huruf Arab di bagian puncak. Selain itu, setidaknya terdapat empat corak warna yang mendominasi bangunan ini, yaitu merah, kuning, biru, dan hijau. Umumnya, dalam kepercayaan Tiongkok, keempat warna ini menyimbolkan kebahagiaan, kemasyhuran, harapan, dan kemakmuran.

Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho, Palembang

Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Sriwijaya yang berlokasi di Kompleks Jakabaring, Kota Palembang. Masjid ini didirikan atas prakarsa pengurus PITI dan serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang

Peletakan batu pertama masjid ini dilaksanakan pada 2003 dan diresmikan pada 2006. Salah satu arsitektur yang mencuri perhatian adalah dua menara di kedua sisi masjid yang dicat dengan merah dan hijau giok layaknya klenteng-klenteng di Cina.

Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan, Pasuruan 

Masjid yang dibangun pada 2003 ini terletak di Jalan Raya Kasri Nomor 18, Petung Asri, Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Peletakan batu pertama masjid ini dilakukan oleh K. H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 30 Mei 2004. Lima tahun berikutnya, masjid ini diresmikan oleh Bupati Pasuruan saat itu, Jusbakir Aldjufri pada 27 Juni 2008.

Sebagaimana masjid-masjid Cheng Ho lainnya, masjid ini memiliki bangunan utama dengan bentuk atap bersusunan laksana pagoda khas Tiongkok. Selain itu, arsitekturnya juga didominasi oleh warna-warna hijau, merah, dan kuning keemasan.

Itulah tiga Masjid Cheng Ho yang cukup masyhur di Indonesia. Apabila Anda hendak melaksanakan wisata religi sekaligus mengenal sejarah Laksamana Cheng Ho, ketiga masjid tersebut layak masuk dalam daftar tujuan destinasi wisata Anda.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN 

Baca juga: Kapal Cheng Ho: Kisahnya Sarat Sejarah, Kenapa Sepi Pelancong?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

22 jam lalu

NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok meluncurkan buku bertajuk "Santri Indonesia di Tiongkok"


Haul Guru Sekumpul, Kota Banjarbaru Tawarkan Wisata Religi Hingga Keluarga untuk Jemaah

10 hari lalu

Haul Guru Sekumpul, Kota Banjarbaru Tawarkan Wisata Religi Hingga Keluarga untuk Jemaah

Haul Guru Sekumpul telah digelar sejak Kamis, 26 Januari lalu di sejumlah lokasi di sekitar Martapura.


Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

10 hari lalu

Daftar Tenaga Kerja Asing Terbanyak di Indonesia, TKA Cina Nomor Satu

Tenaga Kerja Asing manakah terbanyak di Indonesia? TKA Cina di urutan pertama, disusul dari Jepang dan Korea Selatan. Berapa jumlahnya?


Inilah Daftar Tenaga Kerja Asing (TKA) Terbanyak di Indonesia 2022

13 hari lalu

Inilah Daftar Tenaga Kerja Asing (TKA) Terbanyak di Indonesia 2022

Cina tercatat sebagai negara asal TKA terbesar di Indonesia, diikuti Jepang, Korea Selatan, dan India.


Gua Matu di Pesisir Barat, Lokasi Wisata Religi dan Berburu Pupuk Guano

15 hari lalu

Gua Matu di Pesisir Barat, Lokasi Wisata Religi dan Berburu Pupuk Guano

Gua Matu pertama kali ditemukan pada zaman Penjajahan Inggris oleh nenek moyang dari masyarakat setempat.


Destinasi Wisata Religi Pulau Penyengat Direvitalisasi untuk Tarik Wisatawan

20 hari lalu

Destinasi Wisata Religi Pulau Penyengat Direvitalisasi untuk Tarik Wisatawan

Selama tahun 2022, kawasan bersejarah Pulau Penyengat direvitalisasi di beberapa bagian.


Perayaan Tahun Baru Imlek Digelar di Saudi

23 hari lalu

Perayaan Tahun Baru Imlek Digelar di Saudi

Tahun Baru Imlek dirayakan di Ryadh, Arab Saudi, dengan sejumlah atraksi termasuk Barongsay dengan warna merah dan kuning cerah.


Begini Awal Kalender China Memperingati Tahun Baru Imlek

24 hari lalu

Begini Awal Kalender China Memperingati Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek menjadi salah satu perayaan terpenting dalam budaya Tiongkok, yang juga merupakan paling penting bagi keluarga China.


Museum Masjid Al Jabbar Akan Dibuka Februari, Apa Saja Konten yang Disiapkan?

28 hari lalu

Museum Masjid Al Jabbar Akan Dibuka Februari, Apa Saja Konten yang Disiapkan?

Museum Masjid Al Jabbar kabarnya baru akan dibuka bulan depan.


Nguyen, Nama Khas Orang Vietnam Yang Sering Ditemukan Di Seluruh Dunia

28 hari lalu

Nguyen, Nama Khas Orang Vietnam Yang Sering Ditemukan Di Seluruh Dunia

Saat mendengar seseorang dengan nama belakang Nguyen, kita mungkin mengira dia termasuk orang Vietnam. Popularitas nama keluarga ini secara global telah membuatnya bahan lelucon, terutama di kalangan komunitas Vietnam perantauan. Lantas, mengapa begitu banyak orang Vietnam memiliki nama belakang Nguyen?